Politik

Bendera Putih Habib Rizieq

Karena terus menerus di puja bahwa sudah saatnya ia memimpin negara ini, pongahlah ia. Bahkan ia mengangkat dirinya sebagai Imam besar. Konsep yang aneh di tengah mayoritas muslim bermazhab sunni, karena setahu saya Imam besar itu konsep syiah.

Karena pongah, maka ia menyerang siapapun yang berbeda pendapat dengannya. Ia lupa bahwa ia tidak sedang ceramah di Petamburan, dimana jamaahnya cuman mantuk2 saja. Ia memukul siapa saja didepannya, termasuk polisi dan negara. Jelas mereka melawan..

Pilkada dan Bencana Keberagaman Kita

Ketika Tuhan diseret ke dalam ranah politik, maka tak pelak agama akan menjadi jalan tol bagi munculnya praktik politik yang tidak mendewasakan. Wajah agama seketika menjadi layu karena ajaran-ajarannya dipolitisasi demi kepentingan tertentu. Agama yang sejatinya menjadi way of life yang menawarkan kesejukan bagi pemeluknya, seketika menjelma sebagai segugus doktrin yang penuh intrik dan kekejian. Di sinilah bencana keberagamaan akan muncul.

Habib Rizieq dan Jalan Rekonsiliasi Damai

Saya tentu tak ingin mengklaim sebagai satu2nya orang yg punya gagasan mediasi dan rekonsiliasi. Bahkan saya juga tak berhak mengklaim bhw apa yg diusulkan oleh HRS adlh sama dg ide saya. Bisa jadi beliau dan pimpinan2 FPI kini menyadari bahwa konflik terbuka sebagai strategi dan taktik yg selama ini digunakan oleh ormas Islam tsb kini sedang menghadapi perlawanan dr berbagai penjuru.

Jokowi Menaklukkan Beruang Freeport

Pemerintahan Jokowi jelas punya kebijakan sendiri. Ia ingin Freeport kembali ke bumi pertiwi. Dan supaya pengambil-alihannya bisa sesuai konstitusi, maka Freeport harus menjadi usaha tambang biasa supaya bisa tunduk pada hukum RI.

Tarik menarik terjadi. Dan kita sudah menyaksikan drama menarik dengan korban Setya Novanto yang jatuh dari kursi Ketua DPR RI..

Ahok dan Komitmen Mengentaskan Kemiskinan

Kedua, menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat dengan mendorong peranan BUMD. Sembilan bahan pokok itu di antaranya : (1). Beras, Sagu, Jagung, (2). Gula pasir (3). Sayur-sayuran dan Buah-buahan (4). Daging sapi, Ayam, dan Ikan (5). Minyak goreng dan Margarin (6). Susu (7). Telur (8). Minyak tanah dan (9). Gas ELPIJI. Kesembilan bahan pokok ini nantinya akan dijamin dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat miskin.

Betul Jenderal!!, Radikalis Susah Dikendalikan

Ilustrasi

Isu kudeta Benny 'oleh kelompok " yang tak menyukai benny di hembuskan dan Soeharto yang sifat dasarnya "anti kritik" terpengaruh itu bisa kita pahami dengan Dwi Fungsi ABRI , LB Moerdani betul menguasai kekuatan Pasukan politik dan Pasukan saat itu , dengan jabatan Menhankam/Pangab, dengan kekuatan CSIS di kabinet dan partai Golkar dan kekuatan Islam NU itu betul-betul mengkhawatirkan Pak Harto, dengan pemicu konon katanya bisaikan Mayor Prabowo subianto (yang jadi ajudan Pak Benny) akhirnya LB Moerdani disingkirkan dari kabimet dan lingka

Ditinggalkan Amerika, Berpaling Ke Radikal Islam

Ilustrasi

Situasi semakin memburuk yang berimbas pada PPP dan NU tentunya , Pak Harto mulai menjadikan PPP dan NU sebagai "lawan" akan tetapi "ndilalah" PDI pun bergejolak dengan terpilihnya Megawati jadi Ketum PDI di tahun 1993 ( megawati muncul keberanian berkat dukungan dari ABRI "yang" seide dengan Pak Benny) Dan Perkembangan PDI menjadi semakin tak terkendali hingga pemerintah semakin sulit mengontrolnya , Hingga akhirnya 27 Juli 1996 terjadilah peristiwa berdarah "KudaTuli" dalam usaha Rezim orba melengserkan Megawati di ganti Surjadi.

Antropolog Temui Presiden Bahas Intoleransi di Indonesia

Salah seorang antropolog, Yando Zakaria, mengatakan para antropolog Indonesia telah berkumpul membahas perkembangan terkini situasi Indonesia.

"Dari pembicaraan kami sekitar sebulan yang lalu, situasi Indonesia saat ini sedang terancam dengan persoalan-persoalan intoleransi dari waktu ke waktu terus meningkat. Dalam konteks itulah kami sebulan yang lalu telah menyampaikan melalui teman-teman wartawan juga menyerukan kedaruratan kebhinnekaan tentang Indonesia," kata Yando.

Pages