Politik

No Move On, No Reconsiliation

Ilustrasi

Hukuman penjara dua tahun justru hanya jadi penanda : 1) matinya keadilan, de facto maupun de jure, serta 2) seperti diucapkan Ahok sendiri kepada sahabat terbaiknya, Djarot : untuk memberikan pencerahan kepada warganya.

Di negeri yang sakit ini, cap terhukum sudah tak ada artinya. Tapi kebenaran moral yang harus dikejar dan dipertahankan habis-habisan.

Jika Paspor Rizieq Shihab Dicabut

"Tentunya kami akan keberatan apabila polisi keluarkan red notice, ya. Tapi misalnya kami udah melakukan keberatan, polisi tetap melakukan itu, ya, silakan saja. Tapi tentunya Habib punya cara untuk tidak akan pulang ke Indonesia, sebelum hukum tegak untuk adil kepada semuanya. Tidak tegak untuk kepentingan kekuasaan," ucapnya.

Bangkit Menggebuk Bersama Jokowi

Selalu ada tokoh sentral yang mampu mempengaruhi banyak orang tersebut hingga akhirnya mendukung pendapat tertentu. Misalnya, dalam hal ini setuju bahwa khilafah dan Pancasila bisa berjalan beriringan. Ini pun terjadi di zaman NAZI, sebagaimana diceritakan dalam buku The Art of Thinking Clearly, Joseph Goebbels seorang menteri propaganda Jerman pernah bertanya kepada kerumunan massa pada tahun 1943.

Dengan Slogan "Bela Islam" dan "Penegakan Syariat" FPI Sangat Menarik di Mata Awam

Tapi substansi itu dalam dan rumit, sedangkan simbol-simbol jelas lebih kasat mata. Seperti kata Gus Shampton, “…melihat inti itu harus mikir, membedakan rasa terasi harus mikir, tapi kalau melihat label/lembaga mudah tanpa harus punya otak” . Dan sudah jelas pula bahwa orang bodoh itu lebih banyak ketimbang orang pandai.

Tirakat Nusantara untuk Selamatkan Bangsa Indonesia

Agama, tentu saja, diwahyukan Tuhan kepada para rasul bukan untuk tujuan politik, apalagi politik praktis kekuasaan yang bersifat hangus oleh waktu, terbeli oleh pundi-pundi, ternodai oleh korupsi, rentan terhadap perpecahan, dan fana oleh sifat-sifat duniawi lainnya. Karena itulah, dikotomi agama politik dan politik agama menjadi relevan. Penggunaan agama untuk berpolitik hanya perilaku segelintir orang politik yang beragama.

Pages