Humaniora

Pancasila, Toleransi dan Prestasi

Ada satu hal yang bersifat contoh dan teknis yang masih perlu didiskusikan dan menurut saya memang perlu diwacanakan serta dilaksanakan terus menerus, yaitu pentingnya diksi inovasi dan prestasi dalam pengarusutamaan nilai nilai Pancasila.  

Saat itu saya menjelaskan salah satu contoh aktivitas BPIP yang langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat. BPIP memberikan apresiasi terhadap aktivitas pegiat kampung dan kehidupan gotong royong kampung yang kreatif dan inovatif. 

Mengapa Kita Harus Menulis?

Tidak peduli apakah pernah terbersit di dalam hati Anda keinginan agar suatu hari Anda akan bisa menjadi seorang penulis buku yang bestseller atau sekadar memiliki blog sendiri, semua orang perlu mengembangkan kemampuan menulisnya. Di dunia yang semakin mengglobal ini kemampuan berkomunikasi adalah sangat vital. Menulis adalah sebuah cara berkomunikasi yang sangat penting.

Menghakimi Keyakinan Orang Lain

ilustrasi

Tapi di luar itu, sungguh saya tidak mampu menulis sesuatu dengan cara dan gaya seakan-akan bukan diri saya hanya karena saya ingin membuat diri saya pas dalam label mayoritas, atau apalah yang membuat posisi saya selalu aman, serta membuat senang orang-orang tertentu. Saya bukan orang yang rela berbasa-basi demi tujuan disenangi orang.

Mengecam Fatwa UAS Soal Catur adalah Intoleran

Bagi yang sudah belajar fiqih secara mendalam, saya yakin tak akan mempermasalahkan fatwa UAS soal catur. UAS hanya mengukuti salah satu pendapat ulama. UAS bukan bikin fatwa baru.

Menurut Imam an-Nawawi dari kalangan mazhab Syafi'i: Main catur itu makruh. (Tapi jika melalaikan salat, jadi haram). Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad: haram. Imam Malik: catur lebih jelek dari dadu, karena lebih melalaikan.

Melayani Sampai Mati

ilustrasi

Ejekan ketiga datang dari satu dari dua penjahat yang disalib bersama dengan Yesus. Katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (ay. 39) Akan tetapi yang seorang menegur dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." (ay. 40-41).

Pages