Politik

Kesimpulan Aksi Buruh di Jakarta : Sudahlah Miskin Harta, Miskin Hati Pulak!

Buruh Membakar Karangan Bunga Untuk Ahok

Jadi pantaslah kemudian aksi anarkis buruh yang paling di ingat oleh masyarakat ketimbang tuntutan-tuntutannya. Sementara pemerintah lebih sibuk untuk menyiapkan pengamanan untuk aksi buruh ketimbang menyiapkan diri untuk mendengarkan serta melaksanakan tuntutan-tuntutan buruh.

Kisah Pembakaran Karangan Bunga untuk Ahok di Aksi May Day

Selain kecewa, motif mereka membakar karangan bunga lantaran kesal setiap kali buruh beraksi saat menginjak rumput atau mengotori Jakarta selalu diberitakan negatif, tetapi karangan bunga untuk Ahok malah diberitakan yang baik-baiknya saja.

"Pelampiasan kita bersihkan. Bunga-bunga ini tidak mencerminkan kebaikan," kata Danil.

Khilafah Islamiyah dan Sejumlah Ketidakmungkinan

Jika pun persoalan itu selesai dan disepakati oleh semua golongan, maka ribuan persoalan berikutnya yang melahirkan ribuan pandangan dengan hujjahnya masing-masing harus dipertarungkan. Apalagi, jika dilihat lebih jauh, alih-alih melenturkan dirinya sehingga menjadi payung pemersatu yang cukup besar, Hizbut Tahrir bukan hanya menegasikan ideologi yang jelas berbeda secara mendasar, namun juga mengeksklusi “teman seperjuangan”-nya yang memilih metode berbeda untuk memperjuangkan syariat Islam.

Upaya Menjatuhkan Jokowi

Memadamkan api revolusi tidak akan bisa selesai satu generasi. Karena setelah tujuan revolusi tercapai maka antar kekuatan Islam Radikal juga berseteru dengan kaum buruh yang punya agenda mimpi sosialis. Ini perang kelas yang tak bsia selesai cepat. Andaikan Islam radikal menang maka akan terjadi pertikaian internal golongan siapa yang pantas jadi khalifah. Dan ini konplik akan terus terjadi dengan menyeret suku dan agama lain yang ada di daerah lain yang menyatakan keluar dari NKRI.

Ahok Dapat Ribuan Bunga, Fadli Zon Satu Bunga Kesasar

Ahok-Djarot boleh kalah dalam Pilkada DKI Jakarta. Tetapi mereka memenangkan banyak hati yang membanjirinya dengan cinta dan karangan bunga. Lantas Fadli Zon yang suka nyinyir dan menyebut peristiwa itu hanya pencitraan murahan, dapat apa? Rupanya dia dapat juga karangan bunga, hanya saja itu cuma titipan karena Balai Kota Jakarta sudah penuh. Tetapi, Fadli Zon rupanya lebih berharap sembako daripada karangan bunga itu.

NU: Korupsi Termasuk Penistaan Agama, MUI: Korupsi Bukan Penistaan

mereka yang juga menistakan agama.

"Intinya dalam buku ini Nahdlatul Ulama sudah menyerukan bahwa korupsi bukan saja musuh bangsa tapi musuh agama. Pada dasarnya dia sudah menistakan agama," kata Rumadi dalam diskusi bedah buku Jihad Nahdatul Ulama Melawan Korupsi di Gedung PWNU Banten, Jl. Raya Serang-Jakarta, Kota Serang, Banten, Sabtu (26/11/2016).

Hak Angket yang Tidak Beretiket

Namun argumentasi Masinton tersebut dipatahkan oleh KPK bahwa hal-hal yang dituduhkan oleh DPR tersebut semuanya sudah dijawab dalam rapat kerja Komisi III dengan KPK. KPK sendiri bersedia menerima masukan DPR yang memang bertujuan untuk semakin membuat KPK lebih baik. Dengan demikian, alasan pengajuan hak angket DPR terhadap KPK lebih bersifat mengada-ada.

Pages