Politik

SBY Panik, Kenapa NU Ikut Repot?

Jurus terakhir yang masih bisa digunakan oleh SBY adalah memainkan sentimen NU. Momentumnya terjadi ketika Kyai Ma'ruf Amin dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Ahok 4 hari lalu. Ketika Ahok dan tim pengacaranya keberatan dengan kesaksian tersebut, yang juga memuat dugaan adanya pembicaraan antara Kyai Ma'ruf Amin dan SBY via telepon, suatu kesan dimunculkan seolah-olah Ahok menistakan Rais Aam PBNU. Banyak orang (pura-pura) lupa bahwa Kyai Ma'ruf Amin dihadirkan di situ dalam posisinya sebagai Ketua Umum MUI.

NU dan Politik Sarungan

Sebagai contoh adalah Kang Dedi Mulyadi yang ketua DPD Golkar sekaligus sebagai wakil ketua PCNU Purwakarta..

Ini menunjukkan bahwa NU sebagai organisasi tidak membatasi ruang gerak warganya dalam kungkungan satu partai saja. Sebuah kebijakan yang cerdas mengingat iklim politik Indonesia yang masih rentan dipecah.

Mengapa Terjadi Paradoks di Negeri Relijius?

Dari sana, kemudian muncul pertanyaan yg lebih kritis? Mengapa isu (penistaan) agama menjadi sentral gempa? Mengapa masalah agama menjadi sensitif dan membuat orang mudah marah? Bukankah agama semestinya membuat orang lebih stabil, tenang, tidak mudah marah? Apalagi yg menjadi masalah lebih kepada soal simbol yg dianggap dihinakan, bukan kepada substansi substansi dari ajaran agama itu sendiri. Dari situlah saya mengajukan pertanyaan sesuai judul di atas.

Pages