Politik

Surat untuk Eep Saefuloh dari Denny Siregar

 

Dan kang Eep menjawab, "Dengan segala hormat kepada orang tua saya, guru saya, Pak Syafii Maarif... Rekonsiliasi harus dilakukan secara tuntas. Saya ingin katakan gubernur Jakarta harus bekerja dan berfikir dengan cara baru, dia harus menjadi Nelson Mandela yang setelah 27 tahun dipenjara menjadi Presiden di Afrika Selatan dia tidak membawa dendam ke kursi kekuasaannya.

Sasaran Berikutnya Jokowi

Yang bijaksana justru seharusnya kalian bisa menjadi tokoh penyejuk di negeri ini, dus bukan justru sebaliknya. Terlebih keinginan mengalahkan Ahok di Pilkada sudah terlaksana dengan cara yang menyedihkan.

Apakah tak merasa sedih bila negeri yang sedang membangun ini diganggu oleh syahwat politik yang berujung pada anti kemapanan? Ingat bahwa rakyat ada batas kesabarannya bila keresahan ini selalu kalian hembuskan. Selain itu, tentunya TNI, Polri, Mahasiswa, dan Banser NU tak akan berpangku tangan.

Pledoi Ahok “ Tetap Melayani Walupun difitnah”

Bagi Ahok semua pengusaha hanya cari untung sendiri dan engga mau ikhlas berbagi untuk rakyat kecil. Padahal semua orang sudah bayar pajak penghasilan dan retribusi yang diatur Perda. Tapi dengan bekal kekuasaan dia menentukan arah sesuka dia. Pernah dia bilang kepada bawahannya " kita preman tapi preman legal. Kalau engga gitu mana ada orang kaya mau peduli dengan orang miskin ". Kalau ada proyek yang engga kasih kontribusi untuk program pembangunan sosial rakyat , persulit izinnya.

Saatnya Menyerang, Presiden Jokowi!

Tapi Jokowi gagal pada sisi komunikasi. Seluruh kerja Jokowi sepertinya dikelambui oleh isu isu politik. Kerja Jokowi dikalahkan lawannya hanya dengan isu dan intrik politik. Mediapun lebih tertarik pada hal demikian. Seperti menonton Formula One, kebanyakan yang ditunggu penonton adalah tabrakannya darpada siapa pemenang balapannya

Kemana Dana Hibah dan Bansos APBD DKI akan Mengalir ?

Jika secara konsisten 5 tahun masa jabatan Anies-Sandi dana Hibah dan Bansos ini diberikan dan mengucur ke kelompok-kelompok ini, maka wajah Jakarta akan menjadi mercusuar bagi terwujudnya NKRI bersyariah ala FPI atau Provinsi yang berbasis massa yang mendukung khilafah. Trilyunan rupiah APBD menjadi alat menyuburkan faham-faham yang berpandangan bahwa Pancasila adalah Ideologi sesat. Nasionalisme tidak ada dalilnya.

Pages