Politik

Budi Waseso Ikut Pilkada, Siapa Yang Untung dan Rugi?

Oleh : Susy Haryawan

Makin ramai dan makin riuh rendah pilkada DKI. Bakal calon saling menjual diri baik dengan pantas ataupun tidak. Belum lagi parpol pelaku utama, yang merasa tersingkir juga mulai gerah dan panas sebentar, menggigil kedinginan. Berlomba-lomba menyatakan mau mengusung si A atau si B, dan kadang ada yang membantah baik oleh bawahan atau atasan dari parpol yang sama.

Banyak Kritik Jokowi, Banyak Kegagalan SBY Terungkap

Oleh : Suci Handayani

Sejak awal bulan Maret 2016 ini, berita tentang presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  terus mengalir. Bagaikan air bah, semakin  hari semakin deras dan terus membesar.  Semakin membuat publik penasaran, geram dan bertanya-tanya .  Hal itu terjadi salah satunya karena orang-orang di dekat SBY-lah yang terlalu emosional  ‘menyambar’  hal-hal yang berbau SBY dan memberikan ‘pembelaan’ yang cenderung  asal-asalan alias hantam kromo.

Catatan atas Rekomendasi Partai Demokrat berdasarkan Tour de Java SBY

Oleh:  Niken Satyawati

Blusukan tour de Java berakhir sudah yang diikuti pak SBY sekeluarga hingga cucunya, diakhiri dengan foto mesra bersama ibu dan Ibas berikut isteri dan anaknya. Blusukan juga diikuti sejumlah fungsionaris Partai Demokrat walau tidak ikut selfie. Dan kini Pak SBY dkk di Partai Demokrat memberikan rekomendasi buat pemerintah Presiden Jokowi.

Serangan Roy Suryo Kepada Jokowi, Justru Menyerang Balik SBY

Oleh : Suci Handayani

Setelah SBY di SKAK MAT Jokowi lewat blusukan ke Hambalang (menjawab kritikan SBY soal pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah Jokowi), rupanya kubu SBY belum mau diam, bahkan cenderung meradang.

Kalau yang lalu, SBY bicara gamblang, sendiri, kali ini tidak. SBY bermain cantik, menahan diri untuk tidak ‘menyerang langsung’ Jokowi, tetapi ia ‘menyerang’ Jokowi lagi lewat kadernya, mantan Menpora, Roy Suryo.

Jakarta Akan Punya Banyak Gubernur Hasil Kompromi

Oleh: Maz Toni/Tante Paku
 

Sebuah pasukan berjumlah seribu orang mudah untuk ditemukan, tetapi betapa sulitnya menemukan seorang jenderal. Begitu juga di Jakarta, jumlah penduduk Kota Jakarta saat ini sudah mencapai 12,7 juta orang pada siang hari dan 9,9 juta orang pada malam hari, tetapi tidak mudah menemukan seorang gubernur yang punya kemampuan mengatasi persoalan Ibukota Indonesia yang rumit itu.

Pages