“Mission Impossible” Gagal, Semua Pun Menyangkal Keterlibatan

Oleh: Ricky Apriansyah

 

Penggemar sekuel terkenal Mission Impossible tak akan kaget dengan penyangkalan yang dilakukan komplotan penyebar informasi palsu, yang pilih mengorbankan satu orang demi keselamatan yang lainnya. Dalam setiap aksi pesanan, agen bayaran dalam Mission Impossible selalu menerima file rancangan skenario aksi, yang akan hancur sendiri segera setelah dibaca.

 

 

Di akhir file, selalu termuat pesan bahwa semua orang akan menyangkal keterlibatan bila misi sampai gagal. Itu pulalah yang terjadi dalam permufakatan jahat alias skandal pemukulan palsu yang menghebohkan orang se-Indonesia baik di dunia nyata maupun maya. RS seorang diri dikorbankan karena misi gagal, dan semua satu demi satu menyangkal keterlibatan.

Mari kita tengok lagi renteten kejadiannya. Awalnya, para pelaku konspirasi meremehkan polisi. Dengan congkaknya mereka berani bertaruh bahwa polisi tidak akan bisa mengungkap kasus RS ini. Bahkan melalui beberapa influencer, mereka menuding penganiayaan RS adalah kerja tim Jokowi untuk melumpuhkan RS. 

Yang perlu dipuji adalah masyarakat yang kritis dan memberikan banyak masukan serta bukti sehingga kasus pemukulan palsu ini berhasil dibongkar dalam waktu singkat. Dimulai dari postingan tentang kesamaan dinding yang menjadi latar belakang foto RS dengan dinding sebuah rumah sakit tempat operasi plastik. Hasil investigasi Polri kemudian mengungkap kebohongan yang dilakukan RS dan disebarkan PS dan komplotannya.

Maka mission impossible pun gagal total. Makin terlihat nyata RS hanyalah kaki tangan dari sebuah konspirasi besar PS dan komplotannya dalam membangun kampanye bermodal kebohongan dan kepalsuan, begitu semua cuci tangan. Padahal jelas-jelas mereka semula secara sistematis menyebarkan informasi palsu tersebut. Bahkan Fadli Zon foto bersama RS dengan ekspresi senyum penuh kemenangan.

Fenomena RS ini hanyalah pucuk dari gunung es. RS yang telah mati-matian pasang badan untuk PS, harus dikorbankan, ditelantarkan bahkan mendapat tuntutan hukum dari SSU, orang yang didukungnya. RS dicampakkan begitu saja seperti halnya para tersangka kasus Obor Rakyat, si tukang hoax Jonru dan juga Buni Yani. Mereka adalah para agen dalam Mission Impossibe yang tidak dibela ketika mengalami masalah hukum.

Namun di bawah tekanan hebat, RS bukan tidak mungkin akan buka mulut. Dia sebenarnya wanita yang cerdas. Melihat sifatnya yang kritis dan berani melawan diktator Soeharto saat pemerintahan Orde Baru, tentu dia tidak ingin menjadi korban sendirian. Apalagi kini ponselnya sudah ada di tangan pihak yang berwajib. Dia tentu tak akan bisa mengelak ketika disodorkanbukti bahwa dirinya hanyalah bagian dari sebuah konspirasi besar yang melibatkan banyak sosok penting di kubu PS.

Cepat atau lambat, tak hanya kasus RS, tapi siapa di balik hoax-hoax dan narasi hasutan kebencian yang selama ini diteriakkan akan terbongkar. Konspirasi yang diolah di pabrik kebohongan dan kepalsuan, semua strategi dan komunikasi yang dilakukan semua akan terbuka. RS juga akan mengungkap, siapakah “setan” berkepala hitam yang dia sebutkan di  saat dia melakukan konferensi pers, yang telah membisikinya untuk bohong dan mengarang cerita. Pengakuan RS, pendeknya, akan mengungkap rentetan skandal-skandal lain selama ini sejak kekalahan pihak yang didukungnya.

Monday, October 8, 2018 - 19:45
Kategori Rubrik: