Politik

Kalkulator BW

BW, menjadi buah bibir saat dia menjadi tim pengacara paslon no. 2 mengantar gugatan ke MK, yg sebelumnya mau dianggap tak ada, karena people power dianggap bisa mewujudkan nafsu angkara murka utk merampok kuasa dari pinggir jalan dgn cara sujud duluan sbg drama awal mau mengelabui pemilihnya bhw mereka menang, dgn itu mereka bs memasukkan narasi bahwa mereka dicurangi Jokowi. Sayang mereka lupa bhw dunia nyata tdk bisa dikelabui oleh pasukan kera yg cuma mbacot kemana-mana sambil garuk kepala. Gak pernah ada data, dari dulu semua pakai katanya.

Oknum Gerindra Dibalik Seruan Referendum

Ya, Muzakir atau biasa dikenal dengan Mualem adalah juga seorang petinggi Partai Gerindra Aceh. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat. Tidak terlalu mengherankan juga kalau ia membawa isu penjajahan asing dan kehancuran Indonesia waktu menyeru referendum. Narasi senada pernah dilempar Prabowo soal kemusnahan Indonesia pada 2030.

Contoh Pidato Kekalahan Pilpres yang Penuh Kehormatan dan Keteladanan

Kemudian, Hillary pun mengajak para pemilihnya untuk berlapang dada menerima kenyataan ini, sambil tak lupa mengingatkan masa depan negerinya akan tetap cerah dan penuh dengan harapan.

What a Speech!

***

Note bagi yang ingin mengaitkan pidato ini dengan kondisi Indonesia:

Narasi Kekalahan yang Salah Arah

Mereka juga teriak-teriak bagai orang sedang kesurupan setan gundul minta tolong kepada pemantau asing untuk mengawasi jalannya Pemilu. Narasi Pemilu curang dan KPU tidak netral menjadi santapan berita POST-TRUTH (distorsi kebenaran) yang mereka sebar ke seantero penjuru dunia. Padahal pertandingan belum dimulai. Apakah berhasil menarik perhatian dunia internasional ? SAMA SEKALI TIDAK. Kelakuan mereka malah menjadi bahan olok-olok dunia. Hasil yang paling nyata justru logika berpikir terbalik dari para pengikutnya semakin menggila.

Ternyata Kita Mayoritas, Teman!

PERTANYAANNYA :
√ Lalu siapakah teriak-teriak di media sosial menghujat KPU, Bawaslu bahkan menghujat Pemerintah ?

√ Lalu siapakah emak-emak yang demo di depan KPU dan kantor Bawaslu yang diprovokasi oleh Titiek Soeharto dan Neno Warisman ?

√ Lalu siapakah massa yang melakukan demo di depan kantor Bawaslu yang dikunjungi dengan mesra oleh Amien Rais, Fadli Zon, Jumhur Hidayat dan provokator lainnya ?

Catatan Gubernur Lemhannas RI Soal Penanganan Aksi 22 Mei

"Penyampaian pendapat di muka umum itu sudah ada aturan-aturannya seperti mendaftar dulu, berapa jumlah orangnya, di mana tempatnya dan ingat bahwa berakhir pada pukul 18.00 WIB. 
Kalau pendemo itu sepakat menaati peraturan, tidak akan terjadi kekerasan. 
Apalagi kalau pendemo tidak melakukan kekerasan," kata Agus di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Pages