Politik

Jangan Jadikan Daerah Kami Seperti DKI

 

Ya. Semua mata dan telinga rakyat Indonesia melihat dan mendengar betapa gaduh dan bising Pilkada DKI.
Dari mulai hujatan-hujatan kedengkian kedengkian, makian kafir/bidah/musrik, bukan saja kepada Non Muslim, namun saudara muslim_nya pun dihujat dan dimaki jika berbeda pilihan dengan mereka.
Ayat Al-Qur'an yang notabene masih multi tafsir menjadi komodity, bau anyir jualan mayat masih terasa menyengat hingga kini.

KPK Lucu-Lucuan

Ilustrasi

Banyak pertanyaan lain seputar efektivitas Bambang cs soal bersih-bersih di Pemda DKI. Namun kita memberi waktu buat mereka untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah kucing anggora yang kebanyakan makan hingga takut sama tikus.
.
Tolok ukurnya adalah Bambang cs harus bisa membongkar praktek kongkalingkong jualan lapak trotoar yang dengan mata telanjang terlihat di Tanah Abang yang angka sampai milyaran.

Sikap Tokoh NU Saat Kalah Pilpres

Ilustrasi

Apalagi ketua umum PB NU, kyai Said Aqil mendukung Prabowo. Tapi pak Jokowi "mendapatkan" dukungan Kyai Hasyim Muzadi (eks ketum PBNU).

Juga dukungan 2 onderbouw NU yang paling besar: GP Ansor (mas Nusron dan Gus Yaqut) dan Muslimat NU (Ibu Khofifah). Dan tentu saja satu lagi keluarga Hasyim Asy'ari dari jaringan Cak Imin (PKB)

Kebencian Sebabkan Suriah Hancur

Ilustrasi

Mungkin kamu seperti berhenti bernafas saat membaca kejamnya militan "Islamic State" di Irak dan Syiria. Ulama dipenggal, pilot dibakar, wartawan dilibas, lelaki diburu, perempuan disiksa tak berharga, pusat perpustakaan dunia Islam di Bagjdad dan pusat kebudayaan dimusnahkan. Mereka mengibarkan bendera tauhid meneriakkan takbir. Ada orang Indonesia yang terpesona, membela, bahkan ratusan berbaiat, berangkat jihad untuk mereka. Apa ujungnya?

Masih Mau Pilih Prabowo Jadi Presiden?

Ilustrasi

Mereka masing-masing divonis 20 bulan penjara dan dipecat dari korps TNI. Sedangkan 6 prajurit lainnya, Kapten InfantriDadang Hendra Yuda, Kapten Infantri Djaka Budi Utama, Kapten Infantri Fauka Noor Farid, hanya dihukum penjara 1 tahun 4 bulan, namun tidak dikenai sanksi pemecatan.

Politik Identitas

Ilustrasi

Sekali lagi, orang mencari kesamaan identitas dalam berkawan, berbisnis, dan berpolitik, itu sangat wajar dan sah. Tetapi ketika yang terjadi adalah manipulasi dan politisasi, sama saja dengan membohongi rakyat dan merendahkan martabat agama. Mengapa itu terjadi? Mungkin seorang calon tidak cukup percaya diri dengan modal integritas, popularitas, dan kompetensinya, sehingga mesti mencari cara lain untuk membeli suara rakyat.

Pages