Politik

Cak Imin dan Manuver Ecek-eceknya

Pernyataan itu membuat NU mulai bergerak mundur ke jaman kegelapan. Ke masa ia menjadi partai politik. NU dikendalikan oleh beberapa elit demi kepentingan politik. Ini sebuah manuver yang mencengangkan. Orang-orang mulai kehilangan kontrol untuk menahan diri dari bujukan tarian politik praktis yang molek dan menggairahkan.

Rontoknya Koalisi Kardus, Berkah Buat PKS dan PAN

Kalau saja akhirnya koalisi Gerindra dan Partai Demokrat rontok, maka ini kabar gembira dan BERKAH buat PAN dan PKS. Karena secara otomatis "posisi tawar" PAN dan PKS kembali MENGUAT. Gerindra dan PD sama-sama membutuhkan kedua partai (PAN dan PKS) ini secara bersama-sama untuk bisa mencalonkan jagoannya di Pilpres 2019. Karena Gerindra dan PD secara sendiri-sendiri tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan tiket Pilpres 2019.

Kesempatan Terakhir Prabowo

PAN sebenarnya lebih tahu diri. Sadar bahwa nilai jual Zulkifli Hasan sangat rendah, PAN cenderung menyodor nyodorkan si ganteng Somad Batubara sebagai cawapresnya Prabowo. Bukan apa apa, ini adalah solusi jalan tengah. Yang penting cawapresnya bukan dari PKS atau Demokrat, yang membuat mereka menikmati keuntungan electoral. Lebih baik cawapres non parpol, tapi punya popularitas dan elektabilitas yang lumayan. Si ganteng Somad punya massa sangat besar dari kalangan umat Islam (versi Monas 212).

PAN dan PKS Bakalan Tak Punya Gerbong Dalam Pilpres 2019

Ilustrasi
Kedua, posisi sama kuat antar 3 kepentingan menyebabkan mereka kebingungan. Jika nekad mengambil dari Parpol, maka 2 parpol lain akan mundur. Hanya Gerindra dan parpol yang kadernya diajukan yang tetap bertahan. Prediksinya kursi Cawapres akan dilepas ke non parpol. Dan nama yang paling kuat tentu saja UAS. Jika UAS masuk, otomatis Partai Demokrat akan memaksa meminta jatah posisi menteri paling banyak. Mengapa?

Menolak Lupa: Layakkah Prabowo Memimpin Negeri Ini?

Perjalanan karier militernya berlari sangat kencang setelah dia menikahi Siti Hediati Hariyadi (TITIEK SOEHARTO) anak ke-4 Presiden Soeharto. Sosok Prabowo berdasar referensi yang saya baca tercatat sering bersikap keluar dari etika dan norma kemiliteran yang menjunjung tinggi hirarki dan senioritas. Dari penuturan beberapa jenderal yang pernah menjadi atasannya dia bahkan pernah melawan Pangab Jenderal Benny Moerdani padahal saat itu dia masih berpangkat perwira menengah.

Bencana Jangan Di Politisir

Coba dipikir, apa hubungannya TGB dukung Jokowi dengan azab dan gempa bumi? Memangnya dosa apa yang telah diperbuat TGB dengan mendukung Jokowi? Kalian bukan Tuhan, yang punya otoritas untuk menghakimi umat manusia. Tapi saya lihat di akun IG pak TGB ada banyak sekali komen komen yg mengkaitkan bencana gempa bumi dgn pilihan politiknya TGB. Ada yg meminta TGB kembali ke jalan yg benar. Ndasmu kuwi! Dimana letak salahnya TGB?

Pages