Politik

Ahok Di Atas Angin, Polemik Reklamasi Selesai, Niat Jahat Sumber Waras Terbongkar

Oleh : Assaro Lahagu

Polemik sengit reklamasi Teluk Jakarta akhirnya selesai. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, menghentikan sementara (moratorium) reklamasi Teluk Jakarta. Keputusan itu diambil dalam pertemuan bersama Menko Kemaritiman, Menteri Lingkungan hidup dan kehutanan dan Menteri KKP (diwakili), seperti dilansir Detik.com (Senin, 18/4/2016).

Lalu apa esensi dari moratorium itu?

Penjelasan Direktur RS Sumber Waras Atas Kecurigaan BPK

REDAKSIINDONESIA-Direktur Utama Rumah Sakit Sumber Waras Abraham Tedjanegara mengatakan, tidak ada kesepakatan antara RS Sumber Waras dan Pemprov DKI dalam menentukan batas waktu pembayaran sebagian lahan Sumber Waras.

Hal tersebut disampaikan Abraham dalam menampik kecurigaan Badan Pemeriksan Keuangan akan waktu transaksi jual-beli sebagian lahan sumber waras.

BPK menilai waktu terjadinya transaksi itu tidak wajar, yakni yakni pada 31 Desember 2014, lewat pukul 19.00, atau lewat jam kerja.

Elektabilitas, Popularitas serta Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Jokowi Meningkat

Oleh : Musyaffa

Hari-hari ini, sepertinya menjadi angin segar bagi Jokowi dan jajaranya. Pada Catur Wulan (Cawu) I 2016, Pemerintahan Jokowi mendapatkan nilai baik yang lebih dominan, meskipun terdapat nilai ‘merah’. Salah satu lembaga survei, Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC) telah merilis hasil penelitiannya yang dilakukan 22 – 30 Maret 2016. Adapun penilaian Netizen, penulis ambil dari kolom tanggapan di portal berita Kompas.com dan Liputan6.com.

Siapa Berani Menantang Ahok Dalam Kebersihan Harta Kekayaan?

Oleh : M Jaya Nasti

Saat ini Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sedang bertarung hidup atau mati melawan BPK dalam kasus pembelian tanah milik RS Sumber Waras. JIka Ahok yang kalah maka berakhirlah karirnya dan dia masuk bui. Meskipun ia tidak menikmati uang korupsi itu, Ahok akan dinyatakan melakukan korupsi karena melakukan pembelian tanah RS Sumber Waras yang harganya dinilai kemahalan. Ia mungkin terkena pasal memperkaya orang atau pihak lain yang menyebabkan timbulnya kerugian Negara.

'Niat Jahat' Ahok

Oleh : Denny Siregar

Niat jahat dalam hukum disebut juga Mens Rea.

Kenapa KPK terus mencari "niat jahat" Ahok dalam pembelian RS Sumber Waras ? Karena Ahok tidak terbukti memperkaya dirinya sendiri melalui transaksi itu. Karena tidak ada alat bukti, maka perlu dicari niat jahat yg terkandung dalam transaksi itu.

Dalam hal ini KPK harus berada pada sisi curiga, bukan berprasangka baik. Dan sampai sekarang kecurigaan KPK belum terbukti, bahkan belum menemukan niat jahat apapun.

Oke, mari kita lihat niat jahatnya Ahok untuk membantu KPK.

Balada The Lone Ranger Ahok

Oleh: Christianto Wibisono
 

Di tangan Ahok semua tradisi dirobek-robek. Jika selama ini seorang gubernur menyembah para DPRD, gubernur Ahok membanting DPRD ke dasar jurang. DPRD yang memang sudah menjadi sarang maling, berteriak lantang menyemprit Ahok. Tetapi Ahok lebih galak, ia meneriaki mereka lebih lantang, hingga semuanya menekuk ekor tak berkutik, bagai kucing ketakutan di pojok ruangan.

Izin Reklamasi Ahok Dihujat Habis-habisan, Ini Hanya Siasat Busuk Asal Jangan Ahok

Oleh : Syaiful W Harahap

* Padahal, “Pulau“ Ahok Justru Ada di Gugusan Pulau Reklamasi yang Izinnya Diberikan Foke

Arah Pemberitaan sebagian media massa nasional tentang rekalamsi Teluk Jakarta yang dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 52 Tahun 1995 hanyalah ‘menembak’ Ahok karena sama sekali tidak ada yang menyinggung izin yang diberikan di masa Gubernur Fauzi Bowo (Foke).

Sudah Keharusan Sejarah Panama Papers Terbongkar Tatkala Ahok Diserang

Oleh : Hanny Setiawan

Terbongkarnya Panama Papers di dunia Internasional yang hampir bersamaan dengan di tangkap tangannya Sanusi, dan diserangnya Ahok disegala arah, seperti sebuah pertanda Ilahi bahwa semestakung (Semesta Mendukung) Ahok. Sebuah keharusan sejarah sedang terjadi.

Pages