Politik

Alasan Jokowi Tidak Memilih Mahfud MD

Tentu pertimbangan Jokowi dalam memilih cawapres sangatlah kompleks. Selain menimbang-nimbang persetujuan dari partai pendukungnya, Jokowi sudah harus segera mematahkan anggapan ‘anti-islam’ yang sering disematkan padanya. Ditambah lagi isu SARA masih sering dimainkan oleh orang-orang yang ingin menjatuhkannya.

Jokowi Memang Musuh Mereka

Sebenarnya siapapun Presiden Indonesia tak menjadi masalah selama yang bersangkutan dapat mengikuti dan tunduk pada keinginan para mafia dan koruptor serta bangsa asing. Namun lain halnya dengan Jokowi yang keras kepala, sulit diatur dan bahkan sulit diajak kompromi untuk merampok dan menguras harta negara, maka sudah selayaknya Jokowi adalah musuh bersama.

Potensi Merebaknya Politisasi Agama pada Pilpres 2019

Temuan di lapangan menunjukkan tren pelanggaran yang cenderung meninggalkan kekerasan fisik, dan beralih pada kekerasan verbal. Bentuk tindakan tertinggi adalah ujaran kebencian, pelarangan aktivitas, serta intimidasi atau ancaman. Pelanggaran tersebut tak hanya menyasar individu, namun juga gender, agama, ras, dan keyakinan kelompok tertentu.

Jangan Menghasut Ahoker, Justru Merugikan

"Seharusnya jangan dilakukan. Pendukungnya Ahok itu banyak. Selama ini mereka tiarap, karena Ahok ada di Mako Brimob. Mengusik mereka dengan isue ajakan golput justru membangunkan macan tidur. Syahwat politik mereka yang lama tidak aktif mendadak dirangsang lagi. Memang awalnya kecewa dan terbujuk untuk golput. Namanya juga emosional. Tapi saat nanti Ahok muncul di panggung kampanye berdampingan dengan Ma'ruf Amin, mereka akan kembali rasional. Batal golput dan tetap memilih Jokowi."

Gentle-nya Ahok untuk KH Ma'ruf Amin

Peran Yai Ma'ruf itulah yg tersimpan dibenak ahoker. Apakah Ahok berpikir sama, nyatanya kebalikannya. LBP mengatakan siang ini bahwa Ahok akan jadi tim kampanye Jokowi dan Yai Ma'ruf. Saya dari Awal sudah menduga bahwa kelas Ahok tidak serendah itu, penjara saja dia terima apalagi seorang Yai Ma'ruf yang dianggap berandil atas kasusnya, Ahok pasti memahaminya, sekarang kemana tampang mau diletakkan bagi pemarah yg semalam koar-koar tak terima kehadiran Yai Ma'ruf jadi wapres.

Pelajaran tentang Politik Cantik Menjelang Pilpres 2019

Jadi, pilpres 2019 pilih pak Jokowi lebih beradab daripada pilih pak Prabowo yang cawapresnya Sandiaga Uno yang keluar duit banyak biar jadi cawapres itu. Buat para Jokowers-Ahokers, hikmah spt itulah musti kalian jadikan pegangan. Ga salah juga kalau mau dianggap fenomena itu adalah permainan politik cantik yang diperagakan pak Jokowi dan pak Mahfud yang berani diadu dengan permainan politik pak Prabowo, pak SBY maupun gerombolan pak Rizieq lewat ijtima' konyol tempo hari.

Pages