10 Menit yang Mengantarkan Archandra Jadi Menteri ESDM

REDAKSIINDONESIA-Bermula dari pertemuan yang hanya 10 menit di Bandara Halim Perdanakusumah. Ternyata pertemuan dengan profesional muda di bidang energi sumber daya mineral itu sangat berkesan bagi Presiden, dan membuatnya tak ragu memilih Archandra Tahar sebagai Menteri  ESDM, menggantikan Sudirman Said.

Sebagaimana telah diberitakan secara luas di media, keputusan Presiden tentang Blok Masela, Maret lalu sempat membuat banyak orang terperangah. Semua orang mengira Presiden akan memutuskan Blok Masela digarap secara offshore. Namun ternyata Presiden memutuskan sebaliknya. Presiden menghendaki Blok Masela dikerjakan secara onshore.

Siapa yang memberi pertimbangan sehingga Presiden memutuskan hal tersebut? Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Archandra Tahar,  lulusan ITB bandung yang memperoleh gelar master dan doktornya di Universitas Texas A&M Amerika Serikat,  dan menjabat sebagai Presiden di  sebuah perusahaan yang bergerak di bidang energi dan minyak yaitu Petroneering, di Houston, Texas . Tak hanya itu, Archandra pemilik hak paten tentang desain offshore di Amerika.

Persoalan Blok Masela memang membuat Presiden Jokowi harus mendengar banyak pihak dan mencari orang-orang yang benar-benar profesional di bidangnya untuk dimintai pertimbangan. Dan saat itulah nama Archandra disebut. Untuk diketahui, Archandra selama ini juga sudah menjadi konsultan ahli Pertamina. Dia acap kali dimintai pendapat atau diminta bicara mengenai hal-hal krusial di bidang yang memang sangat dikuasainya.

Mengingat putera Indonesia ini tinggal di Negeri Paman Sam,  sementara persoalan Blok Masela tidak bisa menunggu lama, maka dipertemukanlah Archandra dengan Presiden Jokowi secepatnya. Pertemuan yang hanya sekelebat dan berlangsung tidak formal  di Bandara Halim, di mana saat itu Presiden dan rombongan menteri sedang akan bertolak ke suatu tempat untuk sebuah program pemerintah. Namun Presiden langsung terkesan karena Archandra sangat menguasai masalah dan Ibu Pertiwi membutuhkan orang sekualifikasi dia.

Beberapa bulan berlalu. Kabinet harus dirombak karena Presiden ingin perubahan yang lebih cepat di negeri ini. Sejumlah menteri  strategis harus diganti untuk itu. Termasuk menteri ESDM. Sumber di Istana mengisahkan, ternyata ketika menimang-nimang pengganti Sudirman Said,  Presiden teringat Archandra Tahar. Presiden Jokowi pun mengutus orang kepercayaannya untuk memberitahu Archandra, bahwa beliau ingin bertemu.

Pucuk dicinta ulam tiba. Saat dihubungi kebetulan Archandra memang sedang akan pulang ke Indonesia dalam beberapa hari. Akhirnya menjelang Bulan Puasa, Archandra benar-benar menghadap Presiden di Istana Negara. Beberapa pekan setelah pertemuan itu, Presiden meminta utusannya mengirimkan pesan kepada Archandra, apakah dia mau menjadi Menteri ESDM.

Saat itu ayah dua anak itu mengira itu hanya dalam konteks bercanda. Dia sama sekali tidak pernah bermimpi mendapat amanah jabatan sebesar itu. Namun itu memang bukan candaan. Archandra benar-benar diminta untuk menjadi Menteri ESDM.

Archandra yang merasa terpanggil untuk bisa melakukan sesuatu yang berarti buat negaranya, mengiyakan. Namun hatinya gundah gulana. Sebab sebagai menteri maka dia harus meninggalkan usaha dan pekerjaan di Amerika. Tuntutan lainnya dia pun harus pindah ke Ibukota Jakarta beserta isteri dan anak-anaknya. Dan itu harus dilakukan secepatnya, karena pelantikan segera dilakukan dan dia harus langsung bekerja.

Kegundahan itu rasanya tidak ada artinya dibanding besarnya panggilan jiwa untuk mengabdi pada negara. Maka segela urusan  terkait kepindahan domisili dan termasuk perpindahan sekolah anak-anak ke Indonesia sera diurus. Dan saat situasi sudah makin terkendali nanti, mungkin Nyonya Archandra harus ke AS untuk mengurus kepemilikan rumah dan juga perusahaan Petroneering miliknya.

Selamat bekerja, Pak Menteri! Semoga Tuhan selalu memudahkan urusanmu....

 

(Mahifah Nailah/Redaksi Indonesia)

Tuesday, August 2, 2016 - 00:45
Kategori Rubrik: