Politik

Taktik Tito: Tidak Tangkap Rizieq di Arab, Mengapa?

Agar Rizieq terpancing pulang sendiri, Rizieq diiming-iming permen dari polisi lewat pernyataan terkait berkas Firza. “Jika tidak cukup bukti, ya SP3”, kata Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan. Akankah Rizieq terpancing pulang? Atau masuk dalam strategi simalakama Tito? Jika Rizieq pulang ke tanah air, Rizieq akan langsung digebuk dengan seabrek kasus hukum. Pintu penjara yang ketiga kalinya pun siap menggerogoti semangatnya. Jika bertahan di Arab, maka Rizieq akan pelan-pelan busuk di sana.

Strategi Memahami Informasi Asli atau Hoax

Jika broadcast message berupa gambar, maka cara mengeceknya ada 2 cara membuktikannya, Pertama yaitu dengan copy paste link gambar dan yang kedua dengan meng-upload file gambar, caranya adalah sebagai berikut: a) copy gambar link yg anda curigai (caranya klik kanan dan copy image url bila menggunakan google chrome dan copy image location bila menggunakan mozilla firefox); b) buka google images; c) Lihat ada gambar kamera dekat tombol kaca pembesar; d) klik gambar kamera tersebut; e) Paste Masukan URL gambar at

Islam Indonesia Pasca Islamnya Gajah Mada

Biasanya, fenomena ini terjadi karena surutnya minat untuk berpikir secara mendalam, bosan dengan uraian detail dan panjang, serta tidak memedulikan maraji` (rujukan) primer dan mu’tabaroh (otoritatif). Masyarakat muslim lambat laun menggemari informasi-informasi keislaman yang ringkas, mudah dicerna, namun sayangnya sangat dangkal.

Majapahit (bukan) Kerajaan Islam

Berdasarkan pengalaman saya terlibat dalam beberapa proyek konservasi di Trowulan dan penulisan buku Masyarakat Jawa dalam Keseharian bersama Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro dan Drs. PH. Subroto, M. Sc, saya meyakini bahwa Majapahit bercorak Islam—eh Hindu. Candi-candi di Trowulan, dari bentuk, arca, relief, dan ornamen jelas Hindu.

Dari Wali Songo, Islam Liberal Hingga Gaj Ahmada

Kemudian, arus pemikiran modernis masuk. Sebagian dipengaruhi gerakan pan-Islamisme ala Muhammad Abduh, yang kemudian mempengaruhi Kiai Ahmad Dahlan, dan melahirkan Muhammadiyah. Pembentukan Muhammadiyah disusul beberapa tahun kemudian oleh pendirian NU sebagai ‘pesantren besar’. Kecuali dalam kesediaan dan kesadaran berkebangsaan, kedua organisasi ini mewakili dua identitas berbeda dalam stream Muslim moderat.

Pages