Politik

Mbak Titik, Kau Mencari Apa di KA Ekonomi?

Oleh : Yon Bayu

Siti Hediati Harijadi melakukan perjalanan politik yang ciamik. Di tengah kerasnya isu politik menjelang reshuffle kabinet dan pilkada serentak 2017 yang tahapannya akan dimulai Juli mendatang, Putri ke empat mantan Presiden Soeharto ini, naik kereta api Prambanan Express dari Stasiun Maguwoharjo Yogyakarta ke Stasiun Balapan Solo. Express Prambanan merupakan kereta api ekonomi bertarif Rp 10 ribu per penumpang.

Ahok, Ujian Intuisi Megawati

 

Oleh: Heru Margianto

Megawati  Soekarnoputri bukanlah sosok yang artikulatif. Kalimat-kalimatnya yang kerap kita dengar di forum-forum terbuka bukanlah kata-kata yang terstruktur seperti Susilo Bambang Yudhoyono. Kadang kalimat-kalimat Mega malah terasa seperti kata yang terpenggal-penggal.

Ia memang bukan politisi yang pandai berkata-kata. Namun, sejumlah dinamika politik di negeri ini sesungguhnya amat dipengaruhi oleh pilihan-pilihan politiknya. Sejumlah orang yang mengenalnya dari dekat mengatakan, Megawati memiliki intuisi politik yang tajam.

Parpol Kalap, Pemilih Muda Diilegalkan Memilih Ahok

Oleh:  Hanny Setiawan

Bukan hanya verifikasi faktual yang dipersulit, UU Pilkada yang baru juga berisi pasal yang berpotensi menjegal para pemilih muda untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pilkada Daerah 2017. Teman Ahok dalam status di Facebook menyatakan secara lengkap sebagai berikut:

UU Pilkada yang Baru bisa Membegal Hak Politik Pemilih Pemula Tak hanya waktu dan mekanisme verifikasi, salah satu aturan baru di UU Pilkada ternyata berpotensi Membegal Hak Mengusung Calon independen bagi Pemilih Pemula.Pemilih Umur 17-19 tidak bisa mengusung Ahok.

Apakah Ahmad Dhani Lebih Sopan dan Beradab Dibandingkan Ahok?

Oleh : Mbah Gugel

Kegagalan sebagai calon kandidat gubernur Jakarta membuat seorang sosok Ahmad Dhani beringas baik perilaku maupun kata2nya, terutama sebagai orang yg cukup terpelajar dan seorang artist, pernyataannya saat mau minta dukungan dan pengusungan dari partai politik, sepertinya harus menjelek jelekan Ahok dulu, justru hal tersebut memperlihatkan kebodohannya, inilah yang membuat dia terpental dari bursa kandidat gubernur Jakarta.

Diam itu Bukan Berarti Takut, Jenderal…!

Oleh : Jim B Aditya

Hingga kini, Jokowi masih bersikap diam dan sama sekali tidak mau ikut terpancing menanggapi isu “kebangkitan komunis gaya baru” yang jelas-jelas mengarah ke dirinya. Apakah dia takut? Jiper, menghadapi manuver kotor lawan politiknya, yang terus berusaha mencari celah untuk menggoyang kekuasaannya? Hehehe… Saya kok meragukannya.

Cinta Terpendam... PDIP Sayang Ahok

Oleh: Denny Siregar
 

Tiba-tiba bermunculan spanduk Ahok - Jarot dimana2..

Ada apa ini ? Kenapa ? Dan muncullah banyak spekulasi yang rumit yang kadang bacanya aja seperti mengurai sempak kusut dalam lemari...

Sebenarnya, kalau pun memang terpasangkan Ahok - Jarot juga tidak apa2, toh selama ini mereka juga bekerja dengan baik. Meski sempat bersitegang di awal ketika Ahok memutuskan independen, tapi dalam kerja mereka masih bisa koordinasi. Pak Jarot dulu juga adalah pilihan Ahok sendiri untuk menjadi wagub-nya.

Ahok di Najwa on Stage; Semua Karena Cinta dan Perjuangan

Oleh: Birgaldo Sinaga
 

Kemarin malam Lapangan Parkir Senayan benar benar tampak lain. Ribuan orang tampak mengular tertib berdiri menunggu giliran masuk tempat acara Najwa On Stage. Tamu spesial Najwa On Stage kali ini adalah Ahok, Gubernur Jakarta.

Sejak siang, para penonton yg ingin melihat Najwa On Stage secara langsung sudah tiba berbondong bondong membentuk grup grup kecil bersama teman atau keluarga. Akibatnya, panitia kewalahan. Menjelang Maghrib puluhan ribu orang sudah penuh sesak berdesakan.

Isu Kebangkitan Komunisme Motif Politik Para Jendral ?

Oleh: Bambang Priyo Jatmiko

Ribut-ribut soal kebangkitan komunisme di Indonesia yang digulirkan sejumlah purnawirawan kembali menimbulkan pertanyaan, apa iya komunis mau bangkit lagi?

Tak jelas apa motif yang mendorong para purnawirawan tersebut "menakut-nakuti" publik dengan mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) akan bangkit lagi? Motif politik? Saya tidak tahu.

Pun jika tudingan para purnawirawan itu benar adanya, apa keuntungan yang diperoleh para pengikut PKI dengan kembali membangunkan partai tersebut? 

Pages