Politik

Emak-Emak, Alat Eksploitasi Baru

Kata mereka, karena mereka tahu apa arti rekonsiliasi. “Artinya kita menerima bergabung, lalu menghilangkan sejarah lama, yang tak bisa hilang dari dada kami. Bagaimana kecurangan yang begitu masif, begitu terstruktur, kasat mata, mereka bisa lihat tapi mereka abaikan," ujar Nurdiati salah satu pendemo. Bahkan mereka katakan, langkahi dulu mayat mereka jika ingin lakukan rekonsiliasi.

Kandidat Menteri Ke Tiga Termuda

ilustrasi

Karena keinginannya untuk mempunyai teman yang banyak, ia pun berencana ingin masuk sebagai anggota TNI. Cita-cita ini terinspirasi dari banyaknya siswa Indonesia yang pernah belajar di Amerika Serikat yang memilih masuk militer ketika pulang ke tanah air. Dalam benaknya, lingkungan militer yang mengusung prinsip egaliter atau 'semua sama rata' dinilai sebagai jalan yang mulus baginya untuk mendapatkan teman atau bahkan kekasih.

Bangun Tidur Lagi

Iwan Fals juga tiru-tiru, “Mentari pagi sudah membumbung tinggi. Bangunlah putra putri ibu pertiwi. Mari mandi dan gosok gigi,...” Tapi Iwan Fals dalam lagu ‘Bangunlah Putera-Puteri Ibu Pertiwi, setelah itu bukan menolong Ibunya. Iwan malah ngomyang, “Setelah itu kita berjanji. Tadi pagi, esok hari, atau lusa nanti. Garuda bukan burung perkutut. Sang Saka bukan sandang pembalut. Dan coba kau dengarkan. Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut!”

Prabowo Sudah Bubarkan BPN, Jangan Ada yang Macam-Macam

Pertemuan dihadiri seluruh sekjen partai koalisi di antaranya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN, Eddy Soeparno, Sekjen PKS, Mustafa Kamal, Sekjen Partai Demokrat Hinca.

Prabowo dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada partai koalisi yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Sandiaga dalam kontestasi Pilpres 2019 ini. 

CATATAN :

Bahasa Inggris Jokowi

Para alumni AKI tidak mau tahu bagaimana Presiden Jokowi guyon gayeng ketawa-ketiwi dengan beberapa pemimpin negara terkuat di dunia. Mereka sirik mengakui bagaimana Jokowi bisa asyik bercanda ria dengan Ivanka Trump putri Presiden Donald Trump. Mereka juga ogah mengakui bagaimana PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Perancis Emmanuel Macron tertawa terbahak-bahak mendengar guyonan dari Jokowi. Mungkin mereka pikir semua itu dilakukan Jokowi dengan menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia.

Desakralisasi Purnawirawan TNI

ilustrasi

Akan tetapi, yang menarik di Pilpres 2019 ini adalah munculnya gerakan kolektif purnawirawan TNI dan Polri yang masih memakai identitas militer dan polri sebagai basis dari wajah politik mereka di publik. Karena wajah militer/polisi yang dikedepankan dan mengerucut menjadi identitas dari gerakan kolektif ini maka suka atau tidak, gerakan kolektif ini menarik institusi TNI dan Polri untuk secara tidak langsung, ikut 'bermain politik' juga.

Melihat Semut Item

Begitulah, dan wajarlah, jika ada yang mengatakan politik memang bajingan. Nggak tahu diri. Rakyat hanya dipakai pendorong kendaraan mogok. Hanya diperbudak sebagai alamat palsu. Begitu kursi kekuasaan didapat atas nama rakyat, mereka sama sekali abai. Menang tak siap, kalah apalagi! Mangkanya yang tampak lebih banyak sikap-sikap konyol. Tak ada kegelisahan bagaimana peradaban harus dibangun bersama.

Pages