Politik

Ilusi Ahok, Ilusi MUI, Dan Ilusi Kepemimpinan Jakarta

Oleh : Salman Rais

Jika Anda ingin mempertanyakan kualitas calon Kada Jakarta saat ini, maka ada baiknya Anda mulai bertanya berapa kali para calon ini pacaran, berapa banyak pacar mereka saat muda? Ini pertanyaan maha penting, dan genting untuk menarik garis demarkasi terhadap kontrovesi pilkada Jakarta yang masuk ke wilayah gelap –pertarungan isu isu SARA.

Pilkada DKI Jangan Hilangkan Kewarasan dan Kegembiraanmu

Oleh: Heru Margianto
 

 

Kawans, apa sih yang kita bela dengan menjadi haters dan lovers? Apakah mereka yang kalian bela dengan penuh makian kebencian dengan mengorbankan persahabatan bahkan persaudaraan juga memikirkan dirimu?

Kita ini hanya dijadikan konsumen demokrasi oleh mereka yang membutuhkan suara.

Warga DKI Tak Perlu Hiraukan Fatwa MUI

Oleh : Muhammad Nurudin

Di tulisan sebelumnya saya menegaskan dengan setegas-tegasnya bahwa saya bukan simpatisan Ahok dan juga tak akan memilih Ahok jika saya ditakdirkan hidup di kota yang dipimpin oleh Ahok sekarang ini. 

Ahok menang atau tidak bagi saya tak berarti sama sekali. Kalau menang dan bisa mengurusi jakarta ya Alhamdulillahi, tapi kalau sekiranya dia kalah dan jakarta tetap antah-berantah bagaikan sampah dengan pemimpin yang bisanya cuma ongkang-angkang kaki, ya Na'uzubillah sekali.

Warga Agama Versus Warga Negara

Radikalisme

Oleh : Febri Hijrah Mukhlis

Indonesia adalah negara berkebangsaan. Indonesia didirikan atas dasar Pancasila. Konstitusi negara ini menjamin setiap warga mendapat haknya sebagai warga negara, yakni hak beragama, hak sosial, hak politik, hak ekonomi, dan seterusnya. Di sisi lain seorang warga negara memiliki dua identitas, sebagai warga negara dan warga agama.

Nafsu Menyeret Ahok Ke Penjara

Basuki Tjahaja Purnama

Oleh Muis Sunarya

Drama kasus Ahok tentang al-Maidah 51 berakhir klimaks. Demo anti-Ahok benar-benar terjadi kemarin. Tujuannya satu, menyeret Ahok ke penjara. Dengan begitu usaha menggagalkan Ahok sebagai cagub DKI Jakarta tercapai.

Bukan sok tahu atas apa yang belum atau bakal terjadi, tapi menurut persepsi saya yang awam tentang realitas politik, yang konon sulit ditebak. Bukan juga mendahului tukang survei. Tapi berdasarkan pada arus politik dan kepiawaian Ahok dalam beberapa peristiwa yang menggoyangnya.

Pengangkatan Jonan dan Arcandra Langkah yang Nyaris Brilian

Oleh : AS Hikam

" Presiden Jokowi (PJ) akhirnya memutuskan mengangkat mantan Menhub, Ignatius Jonan (IJ) sebagai Menteri ESDM menggantikan Archandra Tahar (AT), kemarin (14/10/16). Pihak yg disebut terakhir itu diangkat menjadi Wakil Menteri ESDM, kendati rumor yang berhembus sepanjang sebulan terakhir mengatakan bahwa pria kelahiran Sumbar itu akan dikembalikan lagi menjadi Menteri setelah ihwal kewarganegaraannya dianggap selesai.

Ahok, Tetaplah Menjadi Jongos Ibukota

Oleh: Novriantoni Kahar
(Alumnus Al Azhar, Kairo, dosen Univ Paramadina)

 

Kalau tidak ada aral melintang atau kondisi force majeure menjelang Pilkada Gubernur DKI Jakarta 15 Februari 2017 nanti, saya akan tetap berada di sisi cahaya. Maksud saya, akan tetap memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias pasangan Ahok-Djarot. Saya tak akan berpaling kepada selain cahaya walau ada secercah dari Universitas Paramadina tempat saya mengajar ataupun sebercak dari seorang putera mahkota Dinasti Cikeas.

Soal Al-Maidah 51, Cak Nun: Yang Bilang Gubernur Itu Pemimpin Siapa?

 

Meski Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah meminta maaf secara terbuka, kontroversi soal surat Al-Maidah 51 belum tamat. Pasalnya, penanganan pelaporan dari sejumlah ormas tentang dugaan penghinaan Agama di Bareskrim tetap berlanjut, kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri (10/10).

Siapa Bilang Ini Soal Pelecehan Al Qur'an?

Oleh : Satria Dharma

Apa pun itu, sungguh tidak pantas seorang non-muslim mengomentari ayat suci agama lain di hadapan umat tersebut. (Ini salah satu komentar dalam FB saya).

Oh ya....?! Apakah Anda tidak tahu bahwa saat ini ada banyak non-muslim yang bukan hanya mengomentari ayat Al-Qur'an tapi bahkan menguliti dan membedahnya sampai menghasilkan karya tulis berupa buku-buku yang dijadikan rujukan oleh para sarjana muslim?

Pencapresan Donald Trump Terancam Gulung Tikar

 

Oleh : Muhammad AS Hikam

Donald Trump (DT), milioner dan capres dari Partai Republik AS, tampaknya sedang menghadapi ancaman serius berupa gagal total dalam Pilpres 2016, bahkan sebelum digelar pada November depan. Konglomerat real estate yang selama setahun terakhir ini selalu menuai kecaman dan jadi sumber kontroversi dalam perpolitikan negara adidaya tersebut, kini tampaknya harus memilih: siap-siap mundur dari pencalonan atau ngotot bertahan tetapi dengan resiko morat-marit dan ditinggalkan para pendukung utamanya.

Pages