Politik

HTI, Yahudi Madinah, dan Perongrong Negara Kesepakatan

Para tokoh Islam yang ikut dalam kesepakatan tersebut sebagai wakil umat Islam menyatakan setuju dengan negara kebangsaan tersebut ketimbang mendesakkan berlakunya Piagam Jakarta yang memberi mandat kepada negara untuk mewajibkan penerapan syariah pada pemeluknya. Dengan keputusannya itu, mereka selintas tampak tidak menerapkan syariah dalam bernegara. Tapi itu hanya lahiriahnya saja.

Mimpi Panjang Cheerleader Hizbut Tahrir

Pendiri HT dan penggagas utama "Negara Khilafah" ini bernama Taqiuddin al-Nabhani (1909-1977), bekas hakim di Yerusalem. Dialah arsitek ideologi, platform, konstitusi, dan pernik-pernik lain yang berkaitan dengan ormas HT dan konsep atau desain "Negara Khilafah". Kelak, setelah ia meninggal, gagasan ini diteruskan dan diperdalam oleh penggantinya Abdul Qadim Zallum (1924-2003), juga dari Palestina.

White Helmets, Organisasi “Pura-pura” Kemanusiaan

Ingat kasus Freddy Budiman yang tiba2 menjadi malaikat, Santoso yang mendadak menjadi pahlawan dan pembakaran Vihara di Tanjung Balai ?

Model pemberitaan propaganda yang ujung2nya mengangkat isu sektarian dan menjatuhkan kewibawaan aparat juga pemerintah ini adalah pola yang mudah dikenal sebagai lapisan awal untuk membentuk benturan.

Ahok: Saya Ikan Kecil Nemo di Tengah Jakarta

Menurutnya, ketika Nemo meminta ikan lainnya untuk melawan arus, permintaan itu tak dituruti. Ahok mengatakan kadang seseorang harus melawan arus untuk menyelamatkan yang lainnya.

Dia juga menegaskan ketika Nemo berhasil menyelamatkan ikan lainnya, tidak ada yang mengucapkan terima kasih kepada ikan tersebut. Jadi, papar Ahok, tak apa apa melawan arus asalkan bersikap teguh dan jujur.

"Geng Amerika" di Pilkada Jakarta

Nah, karena para "geng Amerika" sedang berlaga dalam Pilkadal, maka para ormas Islam, Pilkaes, dan klub Mamat dan Mimin yang mengusung Anies-Sandi (untuk sementara) "puasa dulu" tidak berkoar-koar tentang "Mamarika" sebagai kapitalis, Zionis, liberalis, sekularis, musuh Islam, dlsb. Padahal sebelumnya, mereka paling rajin gembar-gembor tentang "Ngamerika" dan menuduh para alumni kampus-kampus AS sebagai "agen Zionis-Salibis" he he.

Beda Antara Pembenci dan Pencinta

ini murni pendapat pribadi sih, demi melihat para pendukung Ahok, mereka bergerak karena cinta.. cinta Jakarta, cinta Ahok, cinta birokrasi bersih..

tapi tidak banyak terlihat dari pantauan saya orang-orang yang memilih Anies Sandi karena mencintai mereka.. mereka berkumpul satu suara karena tidak suka Ahok.. entah tidak suka ras-nya, suku-nya, agamanya, mulutnya..

Jokowi Menuju 2019

Dalam pertemuan dengan Mike, Jokowi memberikan sinyal bahwa dia punya data vital itu. Artinya engga perlu lagi AS memberikan dukungan kepada pihak "tertentu" untuk mengamankan Freeport. Jokowi bersikap atas dasar historik dan realistis, bahwa masalah freeport adalah masalah bisnis. Engga ada urusan dengan hegemoni politik AS dalam penerapan geostrategisnya. Namun Jokowi dengan tegas tak ingin bersengketa namun tak juga ingin di perlakukan tidak adil.

Pages