Humaniora

Tuhan yang Beranak

Oleh: Denny Siregar
 

Saya sendiri heran dengan pernyataan Habib Rizieq dalam ceramahnya itu..

"Kalau Tuhan beranak, lalu bidannya siapa ?" Dan tertawalah satu ruangan dalam ketidak-mengertian yang sama.

Saya menganggap HR adalah seorang yang paham ilmu agama, maka ia didaulat sebagai Imam besar di sebuah ormas. Tapi ternyata seorang "Imam besar" pun tidak pernah bertanya langsung kepada Pendeta, Romo atau pemuka agama yang selevel dengannya dalam pengetahuan agama mereka.

Mempertanyakan Kehabiban Rizieq Shihab

Oleh: Kajitow Elkayeni
 

Secara bahasa habib artinya orang yang dicintai. Bentuk jamaknya habaib. Ia adalah gelar atau sebutan yang diberikan pada keturunan Rasulullah tertentu. Habib tidak bisa diobral atau diaku-aku, untuk modal ceramah, agar terlihat wah. Ia gelar yang diberikan komunitas dengan beberapa syarat.

Tati Oktian, Guru yang Memprovokasi Pembunuhan atas Kepala Negara

Oleh: Fafa Muafa

Namanya belum seterkenal Dwi Estiningsih, kader PKS yang meniti karir sebagai provokator pemecah belah bangsa dengan cuitan SARA. Tapi Tati Oktian sejenis dan sepertinya memang sesama Cyber Army yang menggunakan pola-pola yang sama dengan Esti dalam aksinya. Kalau Esti bergerak di Twitter, Tati bergerak di Facebook.

Natal dan Hadist Tasyabbuh

Oleh : Akhmad Sahal

Ada satu hadis yang belakangan kerap dikutip sekalangan muslim sebagai dalil untuk mengharamkan orang Islam memakai topi Santa Claus. Hadis yang lazim disebut hadis tasyabbuh (penyerupaan) itu berbunyi: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, ia termasuk kaum itu.” Bagi mereka, pakaian santa adalah bagian dari ikon Natal yang khas Kristen. Karena itu, mengenakan topi santa bagi muslim adalah tindakan menyerupai kaum Kristen, yang dilarang oleh Nabi.

Mujahidin, Sang Guru Umar Patek Tobat

Kalimat ‘Dulu NU, Muhammadiyah, NKRI; Musuh Saya’ dari mantan, teroris Abdurrahman Ayyub membuat terpukau peserta dialog tentang radikalisme dan terorisme, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/9).

Abdurrahman adalah mantan petinggi Jamaah Islamiyah, jaringan teror yang ditakuti Barat. Karirnya dalam gerakan radikal lumayan mentereng. “Saya dulu melawan Rusia di Afganistan. Kalau karir saya diteruskan, saya bisa setara komjen (komisaris jenderal dalam kepolisian),” katanya disambut tawa hadirin.

Pages