Humaniora

Wabah dan Kemajuan Jaman

ilustrasi

Satu abad terakhir manusia, dengan ilmu pengetahuan telah berusaha membentengi diri dari lingkungan virus. Manusia menemukan sistem kesehatan yang lebih baik melalui vaksin, antibiotik, lingkungan yang lebih higienis, serta infrastruktur kesehatan yang lebih baik. Ibarat benteng, sistem kesehatan modern adalah temboknya, sedang perawat dan dokter menjadi pengawalnya. Sayang, ada banyak bagian benteng yang bisa ditembus. Krisis kepercayaan penyebabnya.

Jogja Slowdown

ilustrasi

Kami yang pilih tidak ke masjid dan 'ndekem' jadi tampak sebagai warga yang kurang taatnya. Apalagi saya, yang rumahnya persis di samping musalla.

Dua hari lalu saya masih ikut jamaah di musala. Anak dan istri sudah saya suruh di rumah saja. Waktu salat, di samping saya bersin-bersin. Di belakang saya batuk-batuk. Salat pun tidak jadi khusyuk.

Presiden Pun Mencontohkannya

Coba lihat, bagaimana Jokowi yang sudah menjadi orang nomor satu saja selalu bersikap santun dan bisa dekat dengan rakyatnya dengan cara yang membumi. Jokowi pun tak pernah ingin diistimewakan saat harus berhadapan dengan sebuah aturan. 

Misalkan saat masuk stasiun kereta, Jokowi tetap mengantri untuk membeli kartu atau ticket harian. Lalu masuk melalui Tripod Turnstile Gate atau pintu masuk elektronik. Begitu pun dalam kondisi lainnya yang memang menerapkan aturan khusus.

Herd Immunity dan Konsekuensi

Sebelum saya menuliskan skenario ini. Saya ijin menyampaikan disclaimer dulu. Saya orang awam. Bukan ahli apa-apa.

Latar belakang pendidikan sempet kuliah engineering. Sempat doank. Jadi tulisan saya boleh dikritik, karena saya bukan virolog, bukan juga dokter klinis, atau expert di bidang corona. Jadi dalam membaca tulisan saya, jangan begitu percaya. Tulisan orang awam. Biasa aja.

Pesan dari Bill Gates Soal Wabah Corona

2) Ini mengingatkan kita bahwa kita semua terhubung dan sesuatu yang mempengaruhi satu orang berpengaruh pada orang lain. Ini mengingatkan kita bahwa perbatasan palsu yang kita pasang tidak ada artinya karena virus ini tidak memerlukan paspor. Ini mengingatkan kita, dengan memaksa kita dalam waktu yang singkat, pada orang-orang di dunia ini yang seluruh hidupnya berada dalam penindasan. 

Belajar Mengenal Bagaimana Corona Menyebar

ilustrasi

Kalau tidak terkena percikan langsung dari orang yang bersin atau batuk, berarti aman dong? Tidak juga. Percikan yang membawa virus Corona bisa menempel di berbagai permukaan yang disentuh oleh banyak orang: handel pintu, pegangan tangan di kereta, jok motor atau mobil, bangku gereja, lantai atau karpet masjid, dst. Jika anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi, tangan anda pun mungkin membawa virus Corona. Hanya perlu satu kali sentuhan ke wajah sebelum virus tersebut memasuki tubuh.

Di Iran Hampir 100 Orang Meninggal Tiap Hari

ilustrasi

Yang diharapkan Iran saat ini, adalah kepatuhan warganya... ketika kebijakan lockdown tidak bisa diambil, maka yang diperlukan adalah kesadaran tinggi warga... untuk menjaga diri jangan sampai terinfeksi... dan ketika terinfeksi, jangan menularkannya ke orang lain... memang tinggal dirumah saja selama berhari2 itu setengah mati, tapi itu masih lebih baik dari mati atau menjadi penyebab kematian orang lain...

Pages