Humaniora

Pasal Penistaan Agama atau Penistaan Islam?

Judul resminya sih “pasal penistaan agama” tetapi dalam prateknya sebetulnya lebih ke “pasal penistaan Islam”. Atau lebih khusus lagi, “pasal penistaan Islam [menurut kelompok Islam tertentu] yang dilakukan oleh non-Muslim”. Coba Anda renungkan (kembali) dengan kepala dingin, hati lapang, pikiran luas, dan jiwa yang tenang: sebetulnya apa sih substansi yang diucapkan Ahok itu? Apakah kira-kira, jika tidak ada campur tangan “Bu Yani”, masalah ini bisa seheboh seperti sekarang ini?
 

Terimakasih Polri

Banyak yang mengirimkan gambar ke saya tentang aksi 411 & 212 dengan tambahan ejekan bahwa "Ini bukti bahwa Islam cinta damai.."

Entah apa pikiran mereka, dipikirnya saya benci dengan agama saya sendiri.

Justru saya sangat cinta bukan saja kepada agama saya sendiri tetapi kepada saudara2 saya yang sedang ada disana. Karena itu saya selalu memberikan peringatan "hati-hati", yang ditafsirkan oleh mereka dengan mengejek..

Seharusnya kita sangat bersyukur bahwa tidak terjadi apa-apa dalam acara itu... Kita semua.

Pakde Jokowi, Kita dalam Bahaya

Oleh: Denny Siregar
 

Malam, Pakde...

Banyak yang memuji langkah Pakde pada aksi tadi siang. Dan saya yakin tim pakde pasti tersenyum senang melihat keberhasilan membalikkan serangan lawan dengan gemilang.

Tapi Pakde, jika boleh saya ingatkan..

Keberhasilan2 itu sebenarnya sangat rentan. Salah langkah sedikit saja, maka kita akan terpecah menjadi beberapa bagian. Terlalu riskan jika selalu memakai pola bertahan..

Hukuman 400 Tahun untuk Ahok

Oleh: Ahmad Syafii Maarif

Jika dalam proses pengadilan nanti terbukti terdapat unsur pidana dalam tindakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 27 September 2016 itu, saya usulkan agar dia dihukum selama 400 tahun atas tuduhan menghina Al-Quran, kitab suci umat Islam, sehingga pihak-pihak yang menuduh terpuaskan tanpa batas. Biarlah generasi yang akan datang yang menilai berapa bobot kebenaran tuduhan itu. Sebuah generasi yang diharapkan lebih stabil dan lebih arif dalam membaca politik Indonesia yang sarat dengan dendam kesumat ini.

Jangan Tertipu Hoax, Itu Equil Bukan Miras

 

Oleh : Gathot Subroto

A : Astaghfirullah, lihat nih bro kelakuan pejabat kita, pertemuan tapi minumannya minuman keras. Lihat nih di FB temen ana ...

B : Mana bro?? Ahhh, rasanya itu bukan minuman keras deh bro, masa gubernur ama polisi minum bir, nggak mungkin ahhh. Sebentar saya browsing bentuk botolnya.

A : Ahhh, pejabat itu bukan hanya omongannua deh yang rusak, kelakuannya juga rusak. Wong dia selalu membela peminum bir dan bilang kalau bir itu nggak memabokkan kok.

Santri Demo dan Politisasi Santri

Oleh : Taufiqurahman Al- Azizy

Teringat saya waktu kecil. Di sebuah dusun yang bernama Tegal Jadin, paman saya selalu mengisi pengajian kitab kuning selepas asar. Masjid penuh. Asrama santri menjadi kosong tiap sore hari. Waktu itu, kakek telah meninggal, namun semua orang di Tegal Jadin tahu dan sadar bahwa sang kakeklah yang membuka “tegal” (Istilah Jawa: Ladang) menjadi dusun, mendirikan masjid dan pondok kecil yang kemudian terkenal sebagai Pesantren Tegal Jadin.

Jokowi Ikut Sholat Jumat di Monas?

Oleh : Denny Siregar

Jumat ini akan ada aksi shalat Jumat bersama dengan tema "Bela Islam III" yang sudah dilokalisir di Monas..

Pertanyaannya, apakah Pakde ikut shalat Jumat disana atau tidak ?

Sebelum menjawab, kita coba lihat ke belakang dulu untuk memetakan situasinya.

Sesudah demo besar 411, tampak langkah2 yang dilakukan pemerintah sangat efektif meredam potensi kerusuhan. Apresiasi tinggi kepada Kapolri Tito yang sukses mendeteksi potensi kerusuhan dengan melakukan pengamanan tanpa terjadi bentrokan.

Pages