Politik

Sejarah Penistaan Al Qur'an di Indonesia Tak Lepas Dari Isu Politik

Akan tetapi, baik penerjemahan maupun transliterasi pernah ditentang keras dan disebut penistaan dalam sejarah Islam Indonesia. Muslim memang sangat sensitif terhadap al-Qur’an. Setiap perubahan yang terjadi, sungguhpun hanya perubahan atributif selalu menghadapi penentangan. Hal ini berakar paling tidak pada dua hal. Pemahaman keyakinan terhadap I`jāz al-Qur`ān pada satu sisi dan keyakinan bahwa Injil dan Taurat telah mengalami taḥrīf pada sisi lain.

Rekam Jejak Anies Sandi yang Bermasalah

Ilustrasi

6. Anies berkolaborasi dengan Rizieq Shihab dan FPI yang identik dengan tokoh dan gerombolan kekerasan. Hingga saat ini sudah ada 15 Pengaduan Polisi terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Rizieq dari penghinaan, fitnah, ancaman, penodaan agama, penyerobotan tanah dan pornografi.

Adillah Dalam Memilih Gubernur DKI Jakarta

Puncaknya adalah ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaannya tentang larangan umat Islam memilih pemimpin Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin (dalam konteks Pilkada DKI, yang dimaksud adalah Ahok). Tidak hanya itu, lembaga keagamaan ini juga membawa kasus kontroversi ceramah Ahok di Kepulauan Seribu ke publik. Ahok dinyatakan telah melakukan penistaan agama karena dianggap telah melecehkan surah al-Ma’idah: 51.

 

Ahok-Djarot Berpotensi Besar Menang Satu Putaran

Perhelatan pesta demokrasi, pilkada serentak tahun 2017 yang akan diikuti oleh 153 pasangan calon dari 101 daerah kini tinggal hitungan hari. Gelaran pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan 15 Februrai 2017 mendatang sudah semestinya disambut gembira oleh segenap lapisan masyarakat untuk memilih putra terbaik daerahnya.

Menimbang Agus, Ahok dan Anies

Ilustrasi

Karena itu, menurutku, baik Agus maupun Anies sama sekali bukan lawan imbang bagi sosok Ahok yang sangat idealis dan perkasa, baik dari segi konsep maupun karya nyata. Ibarat sebuah pertarungan tinju, Ahok itu petinju kelas berat, Agus baru belajar tinju, sedangkan Anies itu bukan petinju tapi "pengamat tinju" he he. Jadi ya memang tidak imbang.

Kampanye Rasis Anti Kebhinekaan Anies

Ilustrasi

Dan lagi-lagi, kampanye diskriminatif berbasis SARA keluar dari paslon Gubernur DKI no-3 ini. Menjadikan isu beda agama adalah penggiringan (pembodohan?) publik menjadi irrasional-emosional dan makna demokrasi direduksi dan tunduk pada pemikiran-pemikiran primordial dan otoriter. Dan pada akhirnya akan melahirkan pemimpin yang rasis.

Tentu mempertimbangkan agama dalam memilih pemimpin bukan hal yang salah. Namun, jika pertimbangan agama menggeser ukuran-ukuran rasional secara menyeluruh, demokrasi akan gagal menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Berebut Franchise Tuhan dalam Pilkada

Berbeda dengan Anies. Dia terang-terangan mendatangi markas FPI dan semakin menunjukan keberpihakkan pada kelompok ini. Dalam wawancara di acara Mata Najwa, Anies juga terang-terangan mengharamkan memilih pemimpin non-muslim. Sebuah sikap yang bertolak belakang dengan idenya merajut tenun kebangsaan. Rupanya, dia masa bodo dengan tenun kebangsaan, yang penting menang Pilkada.

Jadi statemen keluar karena momen Pilkada saja. Anies sedang berusaha mendapatkan lisensi Tuhan untuk kampanyenya.

Langkah Kuda yang Sempurna

Saya malah melihat kunjungan itu sebagai langkah positif, terutama pada posisi Wiranto sebagai Menkopolhukam yang notabene adalah perwakilan pemerintah.

Salah satu pemikiran strategis Sun Tzu dalam "the art of war" adalah dekatlah pada sekutumu, tapi lebih dekatlah pada musuhmu. Merapat kepada mereka yang berlawanan sebenarnya adalah senjata yang efektif. Dengan semakin dekat, maka musuh akan semakin sulit bergerak.

Pages