Politik

Hari Raya Orde Baru (30 September & 1 Oktober)

Dua hari ini adalah hari yang paling sentral dari ‘agama Orde Baru.’ Saya katakan agama karena dua hari ini berfungsi mirip seperti agama: ada upacara, ada renungan, ada doa-doa, ada ritus-ritus (berkunjung ke Lubang Buaya). 30 September adalah hari kematian. Disusul kemudian oleh 1 Oktober yang merupakan hari kemenangan. Susunan upacara peringatan ini sungguh mengingatkan kita pada hari raya agama-agama, dimana ada penaklukan atas kematian dan kemudian merayakannya sebagai kemenangan?

Kenapa Saya Mendukung Ahok?

Ok. Saya tidak mau terlalu terbuai dengan pembangunan fisik, yang sering dinyinyiri Anies itu. Yang ingin saya apresiasi adalah Ahok berhasil mengubah paradigma birokrat Pemda. Yang semula bergaya bak raja-raja kecil tukang tilep, kini menyadari perannya sebagai pelayan rakyat.

Menurut saya itu terobosan revolusi mental. Pemerintah yang sadar pada fungsinya sebagai pelayan rakyat adalah pemerintahan impian kita. Dan ketika Ahok berhasil membangun itu, saya tidak punya alasan untuk tidak mendukungnya.

Soeharto Diktator Terkorup Sedunia

RI tetap terpuruk pada era Mega, belum pulih pada era SBY, masih sama pada era Jokowi. Mayoritas bangsa masih hidup dalam himpitan ekonomi disebabkan situasi carut marut yang diwariskan 30 tahun rezim ORBA terlalu rumit untuk dibenahi, membuat siapapun yang menjadi Presiden RI (Obama sekalipun) garansi 100% akan kebingungan memikirkan solusinya. Semua berkat warisan rezim ORBA berikut..

Teror Politik Pengharaman Salat Jenazah

Apakah orang-orang Muslim yang menjadi koruptor sontoloyo itu bukan merupakan "penista agama"? Apakah umat Islam yang melakukan tindakan kekerasan dan intoleran itu bukan merupakan "penista agama"? Apakah sejumlah ustad dan dai yang hobi memprovokasi massa serta gemar melecehkan umat agama dan kelompok Islam lain itu bukan merupakan "penista agama"? Apakah umat Islam yang mematung melihat aneka kejahatan sosial-politik-ekonomi-agama di sekitarnya bukan merupakan "penista agama"?

Pages