Politik

Manuver SBY Memakan Korban AHY

Tapi perlu publik ketahui, Denny JA adalah bagian dari tim pemenangan Agus-Sylvi yang selama ini paling getol mengobarkan isu SARA lewat survei-survei dan ulasan politiknya sejak Oktober 2016. Karena itu, wajar bila sebagian orang memplesetkan nama Denny JA menjadi Denny AHY karena keberpihakannya yang urakan dan membabi-buta terhadap Agus-Sylvi.

Menyibak Makna Politik di Balik Grasi Antasari Azhar

Bagi ES, keinginan Pak AA utk membuka kasus beliau juga merupakan hak dan memang ada berbagai indikasi bahwa kasus beliau masih sarat dengan hal-hal yang perlu dibongkar, demi mengembalikan nama baik, martabat, dan reputasi manatan Ketua lembaga antirasuah itu. Terkait dengan pendekatan PDIP thd AA, menurut ES hal itu juga bukan sesuatu yang wajar saja karena adanya kesamaan pandangan politik antara beliau dengan PDIP. Jadi tidak ada kepentingan politik dari pendekatan tsb.

Strategi 'Permainan Catur' ala Jokowi

Nah, berdasar bukti rekaman dan demo yang terjadi hasil rapat gelap itu, para pion dicokoklah dari tempatnya masing2. Di interogasi dengan tudingan makar, mereka tidak ada yang bisa membantah, wong bukti rekaman ada.

Ada kabar, salah seorang pion yang kepalanya botak bahkan nangis2 dan akhirnya bernyanyi.. "Menangislah, jika harus menangis, karena kita semua manusiaaa..."

Ahok-Djarot Ungguli Agus dan Anis

Perlu saya kemukakan bahwa jajak pendapat ini tidak terkait dengan elektabilitas paslon-paslon tsb. Ia hanya merupakan salah satu indikator tentang bagaimana penilaian publik, yang menyaksikan debat paslon Pilkada DKI pada ronde ke 2 semalam, terhadap kualitas mereka, baik dalam hal komunikasi, substansi, dan respon mereka terhadap pertanyaan-2 yang diajukan oleh moderator.

Akbar-nya Patrialis

Benar saja. Begitu keluar dari ruang pemeriksaan dan memakai baju indah berwarna oranye sebagai yang pertama dikatakan oleh Patrialis di depan wartawan adalah, “Saya dizalimi”. Katanya, dia tidak menerima uang sesen pun dan Pak Basuki yang disangka menyuap dirinya itu bukan orang yang beperkara di MK. Lihatlah ke belakang.

Jakarta di Tangan Kang Anies

Sebenarnya bener kata Ahok, kang Anies ini lebih bagus jadi dosen. Teori bolehlah, tapi praktek bisa jauh api dari panggang. Seperti saya bilang, seandainya dosen saya kang Anies, saya bisa ngorok di bangku belakang atau lebih baik baca Enny Arrow aja sama teman2..

Membangun kota keras seperti Jakarta itu tidak bisa sibuk pada tataran konsep, karena manusianya - terutama di jajaran PNS - sudah rusak semua. Mereka sudah kacau cara berfikirnya, menganggap dirinya raja dan rakyat adalah pelayannya.

Pages