Politik

Isu Kebangkitan Komunisme Motif Politik Para Jendral ?

Oleh: Bambang Priyo Jatmiko

Ribut-ribut soal kebangkitan komunisme di Indonesia yang digulirkan sejumlah purnawirawan kembali menimbulkan pertanyaan, apa iya komunis mau bangkit lagi?

Tak jelas apa motif yang mendorong para purnawirawan tersebut "menakut-nakuti" publik dengan mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) akan bangkit lagi? Motif politik? Saya tidak tahu.

Pun jika tudingan para purnawirawan itu benar adanya, apa keuntungan yang diperoleh para pengikut PKI dengan kembali membangunkan partai tersebut? 

Saat Isu Jualan Sang Jendral Tak Laku Lagi

Oleh : Ryo Kusumo

“Sejarah ditulis oleh Pemenang” Itulah yang terjadi di Indonesia ketika kami-kami ini yang dulu masih duduk manis di sekolah dasar, harus bersiap sambil bawa cemilan untuk bergadang malam setiap tanggal 30 September tiba, itulah previlege kami sebagai anak kecil, yang dilarang keras nonton "adegan berdarah" oleh bapak ibu kami, bahkan film Barry Prima sekalipun. Tapi soal film G30S, justru kami di wajibkan memelototi satu persatu pisau "gerwani" dalam mengiris para Jenderal yang ditangkap. Ah, adegan berdarah yang mengasyikan dulu.

Saya Sayang Pak Kivlan

Oleh: Denny Siregar
 

Setelah tulisan saya tentang mati ketawa ala pak kivlan dan dibalas oleh pak kivlan sendiri, entah sudah berapa media online yg mengangkat berita itu dan entah berapa inbox yg saya terima....

Saya menjadi "enemy no 1" karena memyinggung peran seorang Jenderal yang dianggap sudah berbuat banyak untuk negara ini. Apalagi - katanya - pak Kivlan sudah berjasa besar membebaskan 10 sandera dari gerilyawan abu sayyaf. Gerilyawan ? Setahu saya mereka teroris, sejak kapan mereka tiba2 dipakaikan baju gerilyawan...

Cukupkah Sejuta KTP Teman Ahok?

 

 

Oleh: Wisnu Nugroho

Selain ungkapan kocak cenderung sinis beberapa "Teman Ahok" di media sosial menagih janji politisi kepada Monumen Nasional (Monas), tidak cukup terdengar kegembiraan atau rencana perayaan atas segera tercapainya sejuta Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hingga Minggu (5/6/2016) malam, "Teman Ahok" melalui webnya telah mengumpulkan 933.846 KTP untuk Ahok yang akan berpasangan dengan Heru Budi Hartono. Dibutuhkan 66.153 KTP dukungan untuk tercapainya sejuta dukungan.

Menghina Kepala Negara Bukan Kebebasan Berpendapat

Ilustrasi

Oleh Gerry Setiawan

Tgk. Ni, sapaan akrab mantan panglima GAM Wilayah Pasee, Teungku Zulkarnaini Hamzah sudah dua kali dipanggil dan diperiksa Ditreskrimum Polda Aceh. Polda Aceh juga meminta keterangan 10 saksi. Tgk.Ni diperiksa atas dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukannya beberapa waktu lalu.Tgk. Ni telah menebar kebencian, penistaan, serta pencemaran nama baik Presiden RI Joko widodo pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPW-Partai Aceh, Geudong, Aceh Utara, 7 April lalu.

Skenario Ahmad Dhani Cs Kaitkan Jokowi Demi Goyang Ahok

Oleh : Suci Handayani

Beragam cara dilakukan para pesohor yang selama ini berseberangan dengan Ahok. Setelah menghantam dengan berbagai persoalan seperti kasus RS Sumber Waras, reklamasi, pengusuran pemukiman warga di sejumlah lokasi, kali ini mengusung isu yang mengaitkan dengan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini pesohor yang muncul adalah musisi Ahmad Dhani (AD) dengan disertai Ratna Sarumpaet. Setelah aksi yang direncanakan gagal, AD mengoceh tentang pelarangan aksi atas permintaan Jokowi.

PKI, Ancaman atau Amarah Para Jendral Purnawirawan?

 

Oleh: Heru Margianto

1 Juni 2016, Presiden Jokowi menorehkan sejarah baru. Pemerintah menetapkan secara resmi 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila merujuk pada pidato Bung Karno di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKI) pada tanggal yang sama tahun 1945. Dalam sidang itu kata “Pancasila” disebut pertama kali.

Etiskah Tempat Tidur di Ruang Kerja Anggota DPR RI?

Oleh : Suci Handayani

Netizen tergelitik dan ramai memperbincangkan foto pertemuan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Fadli Zon dan musisi Ahmad Dani, di ruang kerja Fadli Zon yang dilengkapi tempat tidur. Weh, ada tempat tidurnya.

Rasanya tidak salah jika netizen memberikan kritikan saat melihat ruang kerja Fadli Zon yang dilengkapi dengan tempat tidur. Tidak salah juga jika persepsi masyarakat akan cenderung ‘liar’ saat melihat dalam sebuab ruangan kerja resmi seorang pimpinan DPR RI dilengkapai tempat tidur.

Pages