Politik

Capaian Infrastruktur Dua Tahun Pemerintahan Jokowi

Oleh : Alif Kholifah

Tak terasa dua tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) berduet dengan Jusuf  Kalla(JK) memimpin negeri  tercinta ini.

Mengantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Jokowi  di bebani dengan  banyak sekali  pekerjaan rumah, yang tidak mudah diselesaikan dalam lima tahun pemerintahannya Jokowi .

Capaian Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

REDAKSIINDONESIA-Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) genar berusia 2 tahun pada 20 Oktober 2016. Cukup banyak yang sudah dilakukan duet Jokowi-JK dibantu jajaran Kabinet Kerja dalam dua tahun terakhir, terutama di bidang ekonomi

Apa saja yang sudah dicapai Jokowi-JK dalam 2 tahun pemerintahannya? Berdasarkan data Kantor Staf Presiden (KSP), kinerja pemerintahan Jokowi-JK dapat diukur dalam beberapa indikator.

Pilkada DKI 2017: Ujian (lagi) bagi POLRI

 

Oleh : Muhammad AS Hikam

Profesionalisme, integritas, dan kewibawaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk kesekian kalinya sedang menghadapi ujian dari para pencari keadilan. Kali ini, Polri dihadapkan pada sebuah kegaduhan politik jelang pelaksanaan Pilkada DKI, terkait tuntutan yg sangat kuat dari pihak-pihak yang menginginkan agar Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yg akrab dipanggil Ahok, segera diperiksa oleh aparat penegak hukum tersebut.

Membela Ahok Sama dengan Membela Ajaran Islam

Oleh : Muhammad Nurudin

Dari sejumlah tulisan terkait Ahok yang saya posting beberapa hari belakangan ini saya menerima beragam pesan dari para pembaca yang cukup banyak dan memberikan suntikan. Sebagian besar di antaranya memang berisikan hinaan, cacian, kata-kata yang merendahkan, menyesatkan, mengancam, bahkan ada di antara mereka menyuruh saya untuk segera bertaubat atas "kesesatan" yang selama ini saya sebar-luaskan.

Belum Juga Kampanye Dimulai

Oleh: Fauzan Mukrim
 

Belum juga masa kampanye resmi dimulai, Pilkada DKI ini sudah "makan korban". Tadi malam sudah ada teman yang ribut gara-gara ini. Putus hubungan silaturahim, melalui Fesbuk pula. Sungguh celaka. Belum ngopi-ngopi, sudah berantem.

Saya juga kena imbasnya. Niatnya cuma mau diskusi dengan seorang abang yang saya anggap paham, mengenai apa bedanya "ghirah dengan amarah" dan bagaimana membedakan keduanya, malah dibalas dengan emosi. Ya sudah. Pilkada ini memang bikin orang jadi sensi kayak pantat bayi.

Memilih Pelayan, bukan Pemimpin

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Kamu lebih suka Gubernur yang penantang-petenteng merasa jadi pemimpin. Apa Gubernur yang mau jadi pelayan rakyat?

Gubernur itu digaji dari uang pajak. Yang bayar pajak ya, rakyat. Jadi sejatinya, kita yang menggaji Gubernur. Masa orang yang digaji betingkah merasa merasa lebih tinggi kedudukannya dibanding yang memberi gaji. Masa karyawan mau memimpin owner?

Pages