Politik

NU: Kasus Ahok Dimanfaatkan Pintu Masuk Bentuk Negara Islam

Dia mengemukakan ideologi mendirikan negara Islam tidak pernah mati dari negara ini. Aksi unjuk rasa 4 November lalu yang melibatkan banyak umat muslim adalah bentuk pergumulan ideologi membangun negara Islam tersebut. Dalam kalangan muslim, sempat terjadi perbedaan karena sebagian melihat aksi itu dijadikan pintu masuk menghidupkan kembali negara Islam.

Indonesia, Saudi, dan China

Tidak ada sama sekali isu tentang kekhawatiran bahaya laten komunis dan tetek-bengek lainnya seperti yang dikumandangkan oleh jamaah "Bani Nasbung" di Indonesia. Warga Saudi hepi-hepi saja dengan aneka produk China yang "mengsunami" kawasan Jazirah Arab ini: dari ponsel sampai boneka onta he he. Bukan hanya China, produk-produk dari Russia yang sebagian berlogo palu arit seperti dalam foto ini (kredit foto untuk Pak Kiai Nurul Huda) juga bertebaran di Saudi.

Lawatan Heboh Raja Salman

3.Dari kaca mata ini, agak menggelikan propaganda pendukung Wahabi bahwa mereka akan membantu perekonomian Indonesia dari cengkeraman Cina dengan pinjaman tanpa bunga. Arab Saudi justru tengah menggalang dana untuk menyelamatkan perekonomian Kerajaan. Bagaimana dengan investasi? Investasi jelas berbeda dengan pinjaman. Investasi tidak harus dilakukan oleh Pemerintah. Fiskal Kerajaan yang tengah berdarah-darah tidak berarti Arab Saudi miskin. Uang yang dipegang para pengeran masih sangat besar.

Semoga Pak Anies Melunasi Bayaran Mas Pandji

Mas Pandji juga menggiring opini pembaca dengan sebuah kalimat tanya “memilih untuk diri sendiri atau memilih untuk seluruh warga Jakarta ?” Mas Pandji lupa, bahwa sebelum kasus Al-Maidah 51, menurut hasil survey yang dilakukan SMRC Oktober 2016 lalu, 75% warga Jakarta puas akan kinerja Gubernur Ahok. Dalam survey itu rata-rata 90% warga Jakarta menilai pelayanan Pemerintah DKI soal sarana dan prasanana baik/sangat baik.

Siapa Gubernurmu?

Sedihnya, yang menyebar info ini adalah teman2 yang dulunya pintar dalam pelajaran dan sukses dalam kehidupan, tetapi ternyata akalnya melemah ketika berhadapan dengan fanatisme golongan. Mereka menganggap pluralis itu adalah kemunafikan.

Sempit sekali cara berfikirnya, sesempit pergaulannya. "Kurang jauh mainnya.." Kata temanku yang paham agama..

Urgensi Polri Mengusut Tuntas Aliran Dana Ke Turki

Apa yang sedang dilakukan oleh para penyelidik Polri dibawah pimpinan Jenderal M. Tito Karnavian (MTK) dlm kasus YKUS ini perlu diapresiasi, didukung, dan terus dipantau oleh publik. MTK punya pengalaman luas dalam bidang kontra-terorisme, dan Polri juga punya jejaring internasional utk penyelidikan aliran-aliran dana dan/ atau transaksi global.

Banjir Jakarta dan Belajar Berterima Kasih Kepada Gubernurnya

Sulitkah menanggulangi banjir di Jakarta? Pasti sulit atau mungkin maha sulit. Coba saja tanyakan ke semua gubernur yang pernah memimpin Jakarta.

Sutiyoso, Fauzi Bowo, Joko Widodo, dan Basuki Tjahaja Purnama pasti akan mengatakan banjir adalah “momok” bagi semua orang yang duduk di kursi panas Balai Kota Jakarta.

Islam Tak Melarang Menyalati Orang yang Beda Pilihan Politik

Menurut dia, menyalati mayit muslim hukumnya fardu kifayah. “Sebaiknya kita selesaikan masalah politik dengan argumentasi kemaslahatan umat,” bebernya Cholil menyarankan, dalam Pilgub DKI ini sebaiknya bila mengajak kepada pilihan politik, ajaklah dengan kebaikan.

“Ya berilah argumentasi rasional untuk mengajak mereka memilih yang lebih maslahah untuk Jakarta,” tutupnya.**

Pages