Politik

Saat Menjadi Saksi Pengadilan Buni Yani

Menurutku, postingan Buni Yani tersebut provokatif. Bukan hanya video yang dipotong dari 1 jam 48 menit menjadi 30 detik tanpa mencantumkan sumber video tersebut atau siapa yang memotongnya, juga kata-katanya. Dari kalimat awal yaitu judul postingan "PENISTAAN TERHADAP AGAMA?" (meski ada tanda tanya), sampai isi yang seperti transkrip video namun banyak kata yang dihilangkan misalnya kata "dipakai" dan akhir kalimat yang kata Buni Yani, 'akan terjadi sesuatu'.

Saat Bunglon Hijrah Menjadi Kecebong

 

Keterkejutan kedua adalah saat Hary Tanoe berputar haluan dengan mengusulkan Joko Widodo sebagai capres 2019. Sedangkan kita tau saat HT menghadiri pelantikan pengurus pusat DPP Gerindra pada 8 April 2015, mengatakan, "Sejak kami dukung Prabowo di pemilihan presiden, kami perjuangkan untuk dukung KMP".

Berikutnya adalah Fahri Hamzah. Politikus independen yg dipecat dari PKS karena dianggap selalu berbeda pandang dengan kebijakan partai.

Medsos Jadi Salah Satu Media Rekrut Teroris

Ilustrasi

Dalam pencarian di internet, Akbar menemukan sosok lain bernama Wildan Mukhallad, remaja cerdas seusianya yang lebih dulu berjihad dengan melakukan bom bunuh diri di Irak. Wildan menjadi inspirasi baginya untuk membulatkan tekad menegakkan daulah Islamiyah pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi.

Obsesi Prabowo Menjadi Presiden, Bukan Khalifah

 

PKS merasa difitnah dengan tuduhan bahwa mereka partai pendukung khilafah. Fitnah adalah menuduhkan sesuatu yang tidak dilakukan oleh seseorang. Kesimpulannya, PKS tidak mendukung khilafah. Jika pernyataan dari kader PKS yang dikenal religius ini kita percaya, sudah barang tentu yang menganggap khilafah sebagai solusi untuk carut marutnya negeri ini (menurut kalian lho, kalau menurutku justru on the track menuju lebih baik) terpaksa gigit jari.

Sri

 

Sudah bertahun-tahun ia tak tersentuh hukum. Sri seperti dewi kebencian di medsos. Mungkin karena dulu ia ada di luar negeri, atau aparat menganggapnya hanya TKW depresi. Sri selalu memulai harinya dengan status pedas, provokasi SARA dan kebencian tanpa dasar. Namun tiba-tiba hari ini ada kabar mengejutkan, Sri yang sarkas itu diciduk aparat.

Dukungan Barter

Setelah GNPF lempar bendera putih. Setelah Bahtiar Nasir dan kawan-kawan sowan ke acara open house di Istana. Setelah Rizieq buron. Dan setelah HT dikejar dengan tuduhan penggelapan pajak dan intimidasi kepada penegak hukum. Mereka kini sibuk meminta belas kasian agar kasus hukumnya bisa dinegosiasikan. Caranya dengan merapat ke pusat kekuasaan.

Begini Alasan Hary Tanoe Merapat ke Jokowi

Seperti diketahui,  nama HT besar karena bisnisnya. Lama di dunia bisnis, ia rupanya tertarik di dunia politik.  Naluri bisnis seorang Hary Tanoe  rupanya tidak serta merta  hilang atau minimal berkurang saat dia sudah masuk ke dunia politik. Mungkin semboyan hidupnya, sekali bisnis tetap bisnis, di politik pun bisnis. Oye…

Kisruh di Palestina: Belajar dari Bung Karno dan Gus Dur

Tujuan Bung Karno hanya satu, membela bangsa Palestina yang beribu-ribu kilo meter jauhnya dari Indonesia itu untuk mendapatkan hak hidup, beribadah, serta jaminan sebagai bangsa yang bebas dari penjajahan. Singkatnya, Bung Karno hanya membela, sekali lagi membela, mereka yang tertindas atas nama apapun.

Pages