Politik

KKB dan Politik Adu Domba

 

Apa penyebab terjadinya kejadian yg biadab dan keji itu?

Permainan politik kotorlah penyebab awalnya.

"pembangunan jalan dan jembatan adalah awal dari perampokan dan perampasan harta kekayaan alam papua biar lebih mudah".

Begitu issue yg di tebar oleh para bajingan politik yg tidak menyukai kepemimpinan jokowi. Salah satu cara menjatuhkan jokowi di mata orang awam.

Pilih Capres Karena Takut Masuk Neraka

 

Kalau melihat isi pidatonya, Tim Ahli Prabowo mungkin pusing kepala. Data yang mereka sodorkan sering tak terpakai, padahal sudah diberi petunjuk bagaimana membaca data secara terbalik. Tapi sebagai pecatan militer, Prabowo terbiasa punya cara baca sendiri. Pernyataannya jadi sering blunder. Sikap megalomanianya tidak memberi ruang empati pada liyan.

Kartel

 

Dengan bersatunya mereka menguasai pasar Meksiko dan Amerika, maka tidak ada lagi persaingan harga. Harga produksi ganja yang hanya 30 ribu per gram misalnya, mereka jual dengan harga 300 ribu. Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka, karena begitu kuatnya jaringan itu. Pemasok kecil yang tidak bekerjasama dengan mereka bisa dipastikan hancur, bangkrut atau bahkan mati.

Menghilangnya Para Penggerak Tagar 2019 GP

Ilustrasi

Mereka ini terlihat terbiasa melakukan hal-hal yang tidak jujur, kotor, menodai demokrasi, culas, bahkan menghalalkan cara agar memenangkan Pilpres 2019. Jika memang kemudian para penggerak tagar GP benar-benar “ditarik” karena melakukan beberapa kesalahan, tim juru bicara yang ditunjuk secara resmi ternyata kapasitasnya tidak jauh lebih baik. Dari berbagai ajang diskusi baik di media elektronik maupun media sosial, terlihat tim kampanye Prabowo hanya sibuk menyerang petahana.

Jangan Percaya Hoax

Ilustrasi

Kalian semua pasti tahu, Ijtima Ulama saja saya abaikan. Dua kandidat cawapres yang mereka sodorkan saja saya reject, begitupun nantinya HTI, jangan dikira saya punya mimpi khilafah seperti mereka. Saya terlahir sebagai orang Kristen. Keluarga saya juga Kristen taat, mana mungkin saya rela melihat negara ini diubah menjadi khilafah. Kalau HTI berani macam macam, saya penggal mereka sampai ke akar akarnya. Indonesia adalah Pancasila, sesuai dengan keputusan para founding father.

Mengingat Kembali Kekejaman Orde Baru

 
Siapapun politisi yang menginginkan kembali seperti pada zaman ORBA, berarti mereka politisi dungu tuna sejarah, atau setidaknya mereka itu berarti pernah merasakan bagaimana menikmati kemewahan di atas derita rakyatnya. Rakyat yang dipaksa hanya bekerja, namun tidak bebas menentukan masa depannya. Rakyat yang dipaksa menanam cengkeh namun kemudian dibangkrutkannya. Rakyat yang diperintahkan belajar namun setelah mengerti dan mengkritisinya diculik dan dibunuhnya.
 

Membenturkan Muhammadiyah dengan Jokowi

 

Kenapa Dahnil menyeret Jokowi dan pemerintahannya dalam kasus ini ? Semua itu berhubungan dengan Pilpres dan Pileg yang akan diselenggarakan 2019 mendatang.

Dalam Pilpres kita tahu bahwa Dahnil sendiri adalah juru bicara Prabowo Sandi. Dan ia punya kepentingan membawa nama Muhammadiyah dalam kasusnya, karena Muhammadiyah sebagai organisasi tidak bermain politik praktis.

Pages