1 Tahun Jokowi - Amin : Menghadapi Berbagai Gejolak Ia Tetap Bertahan

ilustrasi

Oleh : Saumiman Cornerstone

Jangan curiga kami dibayar karena menulis ini, percayalah sesenpun kami tidak menerimanya, apalagi nasi bungkus, makanya saya kami harus masak terlebih dahulu baru menulis. Tetapi kami melihat realita yang ada. Presiden Jokowi dengan segala kelebihan dan kekurangannya dia telah menjadi presiden yang terbaik di Indonesia. Jika di sana-sini anda melihat masih ada korupsi, dan yang belum sempurna, itu artinya presiden kita sedang bekerja, dengan bekerjalah maka yang korupsi terkangkap; kalau ia berpangku tangan tentu membiarkan korupsi berjalan terus.
Memang ada demo yang bertubi-tubi yang mencoba menjatuhkan dia, padahal ntah apa salahnya, orang-orang demopun tidak tahu, pokoknya mereka meraka mendapat pesan maunya presidennya mundur. Yang penting dapat job yakni job demo mumpung lagi pandemik, cari duit susah. Aneh ya? Apalagi yang bikin ngakak, mereka yang demo itu sedang naik pitam, marah, merusak, membakar hanya gara-gara berita hoax. Lalu sang presiden tetap saja melakukan yang terbaik, ia tidak menghancurkan Indonesia, tetapi ia telah membangun dan terus membangun hampir di seluruh Indonesia. Kenapa di demo. Nama Indonesia dan Jokowi tersohor kemana-mana. Bahkan Prabowo aaSubianto yang merupakan rivalnya di pemilihan presiden pun bersedia bergabung dan bekerja sama dengannya sebagai menteri pertahanan.

Rupanya yang demo beliau terdiri dari berbagai golongan, ada pelajar ada mahasiswa adapula penyusuf dan ditambah orang-orang yang bukan orang biasa, karena belakangan diketahui bahwa yang mengkritik beliau itu ada juga mantan MPR, mantan pejabat, mantan menteri yang dilengser (dipecat) atau mantan apa saja termasuk mantan presiden tentunya. Padahal pada jaman para mantan itu berkuasa berkuasa mereka itu malahi tidak bisa buat apa-apa. Nach , udah jadi mantan berkoar-koarlah. Sama aja dengan ketika debat terakhir calon presiden Amerika Serikat antara Biden dengan Trump kemarin. Biden berusaha kritik ini itu kepada Trump, padahal pada jaman ia berkuasa, bahkan dua priode jadi wakil presiden Obama dan ngak buat apa-apa juga. Saya yakin Jokowi tidak pernah membungkam mulut orang untuk berkeritik atau menyampaikan aspirasi. Aspirasi sih sah saja dan tidak masalah, yang menjadi masalah aspirasi itu dibungkus dengan provokasi.

Presiden Jokowi menghadapi lawannya yang hanya NATO No Actian Talk Only, tetapi Jokowi maju terus saja Action habis-habisan, bangun ini dan itu. Lihat, presiden kita tidak membalas satu patah katapun walau ia dihina, walau ia di caci, walau ia diangggap remeh, apalagi oleh mereka yang dianggap barisan sakit hati. Jikalau jaman dulu, orang-orang demikian sudah lama hilang dari peredaran.

Apa yang bisa kita pelajari ? Intinya, seorang pemimpin sehebat apapun tidak dapat menyenangi semua orang, ada saja yang bilang dia ngak baik, terutama lawannya atau yang anggap oposisi. Lawan itu selalu mencari kesalahan kita, adapun kebaikan mereka pura-pura tidak tahu. Lawan itu umumnya sudah buta mata hati nuraninya, menggagap mosi tak percaya tetapi tidak dengan hati yang jujur. Lawan itu sangat menderita bila melihat kita senang, atau ia senang deh melihat kita menderita.

Jadi seperti presiden Jokowi ini menghadapi orang-orang yang suka berkoar-koar, namun ia tetap biasa-biasa saja, maka hal ini yang membuat lawannya kebakaran jenggot. Ia bahkan tetap kerja dan kerja terus pantang mundur. Mari kita belajar seperti Presiden Jokowi, ia memang Ruar biasa. Kesuksesannya dan ia bukan orang yang cepat putus asa, tetapi kesuksesannya adalah mereka yang tetap kuat dan bertahan dan memilki semangat untuk maju.

Bukti nama Jokowi makin melambung , bahkan dipakai oleh negara Negara Emirat Arab Abu Dhabi sebagai nama jalan , wow...., sedangkan salah seorang yang benar-benar kebakaran jenggotnya adalah orang yang entah kenapa benci padanya, konon ceritanya masih tertahan di Luar Negeri dan sudah bertahun-tahun ngak bisa pulang, itu berarti waktunya lebih lama dengan mantan Gubernur DKI yang dipenjara, bahkan ia sudah bebas dan udah nikah lagi bahkan udah dapat isteri baru anak bahkan jabatan.

Sebagai orang yang mengaku anak Tuhan, kita tetap saja bisa menghadapi kondisi rumit dan pelik ini, seperti yang dialami oleh presiden. Kita mesti belajar dari respon yang dilakukan bapak Jokowi, ia dengan penuh hikmat dan bijak menghadapinya. Ia tidak gegabah, tidak marah, tetapi tetap kuat, tetap teguh, tetap fokus, tidak menyalahkan diri sendiri, namun tetap semangat, tetap setia pada Tuhan, maju terus karena jerih payahnya tidak pernah sia-sia. #adaadasaja

Qouete : PEMIMPIN YANG SUKSES ADALAH PEMIMPIN YANG TIDAK HARUS DISENANGI ATAU MENYENANGKAN SEMUA ORANG , YANG PENTING HASIL KERJANYA NYATA" Happy week end.

Sumber : Saumiman Cornerstone

Wednesday, October 28, 2020 - 13:15
Kategori Rubrik: