Politik

Keluguan Rakyat, Kelicikan Elite

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 

Saya ingin berbagi pengalaman tentang “demo massa” karena saya cukup lama menekuni “profesi” sebagai demonstran dan aktivis. Memahami “demo komunal” akan lebih baik jika menggunakan “teori piramid” karena “demo massa” itu selalu “by design”, tidak ada yang bersifat “alami”. Bisa juga menggunakan “teori panggung” karena demo massa sejatinya adalah sebuah panggung pertunjukan dimana di dalamnya ada banyak aktor atau pemain dengan berbagai peran plus sutradara dan penulis skenario.

Langkah Jempolan Jenderal Tito Meredam Aksi 212

REDAKSIINDONESIA-Lima anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) berjaga di pintu pagar sebuah rumah di Jalan Paksi, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lepas salat zuhur, pada Rabu (30/12/2016), berdatangan para tamu yang hendak mengikuti rapat persiapan Aksi 2 Desember. Mereka yang belum dikenal oleh para Laskar, wajib menyebut asal organisasi agar diizinkan masuk.

“Anda dari mana?” tanya salah satu Laskar.

Apa Hebatnya Mengumpulkan Massa dengan Motif Agama?

Oleh : Iwan Iwe

Manusia gemar berkumpul. Apalagi jika sama-sama memiliki satu tujuan. Alasan berkumpul tidak harus rasional, bisa juga irrasional.

Jutaan orang berkumpul di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya. Semua berharap mendapatkan pengampunan dan surga seperti yang dijanjikan. Karena itu, banyak yang rela mengumpulkan harta bendanya dengan cara menabung untuk bisa pergi ke tanah suci.

Peserta Aksi 212 Hanya 750 Ribu, Ini Hitungannya

Oleh : Robbi Baskoro

Banyak perkiraan yang muncul terkait berapa jumlah jemaah yang ikut shalat jumat di monas kemarin. Ada yang bilang hanya di bilangan ratusan ribu, ada pula yang bilang sampai jutaan bahkan 7 juta sekalipun.

Karena ini merupakan domain ilmu pasti, untuk mengetahui jawabannya memang harus ada studi tersendiri yang sahih, namun perkiraan kasar juga rasanya bisa memberikan gambaran yang cukup mendekati.

Setelah 212 Lalu Apa?

Oleh: Anca Ursitadinata
 

Dirikan daulah Islam? Hukum minoritas dgn hukum Islam? Ga ada jelas cerita macam itu. Karena apa yg tampak dari 212 bukanlah perserikatan yg kokoh. Dilandasi tujuan masa depan lebih baik.. Atau itu tadi, mengupayakan daulah Islam.

Dilihat dari motif kumpul, yg sekedar ego dan emosi politis dadakan.. konklusi dari aksi juga malah disumbat oleh jokowi.

Jalan ummat Islam muncul sebagai kekuatan besar hanya sampai di titik menuntut tumbal, bukan membawa kesatuan islam politik yg lebih strategis menuju arah negara islam.

Mereka yang Merasa di Atas Angin

Oleh: Kajitow Elkayeni

 

Di balik gegap-gempita aksi damai 212, ada berita penangkapan 10 orang. Konon ada dugaan makar ditujukan terhadap mereka. Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, ancaman makar ini bukan persoalan sepele. Orang-orang boleh tertawa begitu mendengar ancaman makar. Mereka boleh menganggapnya lelucon aparat, pengalihan isu. Apalagi selama ini presiden diam saja dimaki-maki.

Makar

Oleh: Tomi Lebang
 

Delapan tokoh ditangkap polisi, Jumat pagi, menjelang unjuk rasa super damai di ibukota. Belum terang benar masalahnya, tapi dari kepingan-kepingan kabar yang berseliweran, kita menangkap satu benang merahnya: tudingan rencana makar dan permufakatan jahat. Sudah berhari-hari kata ini mendengung di kuping, seperti lalat yang mengendus aroma upil dan tak pergi-pergi.

Pages