Politik

Ma'ruf Amin Senang, Mahfud MD Sedih?

Beliau memang manusia biasa meski berpredikat ulama. Tapi harap diingat beliau adalah cucu Syech Nawawi al-Bantani. Ulama besar Imam Besar Masjidil Haram. Guru 'ngaji' mBah Hasyim Asy'ari dan mBah Ahmad Dahlan. Nalarnya pasti dibalut 'naluri' keulamaannya.

Saat ini justru mungkin Kiai Ma'ruf ketawa sendiri. Membayangkan dirinya pakai pakaian resmi. Sorbannya mau disampirkan dimana ? 

Ahoker, Cebonger Sejati Tak Akan Golput

Saya termasuk yg juga shock. memilih MA jelas bukan pd posisi yg tepat. tapi teori matahari kembar bisa di patahkan. MA lebih jadi pamong seandainya menang. MA sudah melewati masa sulit keduniaan. sehingga di harapkan jkw akan leluasa berjalan menuntaskan program2nya tanpa terganggu rente kelompok MA. NU sdh memdapat buah besar, tinggal tugasnya memenangkan dan menjaga NKRI. sebagai NU kultural saya tentu bangga.

Disintegrasi Bangsa adalah Lawan Berat Jokowi

Pilihan ke KH MA bukan sekadar hitungan politik bahwa beliau tidak akan diproyeksikan berebut kursi presiden 2024, tapi juga beliau bisa serius menjadi pisau tajam untuk membedah berbagai penyakit seperti issue anti NKRI dan issue penyalahgunaan jejaring keagamaan dan tempat ibadah oleh para penghasut. Issue SARA, issue komunis, akan bisa ditepis dengan mudah, sehingga ketika dilakukan upaya pembersihan para anasir ini, tidak langsung dibalas dengan strategi "Kill The Messenger".

Kenapa Harus Prof DR KH Ma'ruf Amin?

3. Seperti yang kita tahu bahwa PKB meskipun jumlah suaranya kelas menengah tapi mempunyai pengaruh kuat untuk menentukan konstelasi koalisi-koalisi dalam Pilpres 2019. Dan kita semua tahu betapa berambisinya Muhaimin Iskandar yang ngebet jadi Cawapres Jokowi. Namun kita juga tahu keinginan Cak Imin sudah pasti akan mendapatkan resistensi kuat dari partai-partai koalisi pendukung Jokowi dan para relawan Jokowi.

Pilihan Prabowo Membuat Umat Sakit Hati, Mereka Iri dengan Jokowi

PA 212 mungkin adalah pihak yang paling merasa kecewa terhadap Prabowo, karena perjuangan mereka mendorong salah satu dari UAS dan Salim Segaf menjadi cawapres gagal. Padahal mereka telah mengintimidasi Prabowo dengan mengatakan bahwa hasil Ijtima Ulama adalah "keinginan Allah". Jadi mengabaikan rekomendasi Ijtima Ulama adalah melanggar keinginan Allah.

PA 212 : Prabowo Pasti Kalah, Karena Tidak Sesuai dengan Keinginan Allah

"Sandiaga adalah seorang pengusaha. Dia akan lebih berkonsentrasi mengembalikan investasinya, ketimbang memperjuangkan kepentingan umat dan agamanya. Kami tak mau pemimpin yang kami pilih mengabaikan apa yang menjadi harapan kami, yaitu memperjuangkan sebuah negara dengan system baru yang berbeda dengan system yang ada sekarang ini, yang Insya Allah bisa lebih menyejahterakan umat. Dukungan kami tidak gratis, tapi ada pesan perubahan yang kami titipkan. Umat ini sebagian besar anggotanya ex HTI.

Mahfud MD dan Nyawa Rangkap dalam Politik

Saat itu saya agak terkejut karena seingat saya Pak Mahfud tak memiliki hubungan dekat dengan Gus Dur. Bahkan terus terang saja, karena dia bekerja di UII dan dekat dengan Pak Afan, sementara di NU saya tak terlalu paham posisi dia, saya pun sempat mengira bahwa Pak Mahfud adalah seorang Muhammadiyah. Memang dia orang Madura, dan mayoritas orang Madura adalah NU.

Pages