Politik

Saatnya Sudah Dekat Bagi Jonru

 

Waktu berlalu. Multiply ambruk. Ketika ada Facebook, dia masuk. Ketika ada potensi konflik yg besar saat Pilpres, dia ambil kesempatan ini. Naluri bisnisnya saya akui lumayan tokcer. Preferensi politiknya ke satu kelompok, ditunjukkan dengan foto-foto dia bersama seorang capres di kandang kuda. Saat ada potensi konflik ini rupanya dia melihat peluang besar. Dia pun mengembangkan bisnis dengan memproduksi status kebencian. Dia mengunggulkan kelompoknya, dan secara bersamaan menebar racun benci terhadap kelompok lainnya.

Politik yang Mudah Saja

 

Riuhnya politik identitas, isu SARA, juga munculnya nama seperti Rizieq Shihab, contoh bagaimana perjalanan demokrasi kita mengalami anomali, setback, dan itu artinya melawan hukum alam. Pernyataan Prabowo kita catat; Bagaimana ia memuji-muji Rizieq Shihab, sebagai seorang yang sangat pemberani. Menurut Prabowo pula, kemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017, tak lepas dari jasa besar Rizieq Shihab.

Si Koppig' Menundukkan Freeport*

Ilustrasi

Sukarno sebagai Presiden pertama Indonesia bersikap tegas, menolak eksplorasi Freport. Sampai akhirnya kekuatan politik Sukarno digembosi tentara nasional lewat peristiwa berdarah 1 Oktober 1965. Kekuasaan, Sukarno mulai habis pindah ke tangan Jenderal Soeharto sebagai Presiden kedua. Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967 setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Nawaksara) ditolak MPRS.

Berita Palsu dan Disiplin Verifikasi

Seperti dilaporkan The Guardian akhir Juli lalu, teknologi terbaru dari aplikasi Face2Face yang dikembangkan oleh Universitas Stanford, gudangnya inovasi digital bagi industri di Silicon Valley, nyaris sempurna memanipulasi video pidato seorang tokoh dengan mengikuti gerak mulut dan suara si orang kedua. Lebih canggih lagi dua tahun lalu dilaporkan periset di Universitas Alabama di Birmingham, mampu melakukan impersonasi audio alias kloning suara seseorang hanya dalam hitungan menit.

Pages