Politik

Politik Zonder Nurani

Politisi, pengusaha, birokrat, aparat dan akademisi macam apa yang bersedia bekerjasama dengan dan memanfaatkan mereka ? Mereka mengira bahwa tujuan yang baik, mulia bahkan satu-satunya yang mereka anggap sebagai tujuan yang paling benar bisa dicapai dengan cara-cara yang salah dan buruk. Mereka tidak menganggap bahwa cara-cara yang benar dan baik itu tidak kalah pentingnya dengan tujuan yang benar dan baik.

Sekarang Sudah Greatest, Nggak Pakai Again

Terus making great againnya yg mana, great proklamasi kita sudah merdeka, great versi Soeharto kita tdk mau mengulang Indonesia menjadi kontroversi, great zaman Sby, kita cuma dapat 6 album yg tak laku dijual. Prabowo mau nge-great yg mana. Apa great zaman Majapahit yg kata Sandi Kuno ekonominya tumbuh 7%, waktu itu menkeunya petruk ngitungnya pakai ranting cemara. Lucu cawapres petai ini. Selalu gak nyambung. Kalau bangau berdiri satu kaki memang dia ahlinya, tapi kalau cawapres gaya bangau jadi kelihatan pedau.

Dia Sudah Memegang Pemantiknya

Dari sudut-sudut ruang keseharian mereka mainkan hoaks harian, harga tempe, pete, bawang, nasi ayam, dan sejenisnya. Targetnya emosi emak-emak yg maaf kadang rasionalitasnya terpangkas hanya gegara harga cabe sedikit keatas. Kadar gerakan yg lebih tinggi adalah pidato-pidato sang sengkuni. Mengomentari ekonomi, kemiskinan, kepemimpinan Jokowi, sampai negara dibilang sakit. Dia yg demam kita yg dipaksa pakai selimut.

Strategi Kotor Jelang Pilpres 2019

Massa pendukung mereka yang kita smua tau mudah tersulut dan terprovokasi..Gampang ngamukan...Bakal dikerahkan untuk demo besar2an...
Dengan orasi2 yang membakar emosi...Lalu disusupkan para provokator dan preman2 bayaran ditengah2 para demonstran dengan tugas memulai kerusuhan...Kemungkinan besar tragedi 1998 terulang...
Negara chaos...Pak Jokowi dituntut mundur...Dan mereka manusia2 haus kekuasaan itu tertawa lebar....

Ke Mana Gatot Nurmantyo Kini Berlabuh?

Tentu saja kita tidak akan lupa peristiwa politik yang menyeret umat islam sebagai pusaran di dalamnya, baik secara aksi politik berupa demo dengan ratusan ribu orang di Monas dan kita mengenalnya dengan gerakan 411 dan 212, maupun elektoral dengan menginspirasi kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atas Ahok, petahana sekaligus dianggap sang penista agama.

Pages