Politik

Boyongan Ibu Kota

Bukan hanya Papua, wilayah-wilayah terpencil lain juga seolah tak tersentuh. Masyarakata di sana dibiarkan seolah tidak punya pemerintahan. Pembangunan Indonesia selama ini terkesan hanya untuk memakmurkan Jawa dan Indonesia bagian barat saja. Kekayaan laut kita dirampok habis-habisan. Tapi ya, itu. Selama ini kita membiarkan maling berkeliaran merajalela.

Siapa Percaya Anies Baswedan Bicara Toleransi?

Ilustrasi

Bermodalkan sebuah raport merah korban reshuffle kabinet bersiap mendayung kapal sekocinya untuk mengarungi jakarta yang luas dan buas .. dari sekoci sang pria paruh baya mendapatkan banyak dukungan untuk mengarungi lautan .. Para investor yang tak lain adalah orang yang disakiti oleh kebijakan sang Gubernur lama memutuskan memperlengkapi kapal sang mantan menteri ini dengan senjata lengkap berupa meriam meriam berisi iri , dengki , dan kebencian ..

Soal Bom, Jangan Terus Teriak Rekayasa Polisi

Logika macam apa yang terus menerus menyatakan ini rekayasa polisi. Konspirasi ini itu, dan sebagainya. Ayolah. Buka mata. Pelaku ini juga saudara kita. Muslim juga. Kalau dibiarkan semakin berbahaya. Mereka terus berkembang karena diam-diam ada yang bersimpati dengan aksi mereka sekaligus memberikan clue bahwa ini "hanyalah" pengalihan isu, rekayasa, konspirasi dst. Mereka semakin massif melakukan rekrutmen karena diam-diam kita tidak berteriak lantang saat Islam dibajak dan dibusukkan.

Sejak 2010, Polisi Menjadi Target Serangan Teroris

Menurut Ridwan, serangan terhadap aparat pemerintah makin semarak ketika juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani mengeluarkan fatwa yang menyerukan serangan kepada kaum thoghut.

“Tentara thoghut itu mereka definisikan sebagai polisi. Maka serangan terhadap polisi makin masif karena didukung fatwa,” tuturnya.

Laskar Seks

Dalam wawancara yang dilakukan Jenan Mousa, terekam bahwa perempuan Indonesia itu tidak menyesali bergabung dalam organisasi barbar itu. Mereka mengakui, waktu itu ada beberapa perempuan lokal yang menjadi tawanan ISIS dan diperlakukan sebagai budak seks. Para perempuan yang kotanya dikuasai ISIS dipaksa melayani barisan lelaki di bawah todongan senjata.

Prahara di Kafarya dan Foua

Sejak 2012 penduduk di dua desa berpopulasi 40.000 jiwa itu sudah melakukan perlawanan terhadap kelompok-kelompok teroris yang ingin merebut desa mereka. Saat masih ada tentara Suriah, akses keluar-masuk desa masih terbuka sehingga mereka masih bisa mendapatkan suplai pangan dan kebutuhan pokok lainnya. Namun, sejak tentara Suriah pergi, mereka benar-benar sendirian. Teroris memutus aliran air, listrik, jaringan komunikasi, dan menutup akses masuk pangan dan obat-obatan.

Pages