Politik

Oposisi Minim Prestasi

 

Sekarang mereka katakan # presiden mau diganti. Tapi jangankan cari pengganti Jokowi, ngurus dirinya saja mereka tak mengerti, orang2 rendah akal ini berteriak menolak fakta. Kenyataan dinistakan, kebohongan diperjualbelikan. Pengibulan, penyesatan, dilemparkan sbg isu menyerang Jokowi stlh PKI tak jadi hidup lagi, kini dgn penyesatan mereka lemparkan isu murahan padahal dirinyalah yg kesetanan.

Jangan Gaduh, Memaafkan atau Tempuh Jalur Hukum

Sepanjang suatu masalah bisa dengan mudah diselesaikan secepat-cepatnya, maka tidak ada gunanya mempersulit dan memperlama penyelesaiannya. Permudah jangan persulit. Suatu masalah yang kita hadapi seringkali sulit diselesaikan karena tidak ada i'tikad, niat yang baik dan perasaan takut untuk menyelesaikannya dengan segera.

Apa Kata Presiden PKS

 

Kedua. Belum ada kandidat yang elektabilitasnya tinggi. Prabowo yang selama ini menguntit Jokowi-pun tak beranjak naik masih dikisaran 20-25%, bahkan sangat mungkin bisa turun paska pernyataan Indonesia Bubar 2030, karena dianggap sebagai pemimpin yang pesimistis. Sedangkan Gotat dari berbagai survey tak pernah beranjak dari kisaran 4-7% saja.

Prof Mahfudz Kuliti Bobroknya Orde Baru

Ilustrasi

Jadi... Kalau ingin melihat INDONESIA MAJU, marlahi kita semua mulai CERDAS & BERSATU, memilih Pemimpin dengan HATI NURANI dan PRESTASINYA, bukan omongan profokatornya. GUSTI ORA SARE!

Ada 3 langkah awal penting yang harus kita perhatikan dalam memilih seorang Pemimpin (Pilkada 2018 & Pilpres 2019), sbb :

Pages