Politik

Jangan Lupa Kalau Umat Islam Berhutang Budi Kepada Ahok

Ahok juga memberi Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk sekolah madrasah dan para guru dengan anggaran 2.5 trilliun. Hal ini ia lakukan agar gaji guru madrasah yang selama ini berasal dari biaya SPP murid dapat bertambah. Ahok juga bertekad menjadikan Jakarta Islamic Center (JIC) sebagai salah satu destinasi wisata religi milik Pemprov DKI Jakarta dengan harapan banyak orang yang nanti bisa belajar Islam di JIC.

Aksi Bela Kriminal

Ada kisah yang berbeda. Baru saja kemarin KH Ishomuddin tampil sebagai saksi kasus Ahok di pengadilan. Wakil Ketua Lembaga Fatwa MUI ini justru menilai Ahok tidak melakukan penghinaan terhadap agama. Bahkan, menurutnya, Al Quran tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik. "Al Quran itu kitab suci yang sakral bagi umat Islam. Jangan gunakan ayat-ayatnya untuk kampanye politik," ujarnya.

Ahok Luncurkan Program Emas : Merawat Warga Dari Kandungan Hingga Lansia

“Misalnya kita mulai temukan, dia mau survei dulu apa cari orang sakit dulu? Sakit sudah nggak bayar, tapi datang ke rumah sakit kan masih bayar. Ke depan ini pencegahan, preventif, promotif. Kalau itu bisa dilakukan, biaya juga hemat dan produktivitas naik,” tandasnya.

Anies Hanya Bermodal Kata-kata

Program-program Anies ketika menjadi Mendikbud yang hanya sebatas anjuran semakin memperlihatkannya hanya bermodal kata-kata saja. Seharusnya, Anies tidak hanya melakukan program-program yang bersifat seremonial saja, melainkan program-program yang menyentuh isi dari pembangunan pendidikan nasional, seperti riset, teknologi di pendidikan, profesionalisme tenaga pendidik, dan sebagainya.

Semua Akan Syiah Pada Waktunya

Mencap orang lain sebagai kafir, syiah, sesat, liberal, PKI sudah menjadi kebiasaan sejumlah orang yang sok paling religius dan paling benar dalam beragama. Di kalangan muslim tertentu, mendapat predikat syiah dan juga liberal memang momok, aib. Nggak peduli bahwa orang syiah pun berhaji, sama dengan orang yang non syiah, dan mereka adalah golongan  mayoritas di sejumlah negara. Orang non syiah menganggap syiah sesat, padahal orang syiah melihat orang non syiah yang justru sesat. Di negara yang mayoritas penganut non syiah, orang syiah tak beranoi bersuara.

Siap Jihad, Asal Jangan Nyumbang Duit

Membaca data ini saya sedikit bingung. Bayangkan Anies-Sandi yang didukung orang-orang militan kini malah kesulitan menggalang donasi dari pendukungnya.

Padahal para pendukungnya ini mengaku sedang jihad untuk memenangi pasangan PKS-Gerindra tersebut. Lho, bukankah jihad membutuhkan pengorbanan? Masa berkorban masing-masing Rp100 ribu saja gak mau?

Pages