Humaniora

Bahasa Arab & Bahasa Inggris, Bahasa Religius vs Bahasa Kafir?

 

Di kawasan Arab, tidak semua kaum Arab Muslim menganggap Bahasa Arab sebagai "bahasa Islami" (apalagi "bahasa surga"). Menurut mereka, Bahasa Arab adalah sama dengan bahasa-bahasa lain, kecuali Bahasa Arab klasik (fushah) yang dipakai dalam Al-Qur'an yang sangat spesifik.

Kisah Dai Kampung & Marbot yang Umrah berkat Program Gubernur Ahok

 

Dalam penilaian saya yang adalah sosok yang sopan dan berhati-hati dalam pemilihan setiap kata yang diucapkan. Tapi bukan itu yang membuat hati saya kepincut. Ada cerita yang lebih menarik. Pak Suyono cerita, di usianya yang mendekati lanjut, dia mendapat anugerah yang tak terduga, yaitu kesempatan pergi ke rumah Allah di Tanah Suci Mekah, hal yang diidamkan setiap muslim namun tak semua bisa menjalani karena berbagai sebab. Kebanyakan dikarenakan mahalnya biaya transportasi.

Negara Bangsa, Bukan Negara Agama

Teman saya orang Tunisia yang tinggal di Madinah bercerita dengan agak frustrasi soal Saudi. “Aku dari ras Arab, bahasa ibuku bahasa Arab, agamaku Islam. Tapi aku tetap bukan WN Saudi, dan diperlakukan sangat berbeda dengan warga Saudi,” keluhnya. Sebelumnya kami bersama-sama tinggal di Jepang. “Di Jepang, orang mungkin merasa aneh melihat tampang saya. Agama saya aneh. Bahasa saya aneh. Tapi kita semua diperlakukan sama seperti warga Jepang,” keluhnya.

Seorang Jokowi

Masalahnya banyak lawan politiknya tidak melihat hukum sebagai panglima tapi masih hidup dalam culture politik sebelumnya dimana masalah apapun diselesaikan secara politik. Akibatnya terjadi transaksional dan pasti yang dikorbankan adalah rakyat. Karena bagi mereka jelas tujuannya bukan rakyat tapi kepenting pribadi dan golongan. Kalaupun Ormas di seret dalam aksi itupun masuk dalam political cost bagi mereka. Semua tidak ada yang gratis dalam aksi.

Waspadai Gerakan Kelompok Islam Sontoloyo

Mereka sejatinya adalah para "penumpang gelap" kapal bernama Indonesia ini.

Sejatinya, mereka adalah gerombolan ormas "upil-kere" atau, meminjam istilah Bung Karno, "Islam sontoloyo" yang memanfaatkan keluguan massa Muslim dan jamaah Mamat-Mimin.

Sebenarnya, mereka mempropagandakan itu untuk mengeruk keuntungan bagi kelompok Islamnya saja, bukan bagi kepentingan umat Islam Indonesia pada umumnya.

Pages