Politik

Tak Mengakui Jokowi

Meski pun pernyataan kelompok GNPF, PA-212, FPI dan juga beberapa person bekas HTI itu, secara moral politik menjadi aneh, sama aneh dengan pernyataan Rocky Gerung dan Amien Rais. Mereka mengatakan Pilpres berlangsung curang, banyak pelanggaran, tapi tanpa bisa membuktikan. Kecuali dua bukti, (1) tudingan mereka hanya asumsi dan (2) berangkat dari kebencian. Mau minggat dari negeri ini, takutnya nanti kayak Si Rizieq Shihab, ngaku cuma mau umrah malah kini kena denda over-stay.

Matinya Kritikus

Walau pun jika ditelisik, yang berkomentar itu ternyata track record atau rekam jejak digitalnya sama saja. Itu jika melihat postingannya selama proses pilpres lalu. Meski postingan-postingan nyinyir dan hoax mereka kini sudah banyak dihapus.

Dikiranya sebutan kecebong dan kampret mudah dihapus. Senyatanya, pertarungan terus dibangun. Bahkan setelah Prabowo tampak loyo, dan hopingan dengan kubu Jokowi, kini Anies Baswedan menjadi jagoan baru. Untuk digadang-gadang jadi Kuda Troya capres 2024 mendatang.

Apa Mayoritas Harus Menindas?

Saya adalah pemeluk islam sejak lahir, pendidikan agama saya juga pas-pasan. Ibu saya pernah berpesan, belajar agama yg bisa dipakai bermanfaat sesama, bukan "merasa" Tuhan selalu pro kepada kita, tapi kita memusuhi Tuhan dgn merusak ashmaul khusnaNya. Jelas ya, agama yg rahmatanlilalamin ini hanya dipakai maaf utk urusan alat kelamin, bukannya meneruskan arrahman arrahim dalam takaran mikro kosmos.

Ramalan tentang Pengganti Jokowi

Dinamika politik menunjukkan keinginan pemenang untuk rekonsiliasi. Terjadi diplomasi MRT, Jokowi-Prabowo. Dilanjut diplomasi nasgor dengan master mind Kabin Budi Gunawan. Di sisi lain muncul revolusi politik, Empat parpol (Nasdem, Golkar, PKB dan P3) pendukung JKW
Ketum parpol pendukung Jokowi (Nasdem, Golkar, PKB dan P3) berkumpul membahas arah politik, intinya tidak ingin bila posisi Ketua MPR sebagai harga rekonsiliasi. kepentingan masing-masing pihak.

Jahatnya Si Pemelintir Informasi

Kemarin di beranda saya muncul tulisannya. Tulisan tentang ratusan bus Trans Jakarta yang teronggok jadi besi tua. Nilainya spektakuler. Ratusan milyar. 

Begini Tere menulis:
Kejamnya Korupsi

Foto ini saya ambil dari CNBC Indonesia (Muhammad Sabki), foto ini adalah hamparan 450 lebih mobil Trans Jakarta yang menjadi besi tua. Dulu, mobil ini tentu kinclong semua. Sekarang jadi besi tua di lahan kosong.

Pages