Politik

Dukung Jokowi, dan Prabowo

Gubrakkk.

And Jokowi nailed it damn so good: "Kami tidak bagi-bagi untuk yang besar-besar. Seperti Bapak, pak Prabowo punya tanah 340 rb hektar (konsesi) di Kaltim dan Aceh. Bagi-bagi tanah (besar semacam) ini, tidak pernah terjadi di masa saya".

Publik bisa melihat Jokowi menekankan betul kalimat "(bagi-bagi tanah untuk yang besar-besar) ini tidak pernah terjadi di masa saya" dengan tajam. Dan emosi. Kita juga ikutan esmosi, karena serangannya salah sasaran banget.

Pengunduran Soeharto dan Kudeta Prabowo

 

Letjen Prabowo membawa tentaranya ke halaman istana. Lalu dengan menyandang senjata memasuki ruang kerja Presiden BJ Habibie. Tetapi akhirnya dia dapat dikalahkan. Usaha kudetanya ini adalah puncak dari drama sepuluh hari di sekitar jatuhnya Soeharto, pemimpin Indonesia yang memerintah selama 32 tahun.

Antara Pelarian Prabowo dan Pelarian Sumitro

“Dahulu, ujian buat saya dan isteri saya dalam kehidupan jauh lebih dari itu, habis dari menteri di jaman orla, lalu tiba-tiba jatuh jadi buronan, ” katanya dalam wawancara dengan majalah ‘Tempo’, beberapa waktu kemudian.

Peristiwa “lari”nya Prabowo ke Jordania, akibat kasus dan tuduhan yang menimpa dirinya : indisipliner, mengerahkan pasukan “liar”, melakukan serangkaian penculikan aktifis, dan menekan presiden di Istana Negara - seperti mengulangi sejarah yang dilakukan Sumitro di masa lalu.

Buntut Cuitan Itu

 

Skandal cuitan Zaky kemarin sesungguhnya tidak mengusik Pak Jokowi sama sekali. Bagi Pak Jokowi hal semacam itu lumrah terjadi di medsos. Namun para relawan yang meresposnya secara menggebu dan berapi-api, juga tak bisa disalahkan. Begitulah semangat militan para relawan. Pak Jokowi pun sangat memahami hal ini. Wajar kan pelanggan Bukalapak yang pendukung 01 merasa kecewa akibat cuitan CEO Bukalapak yang ceroboh dan berpolitik praktis mendukung gerakan yang digembar-gembiorkan 02.

Pages