Politik

Memutus Jejak Pemimpin Korup

Ilustrasi

 Secara psikologis, seleksi kepemimpinan tak cukup dengan materi atau jumlah dukungan surat suara dan gerakan partai politik. Seharusnya, diukur dengan kualifikasi dan predikat prestasi pengalaman dalam hal kepemimpinan dan pengabdian terhadap masyarakat. Dengan demikian, apakah semenjak menduduki jabatan pejabat negara atau kepala daerah pernah tersentuh kasus skandal atau pernah menjadi pasien lembaga penegakan hukum: Pertama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedua, Kejaksaan. Ketiga, Kepolisian.

Anak-Anak Revolusi

 

Mungkin ceritanya akan lain. Che Guevara tidak akan mati di ditembak sersan yang kecanduan alkohol, di sebuah gedung tua sehari setelah dia ditangkap di hutan Bolivia. Tapi mungkin, dia akan mati karena menderita rematik dan paru-paru basah. Di sebuah rumah jompo, di pinggiran Havana.

Che barangkali tetap meneruskan studinya di fakultas kedokteran universitas di Argentina. Lulus. Jadi dokter. Pacaran dan menikah. Lalu beranak pinak seperti marmut.

Jakarta 2012 dan 2017

Ilustrasi

Pangkas 25% anggaran

Aksi Ahok yang cukup mengejutkan bawahannya adalah soal anggaran. Dalam rapat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Ahok meminta semua anggaran proyek dipangkas 25%. Pemangkasan anggaran di seluruh Satuan Kerja Pemerintahan Daerah lebih efisien. Dana hasil pemotongan itu kemudian bisa dialihkan pada program pelayanan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan usaha kecil menengah.

http://lipsus.kontan.co.id/v2/jokowi/read/114/

Perppu Ormas dan Partai Sontoloyo

 

 

Titik kulminasi itu akhirnya tiba, Tuhan jengah juga rupanya melihat sirkus amoral kumpulan orang-orang celaka bermuka dua, bicara akhirat, kelakuan bejad. Jokowi si ndeso yg kata achmad dhani kurang cerdas, padahal dia sendiri ngurus burungnya saja belepotan, manusia rendah akhlak ini galaknya kayak malaikat malik penjaga neraka, semua ujudnya tidak mewakili pikiran manusia, tapi pada akhirnya kita mahfum karena disanalah kelasnya dan siapa kawan-kawannya.

Petisi Politik, Gertakan Sambal SBY

Ilustrasi

"Bagaimana mungkin kita percaya pada pemerintah kalau tidak jujur dan mudah sekali berbohong. Itu semua tidak jujur, mudah sekali berbohong, ingkar janji termasuk perbuatan tercela," tutur SBY.

SBY menambahkan, menurut Undang-Undang Dasar 1945 jika pemerintah masih melakukan perbuatan tercela maka bisa mendapat sanksi yang berat.

Puisi untuk Sang Demonstran

 

Kau memang ingin ditangkap, bukan?
Sehingga ada kesempatan disebut pahlawan
Agar namamu makin moncer tak berkesudahan
Buat bekal nyaleg kalau kampus memutuskan kau dikeluarkan
Identitas sebagai kader partai pun tak perlu lagi disembunyikan

Kau memang pemberani, Kawan
Begitu berani hingga amanat orangtua pun kau lawan
Disuruh cepat lulus malah ambil cuti kuliah enam bulan
Demi agar bisa demo kesana kemari memenuhi pesanan
Karena hasilnya memang lumayan

Jangan Move On, Jangan Berhenti Mendukung

Ilustrasi

Semakin cerewet pemilih, baik mendukung maupun nyinyir, semakin baik, karena ini memberi sinyal-sinyal buat pemimpin bahwa mereka dikontrol rakyat. Pelan-pelan membentuk semacam saringan melahirkan pemimpin. 40 tahun lalu, mana bisa kita nyinyirin sayembara pantofel-nya sandy, mulut comberannya ahok, manut-manut aja dapet pemimpin karut marut kayak apapun.

Pages