Politik

Matikan TV-mu

Yang ditonton 8 orang tadi, lupa-lupa ingat, kayaknya di daerah Pasar Minggu. Waktu itu diputar film ‘Jakarta Hati’ (2012). Sebuah film model omni-bus, yakni satu paket film berisi lebih dari satu cerita. Bisa beragam cerita, dengan penulis skenario, sutradara dan pemain yang berbeda pula. Dari 6 cerita yang berbeda, Jakarta Hati disutradarai Salman Aristo doang, dengan skenarionya pula. 

Masih Ada Tugas Lain Kawan

ilustrasi

Orang ini melangkahi kuburan pendiri NU dan NKRI di Jawa Timur. Orang ini juga melayat dengan pakaian tidak pantas. Yang dilayat adalah mantan anggota kepolisian RI. Menghina polisi.
Mencitrakan diri dengan sangat tepat. Sandiaga ini juga sengaja melakukan drama-drama dungu saat kampanye. Pendukungnya melakukan drama bawang, juga ada yang melakukan drama ditolak. Ini demi sebuah pencitraan belaka.

Ahoker Bolot

ilustrasi

Kalo mau cari potongan puzzle, saya juga bisa koq...

Dulu menjelang coblosan banyak broadcast ke group WA yg disebar pendukung partai besar yg isinya mempengaruhi pendukung Jokowi utk tdk mencoblos partai baru...

Suhendra, Sang Penyelamat Bangsa yang Bekerja dalam Senyap

v]Siapa sosok SUHENDRA HADIKUNTONO ?

Pria lulusan University Kebangsaan Malaysia ini merupakan pemilik beberapa perusahaan multinasional yang bernaung dalam bendera INDO SARANA PRIMA GROUP yang bergerak di bidang security parking, fumigasi, plantation, furniture dan PT INDO CETTA PRIMA salah salah satu perusahaan unicorn di Indonesia. 

Oposisi Nggak Mutu, Buat Apa?

Ada jajaran ketua DPR yang mengatakan bahwa bahasa Inggris Jokowi memalukan. Sementara menurutnya, Prabowo mimpi pun dalam bahasa Inggris. Ini oposisi namanya? Orang yang sama, ketika Jokowi ulang tahun, bukannya mengucapkan ‘selamat ultah’ kek. Dia bilang dengan usia se-‘gitu’ Jokowi mesti sadar masih ada orang miskin dan tertindas. Apa hubungannya? Yang kek gitu, tak layak disebut ‘kekuatan oposisi’. Itu mah khas WTS (waton sulaya), asal njeplak.

Kursi, Oposisi dan Posisi

 

Kalau bicara kursi dan kedudukan, ada istilah tempat basah dan kering. Budaya ini sdh begitu merusak, jabatan adalah sebuah amanah sudah punah dan musnah, kl skrg Jokowi yg masih memegang kaidah itu, apakah itu awal berseminya kembali sebuah akhlak ttg kebaikan yg lama hilang, atau sebuah pembanding, bahwa Tuhan datang mengingatkan, jabatan adalah amanah yg minta pertanggung jawaban, bukan kesempatan berubah jd setan.

Pages