Humaniora

Puisi Indah Buat Fahri Hamzah

Dengan semua apa yang mereka lakukan
Tetap kau beri nama mereka Babu
Sebutan yang sangat merendahkan..

Okelah, tuan..
Yang duduk di ruang dingin di Senayan
Yang kalau rapat tidur sampe ngiler tak tertahan
Kadang datang, seringnya enggan
Berjas tapi jarang bercelana dalam
Hidup ditunjang dari uang sidang

Maukah kau kuberi gelar
Yang sesuai dengan apa yang kau kerjakan
Dengan tanpa merendahkan..

Kita panggil saja dirimu Penjual Congor..

Surat Terbuka Untuk Al Muzamil Yusuf, Anggota DPR RI.

Kemudian bagimana kalau saudara2 kita sebangsa yg beragama Kristen dengan alasan yg sama, merasa juga dibolehkan memberi gambar salib, atau coretan kata2 yg dianggap suci dari agamanya?  Terus yang Budha juga melakukan hal yang sama? Atau yang  ber Agama Hindu kasih tulisan "Om swasti astu terus bagaimana? Mereka juga bisa beralasan, itu adalah kalimat suci bagi mereka.

ISIS di Spanduk Anti Wayang

Bukan hanya itu. ISIS menyerang dan membakar perpustaan di Mosul yang berisi ribuan manuskrip kuno. Mereka juga menghancurkan patung kerbau bersayap peninggalan budaya Assiria, yang dibuat abad ke-7 sebelum masehi. Hal yang sama dilakukan di Palmyra, Suriah. Banyak bangunan dan artefak bersejarah di kota indah di Suriah itu, kini tinggal puing.

Pantatmu Harimaumu

Sebelum polisi memeriksa kasusnya, Ahok mendatangi Polda Metro. Dia datang dengan kepala tegak. Ini sebagai salah satu ikhtiarnya untuk meredakan kesalahpahaman. Kedatangannya juga untuk menjaga publik dari perpecahan yang tidak perlu. Dia berkali-kali meminta maaf secara terbuka. Tapi su ini terus dijadikan semacam senjata untuk meringkus Ahok. Desakan disuarakan agar Ahok diproses secara hukum.

Kasus Ahok Copy Paste

Sedangkan orang yang melihat, menghadiri dan merasakan peristiwa sebenarnya sampai sekarang tidak menganggap kejadian itu sebuah masalah penistaan karena mereka merasakan tidak ada ancaman pada saat itu, tidak ada pemaksaan, tidak ada tekanan dan sampai sekarang hidup mereka damai sentosa, masih diberi rezeki oleh Tuhan, masih asyik mencari nafkah untuk anak istrinya, menghiraukan hiruk pikuk kasus copy paste tadi

Para Orientalis Barat Pro-Islam

Padahal, ada banyak sekali kaum orientalis yang sangat positif, apresiatif, bersahabat, dan ramah dengan Islam dan kaum Muslim. Guru-guruku di Boston University dulu rata-rata dari kelompok ini. Bahkan beberapa orientalis masuk Islam seperti Leopold Weiss yang kemudian berganti nama menjadi Muhammad Asad, seorang Yahudi Hungaria, salah satu pemikir berpengaruh di Eropa pada abad ke-20, dan penulis buku legendaris: "The Road To Mecca".

Pages