Politik

Jokowi Lagi

Terima kasih Tuhan Engkau telah mendengarkan doa mayoritas rakyat Indonesia utk bisa merasakan kebaikan dan hasil kerja seorang yg berbudi luhur utk bangsanya, serta maafkanlah orang-orang yg telah khilaf, bukan soal tidak memilihnya, tapi yg telah memcaci maki dan memfitnahnya, semoga mereka belajar dari cara berfikirnya yg salah dan dari salahnya bisa menjadi pencerah.

Bangsa Yang Dibuat Murah

Puncak kegilaannya adalah 2019, dimana sejak 2014 dia diposisikan sbg pemenang yg dicurangi, shg seolah dialah presiden yg sesungguhnya. Hebatnya dia dijaga dgn narasi yg bertentangan dgn kebenaran. Bagaimana mungkin sebuah pemimpin yg disiapkan dijaga dgn narasi kebohongan berkelanjutan. Lihat saja dari isu PKI sampai puncaknya dicurangi dalam kontestasi, hebatnya semua klaim menang dan curang tanpa data sama sekali.

Percobaan Revolusi Arab 22 Mei Harus Dicegah

Eksperimen Revolusi Arab (Arab Spring) yang mereka nilai berhasil rupanya akan dicoba dilaksanakan di Indonesia. Jumlah penganut Islam garis keras yang membengkak dari hari ke hari membuktikan bahwa pemerintah telah khilaf dalam mewujudkan ajaran Islam yang rahmatan lil'alamin. Sejak mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagai aliran Islam dibiarkan berkembang tidak terkendali. 

Teriakan Serak Lelaki Tanpa Leher

Mantan pengelola Tabloid Naga Post ini saat merasa menjadi Timses Prabowo-Sandi sering menunjukkan arogansi yang berlebihan. Dia pernah kedapatan ngamuk tanpa alasan di Lapas Cipinang saat dilarang menjenguk Ahmad Dhani karena tidak mengantongi ijin. Dengan mata menyala merah dia membentak Sipir Penjara Cipinang. Sayangnya kejadian memalukan tersebut tidak diusut tuntas oleh aparat keamanan. 

Politik Manipulatif dari Yang Kalah

Tak penting menanyakan apa agama Shorten. Karena untuk seorang politisi, yang harus ditanyakan adalah apa sumbangan terbaiknya bagi tumbuhnya demokratisasi. Karena menjadi tugas mereka yang memilih jalan politik, untuk menjaga marwah kepentingan kebersamaan, bukan kepentingannya sendiri. Karena untuk kelompok terakhir, politik menjadi begitu manipulatif bagi yang kalah.

Gabener Tinggalkan Jakarta Dalam Kondisi Genting

Oh.. Gak akan ada korban gebuk-gebukan di tanggal 22 Mei. 

Yang ada cuma parade orang puasa tapi tidak dapat pahala dan dapetnya cuma lapar haus belaka.

Ah..kata siapa gak dapet pahala wong kita jihad agar Prabowo jadi Presiden kok.Kan kita ikut komando ulama yang bilang Pilpres curang. Sebagai budak kita menurut aja apa kata ulama kita. Biar masuk surga. 

Aksi Sia-Sia 22 Mei Esok

ilustrasi

Selain kecurangan, sebelumnya konstitiennya disulut kemarahannya dengan narasi2 hoax aset dijual ke china lah, atau serbuan tenaga kerja china. Saya heran sama yang masih percaya sama berita itu. Padahal yang nyebar berita itu, adalah kubu yang bilang nenek2 digebukin, padahal habis oplas. Bahkan capresnya menggeser Haiti mencelat sampai ke Afrika. Serta keprocot luas Malaysia lebih kecil dari Jawa Tengah. 

Pages