Politik

Gandhi, Islam dan Kekerasan

India, setelah perang kemerdekaan usai, ternyata menumbuhkan dua hal yang sangat penting, yaitu ketundukan kepada hukum dan berani mengembangkan identitas bangsa tersebut. Ketundukan kepada hukum itu nampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika seorang tamtama polisi mencatat dalam buku catatannya hal-hal yang membuat ia menahan/menangkap seseorang.

Gandhi dan Pengadilan Nurani

Karenanya dalam menyikapi suatu putusan hukum, kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi yakni proses hukum yang formal saja. Kendati ia sangat penting, tetapi yang lebih penting adalah jiwa yang melandasi putusan itu sendiri. Sebab proses hukum bisa saja terwujud sampai sedetil-detilnya sebagaimana tertulis, namun ternyata ia hanya melayani sebuah kekuatan penekan tertentu.

Kemendagri: HTI Sudah Siapkan RUU Dasar Negara Khilafah di Indonesia

"Ada RUU dari HTI ini juga perlu kita sikapi. Itu kan sudah over artinya perlu memang betul-betul mendapat perhatian," ujar dia.

Tak hanya RUU dasar negara Khilafah, kata Soedarmo, strategi perekrutan pengikut dan perebutan kekuasaan akan negara pun sudah disiapkan HTI.

Terjebak Masa Lalu, Rezim Soeharto

Karenanya apabila ada pemimpin yang pro rakyat melalui kebijakan keras memangkas business rente, reformasi ekonomi yang memberikan peluang bagi siapa saja untuk mengembangkan business nya di Idonesia. Perluasan insfrastruktur umum agar logistik system murah mendistribusikan potensi wilayah, dianggapnya ancaman. Mereka tidak ingin kesejahteraan rakyat itu lewat keadilan distribusi sumber daya.

Memaknai Kekalahan Politik dalam Lintasan Sejarah Islam

Ali bin Abi Thalib paham bahwa ini hanya taktik belaka dan meminta pasukannya terus menggempur Mu’awiyah. Namun, atas nama mencintai Mushaf al-Qur’an, pasukan Ali menjadi ragu melanjutkan pertempuran. Taktik kotor Mu’awiyah berhasil. Terjadilah gencatan senjata dan perundingan yang berakhir tragis untuk pasukan Khalifah Ali, sang menantu Nabi.

Pages