Politik

Gerindra Kick Out Penumpang Gelap

ilustrasi

Kedua, semua pelajaran sekolah tidak boleh memuat ajaran selain idiologi komunis. Namun tidak melarang orang mempelajari ajaran lain selagi tidak disampaikan kepada orang lain atau digunakan untuk memprovokasi orang lain. Hukuman atas pelanggaran ini bukan pula dengan penjara tetapi mencabut KTP orang itu. Di china , kalau anda tidak punya KTP, secara sosial anda mati. Mengapa ? tidak ada aplikasi apapun tanpa KTP. Bahkan belanja diatas 10.000 yuan harus dengan KTP.

Hizbut Tahrir Pengkhianat Bangsa

Selain isu anti asing dan aseng mereka juga akan mengalihkan isu pengkhianatan mereka pada PKI. ”Justru PKI yang pengkhianat bangsa dan bahaya laten,” elak mereka. Tentu saja PKI dan HTI itu setali tiga uang. Kalau PKI menggunakan ideologi komunisme, HTI menggunakan ideologi khilafahisme. Tapi mereka berdua sama-sama ingin mengganti Pancasila ideologi bangsa kita dengan ideologi politik mereka. Saat ini HTI justru lebih berbahaya karena era komunisme dunia telah selesai dan tak ada lagi yang tertarik.

Ijtima Para Penghasut

Kita bisa memilih ulama untuk jadi panutan. Ada ulama yang jika didekatnya kita mengingat Allah dan hari akhir. Wajahnya memancarkan keteduhan. Isi pembicaraan membuat adem. Omongannya adalah nasihat.

Ada juga orang yang ngaku ulama, tapi jika didekati omongannya penuh hasut. Memandang wajahnya hanya menghasilkan kebencian dan prasangka. Dan saat mendengar suaranya bisa mengakibatkan diare.

Megawati Dan Indonesianya

ilustrasi

PDI Perjuangan memiliki wong cilik yang tidak paham internet. Mereka adalah grass-root yang secara konsisten menjadi lumbung suara partai. Adagium‘ Pejah gesang nderek Bu Mega ‘ sebagai pengejawantahan ‘ Surgo nunut, Neroko Katut-nya Bung Karno. Bagi mereka Megawati adalah tokoh karismatik yang menjadi simbol sekaligus pemersatu partai. Fenomena ini tidak hanya di Indonesia, ketika darah biru menjadi syarat utama. Di India sampai sekarang, darah biru Indira Gandhi menjadi penentu dalam partai Kongres.

Tak Mengakui Jokowi

Meski pun pernyataan kelompok GNPF, PA-212, FPI dan juga beberapa person bekas HTI itu, secara moral politik menjadi aneh, sama aneh dengan pernyataan Rocky Gerung dan Amien Rais. Mereka mengatakan Pilpres berlangsung curang, banyak pelanggaran, tapi tanpa bisa membuktikan. Kecuali dua bukti, (1) tudingan mereka hanya asumsi dan (2) berangkat dari kebencian. Mau minggat dari negeri ini, takutnya nanti kayak Si Rizieq Shihab, ngaku cuma mau umrah malah kini kena denda over-stay.

Matinya Kritikus

Walau pun jika ditelisik, yang berkomentar itu ternyata track record atau rekam jejak digitalnya sama saja. Itu jika melihat postingannya selama proses pilpres lalu. Meski postingan-postingan nyinyir dan hoax mereka kini sudah banyak dihapus.

Dikiranya sebutan kecebong dan kampret mudah dihapus. Senyatanya, pertarungan terus dibangun. Bahkan setelah Prabowo tampak loyo, dan hopingan dengan kubu Jokowi, kini Anies Baswedan menjadi jagoan baru. Untuk digadang-gadang jadi Kuda Troya capres 2024 mendatang.

Pages