Humaniora

Ilusi Kaum Jenggoters

Kaum jenggoters memang terbiasa menghibur diri untuk hal-hal yang membuat mereka mestinya merasakan sedih perih kalau mengetahui kenyataan sebenarnya. Maka dikaranglah cerita-cerita oleh para buzzer bahwa ada konspirasi dalam penangkapan tokoh-tokoh politik yang kadung mereka kultuskan. Juga soal rencana kunjungan Raja Salman, yang katanya akan menemui Sang Imam Besar Ormas Anu karena marah mengetahui beliau dikriminalkan. Konon informasi di media-media sosial yang disebar para buzzer, mendapat share hingga puluhan ribu. Ck Ck ckkk....

Muslim Zalim dan Kafir Adil

 

Sayangku,..lebih baik pemimpin kafir tapi berlaku adil itu juga tidak benar, karena mana ada kafir berlaku adil, mana ada kafir membangun masjid, mana ada kafir memberangkatkan umat lain umroh, mana ada kafir menutup tempat pelacuran dan mana kafir memanusiakan manusia yang tinggal dipinggir sungai, menjamin kesehatannya, menjamin sekolah anak anaknya dan banyak lainnya

Amanah Ala Hakim PA

... Ya Tuhan YME sangat mengerikan peristiwa ini, jabatan orang ini bisa membuat kami perang saudara, sengketa kekuasaan negara ini diselesaikan oleh lembaga Ini sebagai benteng terakhir keadilan dan sebentar lagi akan ada PILKADA serentak,..luar biasa nya manusia satu ini bakal panen duit dia

Dia dulu yang langsung sujud syukur saat namanya diumumkan SBY menjadi menteri. Dia dulu yang disumpah dibawah Kitab Suci. Dia yang mengadili atas nama Tuhan, Dia yang satu kakinya sudah berada di surga dan satu lagi nya tergantung pada kura kura dibalik celananya

4 Murid Kiai Kholil Bangkalan (Cikal Bakal NU, Muhammadiyah, MIAI dan Masyumi)

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH. Romli (ayah KH. Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang; Hasyim Asy’ari & Muhammad Darwis, masing-masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kyai Soleh Darat.

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli falak. Keluarga besar RA. Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan al-Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa dipahami.

Ketika Ibadah Jadi Sarang Kebencian

Sertifikasi penceramah agama adalah langkah maju dari pemerintah saat ini. Mungkin harus ada kejadian dulu baru kita tanggap akan situasi.

Selayaknya kita belajar dari negara lain yang sudah menerapkan itu jauh hari sebelumnya. Iran dan Mesir mungkin bisa jadi rujukan, karena mereka pernah mengalami situasi pahit dimana ulama dijadikan kendaraan untuk kekuasaan..

lkhwal Tudingan dan Bantahan Prof Quraisy Shihab Penganut Syiah

Kedua, keliru besar kalau dikatakan Tafsir al-Misbah hanya merujuk pada Tafsir al-Mizan. Kalau kita baca dengan seksama, Habib Prof Quraish itu sangat mengagumi al-Biqa'i yang menulis kitab tafsir Nazm al-Durar. Karya al-Biqa'i ini menjadi bahan kajian disertasi Habib Prof Quraish Shihab di al-Azhar Cairo. Selain al-Biqa'i dan Thabathaba'i, beliau juga merujuk kepada Tafsir fi Zhilalil Qur'an karya Sayid Quthb dan al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibn Asyur.

Ini Alasan Mengapa PBNU Kontra terhadap Aksi Bela Islam

Mengamini apa yang seringkali disampaikan Ahmad Baso dalam buku-bukunya, bahwa hari ini NU sedang digempur oleh wahabisme di satu sisi dan digempur oleh liberalisme di sisi lain. Isu-isu tertentu sengaja ditiupkan ke masyarakat Nahdliyin oleh kedua pihak tersebut, maupun pihak-pihak lain yang bersekutu dengan keduanya, demi menginfiltrasi NU. Nahdliyin yang awam dalam memahami prinsip-prinsip kemoderatan NU, dapat terinfiltrasi doktrin-doktrin di luar NU. Tidak heran jika kemudian Rais Aam KH Makruf Amin seringkali berpesan dalam berbagai kesempatan, “La radikaliyan wa la liberaliyan”.

Kisah Seorang Babu Keren dan Buruh Kapal

Saat itu saya menjadi "kuli" di sebuah kampus di Singapura. Wajah-wajah ceria riang gembira terlihat dengan jelas pada para penumpang yang mayoritas kaum perempuan itu. Sejak di bandara Changi, saya perhatikan mereka ngobrol dengan asyiknya dengan muka yang berbinar-binar. Sebagian besar menggunakan bahasa campuran: Bahasa Indonesia, Jawa, Melayu, dan Inggris "dialek Singapura".

Pages