Politik

Apakah Ahmad Dhani Lebih Sopan dan Beradab Dibandingkan Ahok?

Oleh : Mbah Gugel

Kegagalan sebagai calon kandidat gubernur Jakarta membuat seorang sosok Ahmad Dhani beringas baik perilaku maupun kata2nya, terutama sebagai orang yg cukup terpelajar dan seorang artist, pernyataannya saat mau minta dukungan dan pengusungan dari partai politik, sepertinya harus menjelek jelekan Ahok dulu, justru hal tersebut memperlihatkan kebodohannya, inilah yang membuat dia terpental dari bursa kandidat gubernur Jakarta.

Diam itu Bukan Berarti Takut, Jenderal…!

Oleh : Jim B Aditya

Hingga kini, Jokowi masih bersikap diam dan sama sekali tidak mau ikut terpancing menanggapi isu “kebangkitan komunis gaya baru” yang jelas-jelas mengarah ke dirinya. Apakah dia takut? Jiper, menghadapi manuver kotor lawan politiknya, yang terus berusaha mencari celah untuk menggoyang kekuasaannya? Hehehe… Saya kok meragukannya.

Cinta Terpendam... PDIP Sayang Ahok

Oleh: Denny Siregar
 

Tiba-tiba bermunculan spanduk Ahok - Jarot dimana2..

Ada apa ini ? Kenapa ? Dan muncullah banyak spekulasi yang rumit yang kadang bacanya aja seperti mengurai sempak kusut dalam lemari...

Sebenarnya, kalau pun memang terpasangkan Ahok - Jarot juga tidak apa2, toh selama ini mereka juga bekerja dengan baik. Meski sempat bersitegang di awal ketika Ahok memutuskan independen, tapi dalam kerja mereka masih bisa koordinasi. Pak Jarot dulu juga adalah pilihan Ahok sendiri untuk menjadi wagub-nya.

Ahok di Najwa on Stage; Semua Karena Cinta dan Perjuangan

Oleh: Birgaldo Sinaga
 

Kemarin malam Lapangan Parkir Senayan benar benar tampak lain. Ribuan orang tampak mengular tertib berdiri menunggu giliran masuk tempat acara Najwa On Stage. Tamu spesial Najwa On Stage kali ini adalah Ahok, Gubernur Jakarta.

Sejak siang, para penonton yg ingin melihat Najwa On Stage secara langsung sudah tiba berbondong bondong membentuk grup grup kecil bersama teman atau keluarga. Akibatnya, panitia kewalahan. Menjelang Maghrib puluhan ribu orang sudah penuh sesak berdesakan.

Isu Kebangkitan Komunisme Motif Politik Para Jendral ?

Oleh: Bambang Priyo Jatmiko

Ribut-ribut soal kebangkitan komunisme di Indonesia yang digulirkan sejumlah purnawirawan kembali menimbulkan pertanyaan, apa iya komunis mau bangkit lagi?

Tak jelas apa motif yang mendorong para purnawirawan tersebut "menakut-nakuti" publik dengan mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) akan bangkit lagi? Motif politik? Saya tidak tahu.

Pun jika tudingan para purnawirawan itu benar adanya, apa keuntungan yang diperoleh para pengikut PKI dengan kembali membangunkan partai tersebut? 

Saat Isu Jualan Sang Jendral Tak Laku Lagi

Oleh : Ryo Kusumo

“Sejarah ditulis oleh Pemenang” Itulah yang terjadi di Indonesia ketika kami-kami ini yang dulu masih duduk manis di sekolah dasar, harus bersiap sambil bawa cemilan untuk bergadang malam setiap tanggal 30 September tiba, itulah previlege kami sebagai anak kecil, yang dilarang keras nonton "adegan berdarah" oleh bapak ibu kami, bahkan film Barry Prima sekalipun. Tapi soal film G30S, justru kami di wajibkan memelototi satu persatu pisau "gerwani" dalam mengiris para Jenderal yang ditangkap. Ah, adegan berdarah yang mengasyikan dulu.

Saya Sayang Pak Kivlan

Oleh: Denny Siregar
 

Setelah tulisan saya tentang mati ketawa ala pak kivlan dan dibalas oleh pak kivlan sendiri, entah sudah berapa media online yg mengangkat berita itu dan entah berapa inbox yg saya terima....

Saya menjadi "enemy no 1" karena memyinggung peran seorang Jenderal yang dianggap sudah berbuat banyak untuk negara ini. Apalagi - katanya - pak Kivlan sudah berjasa besar membebaskan 10 sandera dari gerilyawan abu sayyaf. Gerilyawan ? Setahu saya mereka teroris, sejak kapan mereka tiba2 dipakaikan baju gerilyawan...

Cukupkah Sejuta KTP Teman Ahok?

 

 

Oleh: Wisnu Nugroho

Selain ungkapan kocak cenderung sinis beberapa "Teman Ahok" di media sosial menagih janji politisi kepada Monumen Nasional (Monas), tidak cukup terdengar kegembiraan atau rencana perayaan atas segera tercapainya sejuta Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hingga Minggu (5/6/2016) malam, "Teman Ahok" melalui webnya telah mengumpulkan 933.846 KTP untuk Ahok yang akan berpasangan dengan Heru Budi Hartono. Dibutuhkan 66.153 KTP dukungan untuk tercapainya sejuta dukungan.

Pages