Politik

Konyolnya Ketua BEM UI. Presiden itu Diundang, Tong!

 

Sebelumnya ada yang mengatakan bahwa kehadiran Jokowi hanya pencitraan dan bersifat lebih politis, sedangkan Zaadit ingin menyampaikan beberapa hal yang dianggap belum memenuhi harapannya. Jelas ini tindakan konyol yang memalukan, hingga dikecam oleh sebagian besar civitas akademika UI sendiri. Karena justru Zaadit-lah yang dianggap sedang berpolitik dan itu terindikasi pesanan kelompok tertentu. Lebih konyol lagi, ia mendapat pujian sebagai tindakan jenius oleh Habiburochman Gerindra.

Pesan Awas Talibanisasi Di Stand Up Panji Pragiwaksono

Ilustrasi

Karena memang kemunduran Jakarta saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kemunduran pola pikir "primitif" sebagian warganya. Dan ingat.., jangan pernah berharap hasil yang baik dari cara-cara yang buruk.

Sekarang mari kita bayangkan wajah nenek Hindun "disana" yang pernah ditolak jenazahnya untuk disholatkan. Mungkin saat ini dia sedang tersenyum geli menyaksikan ibukota. Oke? Oce?

Legenda 212

Ilustrasi

Imam besar jumbo big size Habib rizieq syihab tidak bisa di lupakan jasanya dalam aksi 212, ia mampu memobilisasi umat islam dari pelosok kampung untuk bergabung dalam aksi 212, aura dan karismanya saat orasi mampu menyihir jutaan umat muslim indonesia untuk bergerak memenuhi jalanan jakarta, wibawanya sebagai dzuriyah nabi mampu melemahkan aparat penegak hukum meski sudah banyak bukti berupa video yang melecehkan presiden, pancasila, suku dan adat budaya, tetap bebas berkeliaran, kasus terakhir adalah dugaan c

Makna Kunjungan Jokowi Ke Afganistan dan Rencana Kepulangan Rizieq

Ilustrasi

Jokowi merasa tak perlu membalas dengan kata-kata. Ia tetap tersenyum. Senyum khas orang Solo, yang menyimpan seribu makna.

Tapi Jokowi justru membalasnya dengan tetap berkunjung ke Afganistan, negeri yang tak pernah sepi dari ledakan bom dan desing mesiu.

"Macet" Tol Cikampek Emang Gara-Gara Jokowi

Ilustrasi

Saya tidak yakin Presiden Megawati dan SBY akan berani mengambil resiko seperti Presiden Jokowi

Pakdhe, panggilan akrab Jokowi, membuktikan bahwa tampilan luar (gagah, ganteng dsb) dan ciri luar lainnya (agamis, santun dsb) SEHARUSNYA bukan penentu orang BISA BEKERJA atau tidak.

Pages