Politik

Gubernur Gorontalo Dilaporkan atau Dibantu?

Di tengah kesulitan warga sejatinya bisa saling koreksi dalam mengawal bantuan pemerintah, bukan malah dimanfaatkan untuk mencari popularitas diri.

Pandemi Corona ini bukan saatnya CARI MUKA apalagi bila daerahnya dapat musibah, tetap bersama-sama antara pemimpin dan rakyat untuk mengawal sang pemimpin dalam mendistribusikan bantuan dari pusat itu.

Seorang pemimpin juga MENGANTISIPASI turunnya bantuan itu tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi malah saling menularkan virus Covid-19 dan jumlah bantuan tidak sebanding dengan akibatnya nanti.

Cacing Kremi Harus Dibuang Jangan Dimaklumi

Mungkin Donny Gahral sedang bergenit- genit cari panggung di tengah kegaduhan. Alih-alih bisa memadamkan api, apa yang dilakukan Donny justru semakin membuat api semakin bergolak dan menjadi melebar kemana-mana. Sekali lagi hal ini merupakan koreksi keras saya terhadap manajemen komunikasi publik di seputar Presiden yang terlihat acak kadut. Masing-masing orang seolah bebas berbicara di depan media. Lalu apa peran Juru Bicara Istana?

Ternyata Virus Terbesar Bukan Corona, Jadi Jangan Panik

Setiap kali sebuah pandemic terjadi biasanya sebuah pintu baru pemaknaan terbuka. Begitu kesimpulan seorang sejarahwan. Dan pandemic kali ini juga membuka pintu baru pemaknaan: "Manusia tidak bisa berbahagia sendiri di bumi. Kebahagiaan manusia tergantung pada kebahagiaan pihak lain".Begitu kata Guruji Gede Prama.

Banyak yang berpendapat KEBERSIHAN bisa mencegah Virus Corona. Lihatlah negara terbersih di Eropa, Italia pun kolaps diserang Corona.

Pak Luhut, Anda Pasti Menang

Bapak orang politik, jgn momen ini di gunakan orang licik masuk memantik, mereka bisa saja menarik masalah ini ke ranah RAS, harus di ingat kasus Jakarta saat pilkada Ahok, kita tau kondisi itu di skenariokan demikian, Bapak taulah orangnya siapa, dia masih ada dan bergerilya, karena dia masih mau berkuasa, atau minimal dia mau meletakkan jagonya. Jadi saat negara sdg demam mereka justru mau menerkam, jgn Bapak di jebak.

Fatrah

ilustrasi

Dan hebatnya lagi, para ulama kita sejak masa awal abad pertama hijriyah telah membekali kita dengan metodologi cara melakukan istimbath hukum dari kitab suci kita. Yang dengan itu, Al-Quran masih sangat terasa sebagai kitab yang hidup bersama kita, bukan seperti manuskrip kuno bulukan di moseum.

Pages