Politik

Saat Negara Diancam Begal

 

Ditengah proses pembentukan jati diri sbg bangsa, disana pula kita mendapat cobaan yg tak gampang, dikuasai Soeharto selama 32 thn, Indonesia bak hidup di sarang penyamun, semua diatur seragam, Golkar berkuasa warna kuning menjadi simbolnya, sampai kantor koramil dicat kuning, mungkin kalau agak lama bendera kita sudah kuning putih warnanya.

Klarifikasi DP 0 Persen oleh Sandi Dicibir

Ilustrasi

“Bener-bener aneh, dulu jelas-jelas tidak ada kata satu keluarga. Tapi DP 0 untuk yang gaji 7Juta. Setelah viral dan di Protes warga baru dirubah lagi kebijakannya jadi 7 juta itu penghasilan satu keluarga. Berarti besok kalau sudah dilantik bisa saja dirubah lagi. gak bisa dipegang omongannya,” keluh anton

Mayjen K dan ES

Ilustrasi

Mayjen (Purn) KZ pernah ditangkap polisi atas sangkaan upaya makar dalam aksi 212. Dan ES namanya juga disebut-sebut terkait dengan SARACEN. Bahkan ES akhir-akhir ini semakin menuai kontroversi dan dianggap sebagai provokator akibat pernyataan dan penafsirannya terhadap Sila pertama pada Pancasila. Sebuah pernyataan yang dianggap menistakan sekaligus empat agama yang diakui di Indonesia.

Dalam 3 Tahun Survey, Suara Prabowo Jeblok

Ilustrasi
Sikap-sikap yang dibangun dan ditunjukkan ke publik malah merugikan diri sendiri. Hal ini bias dilihat dari hasil survey elektabilitas Prabowo yang relative stagnan bahkan ada yang malah melorot. Misalnya dalam survey yang dilakukan oleh CSIS di 2015, elektabilitas Prabowo masih 28 persen, kemudian turun menjadi 24,3 persen dan September tahun ini bergerak diangka 25,8 persen.

Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Pages