Politik

Taliban di Tubuh KPK Mulai Terusik

Disanalah saya kemudian berpikir ulang tentang KPK. Bukan terhadap lembaganya, tetapi "orang-orang" didalamnya, yang jauh dari suci dan masih tergoda dunia.

Dan ketika Pilpres 2019, saat Prabowo menunjuk Novel Baswedan sebagai calon jaksa agungnya, saya mulai bertanya, "Apakah orang didalam KPK sudah masuk politik sekarang ?". 

Ahok dalam Pandangan Saya

Saya jugalah yang pertamakali menginisiasi untuk menjembatani pertemuan Ahok dengan Ketum PBNU KH. Said Aqil Shiradj dan Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin yang saat itu hampir terbakar emosi tersulut oleh agitasi dan propaganda gerombolan 212, hingga Ahok dan NU mesra kembali. Dan semua itu saya lakukan tanpa ada seorangpun yang tau kecuali saudara kandungnya Ahok, dan yang dimunculkan namanya di media sebagai inisiator pertemuan malah politisi PPP Djan Faridz, ya tidak apa-apa, tak harus jadi soal buat saya. Ikhlas...

Dan Papua Meledak Lagi

Tetiba ada gerakan aneh menyambut HUT Kemerdekaan RI. Mahasiswa-mahasiswa Papua di berbagai kota di Jawa menggelar demonstrasi. Di Surabaya, asrama mahasiswa Papua diserang FPI. Entah siapa yang membakar bendera merah putih disana. 

Mahasiswa Papua di Surabaya sendiri tidak merasa melakukan pembakaran bendera. 

Video seorang aparat melecehkan mahasiswa Papua juga beredar. Ikut memercikkan api. Suasana itu disambut oleh gerakan di Manokwari. Masyarakat menyerang DPRD Manokwari, membakar sebuah gedung kosong bekas kantor parlemen.

Sebaiknya Golkar Memilih Calon Alternatif

Menurut salah satu tokoh Golkar Indra Bambang Utoyo, Sabtu (20/7/2019), faktor kepemimpinan yang memicu masalah, "Tidak adanya isu strategis, tidak terlaksananya konsolidasi dengan baik, serta kasus2 korupsi yang menjerat kader partai," katanya.

Golkar ini pada awalnya dikenal sebagai Partai Tentara, cikal bakal Golkar lahir pada tahun 1964 atas dorongan Jenderal Ahmad Yani dengan nama Sekber Golkar, dibentuk dengan misi mempertahankan ideologi bangsa Pancasila dari rongrongan PKI atau komunisme.

Sebaiknya Golkar Memilih Calon Alternatif

Menurut salah satu tokoh Golkar Indra Bambang Utoyo, Sabtu (20/7/2019), faktor kepemimpinan yang memicu masalah, "Tidak adanya isu strategis, tidak terlaksananya konsolidasi dengan baik, serta kasus2 korupsi yang menjerat kader partai," katanya.

Golkar ini pada awalnya dikenal sebagai Partai Tentara, cikal bakal Golkar lahir pada tahun 1964 atas dorongan Jenderal Ahmad Yani dengan nama Sekber Golkar, dibentuk dengan misi mempertahankan ideologi bangsa Pancasila dari rongrongan PKI atau komunisme.

Gerindra Kick Out Penumpang Gelap

ilustrasi

Kedua, semua pelajaran sekolah tidak boleh memuat ajaran selain idiologi komunis. Namun tidak melarang orang mempelajari ajaran lain selagi tidak disampaikan kepada orang lain atau digunakan untuk memprovokasi orang lain. Hukuman atas pelanggaran ini bukan pula dengan penjara tetapi mencabut KTP orang itu. Di china , kalau anda tidak punya KTP, secara sosial anda mati. Mengapa ? tidak ada aplikasi apapun tanpa KTP. Bahkan belanja diatas 10.000 yuan harus dengan KTP.

Hizbut Tahrir Pengkhianat Bangsa

Selain isu anti asing dan aseng mereka juga akan mengalihkan isu pengkhianatan mereka pada PKI. ”Justru PKI yang pengkhianat bangsa dan bahaya laten,” elak mereka. Tentu saja PKI dan HTI itu setali tiga uang. Kalau PKI menggunakan ideologi komunisme, HTI menggunakan ideologi khilafahisme. Tapi mereka berdua sama-sama ingin mengganti Pancasila ideologi bangsa kita dengan ideologi politik mereka. Saat ini HTI justru lebih berbahaya karena era komunisme dunia telah selesai dan tak ada lagi yang tertarik.

Ijtima Para Penghasut

Kita bisa memilih ulama untuk jadi panutan. Ada ulama yang jika didekatnya kita mengingat Allah dan hari akhir. Wajahnya memancarkan keteduhan. Isi pembicaraan membuat adem. Omongannya adalah nasihat.

Ada juga orang yang ngaku ulama, tapi jika didekati omongannya penuh hasut. Memandang wajahnya hanya menghasilkan kebencian dan prasangka. Dan saat mendengar suaranya bisa mengakibatkan diare.

Pages