Humaniora

Prabowo Islami?

Ilustrasi

*) Ini kalau pakai ukuran-ukuran mereka ya, saya sendiri tidak pernah pakai ukuran-ukuran seperti itu tentang Islami, saya pakai ukuran-ukuran Islami seperti: tidak korupsi, bersih, melayani kepentingan rakyat, motivasinya bukan karena ego pribadi, dsb.

Berita dibawah mungkin bisa sedikit menjelaskan bagaimana dan siapa-siapa saja narator cerita diatas.

Umat Islam di Indonesia Banyak yang Bingung

 

Misalnya begini, mereka gembar-gembor bilang demokrasi itu haram karena produk dari negara Barat-kapir tetapi dengan semangat '45 ikut Pemilu dan Pilkada, ikut larut hiruk-pikuk dalam proses demokrasi dan berusaha mati-matian memenangkan jago atau paslon idaman mereka. Kalau demokrasi itu haram, maka jangan ikut-ikutan Pemilu atau "Pilkadal" dong coy.

Kajian Kencing di Pondok Indah

 

Tapi belakangan anak-anak muda NU makin beradaptasi dengan perkembangan jaman. Dengan tetap memegang kearifan kultural, NU terus bergerak maju. Islam diwartakan dengan semangat kebangsaan. Ditampilkan dengan wajah rahmatan Lil alamin.

Sebaliknya kaum Islam yang mengaku Islam kota, makin bergerak puritan. Makin menarik agama jadi makin aneh. Bahkan semakin menjauh dari ilmu pengetahuan.

Pikiran Besar

Ilustrasi

Untuk sebuah peristiwa yang sama – misal jatuhnya buah apel dari pohonnya – akan disikapi dan ditanggapi secara berbeda oleh kedua jenis pikiran itu. Pikiran kecil akan tertarik dengan pertanyaan : “ Siapa sih yang kemarin kejatuhan buah apel ? Sedangkan pikiran besar akan bertanya : “ Kenapa buah apel itu jatuh ke bawah, bukannya ke atas ? “.

Biarkan Ahok Jadi Manusia Biasa

Ilustrasi

Marilah kita kembali menjadi orang biasa. Kata pepatah Jawa : ojo gumunan, ojo kagetan. Biarkan Ahok menjadi orang biasa yang bisa membuat berbagai 'hal biasa' seperti lainnya. Demikian juga Vero.

Selebihnya, jangan pula kita buang semua jasa dan pengorbanan Ahok - yang tak banyak orang mampu melakukannya - sebab ia memang layak dihargai dan dihornati.

Pages