Humaniora

Hari Pers dan Berita Pedas

ilustrasi

Jalan keluar dari Pers Nasional yang berkubang framing dan hoax adalah dengan menyadarinya bahwa kondisi seperti sekarang harus dihentikan. Semua insan pers harus menghentikan kondisi gagal move on. Bahwa isi redaksi yang independen membutuhkan perut wartawan yang kenyang dan kantong perusahaan pers yang sehat. Bahwa dahulu nilai ekonomis Pers Nasional berada pada satu jalur pencari dan penyaji informasi.

ISIS Pulang Kampung

ilustrasi

Duloh : Lha kagak su'ujon. Lha emang pada doyannya jihad ame perang, ya kita persilahkan. Cuma jangan disini jihadnya. Disono noh di Israel aja. Nah kita bantu doa aje dari jauh. Enak disono kalo jihad, orang kapirnya banyak, lagian kapirnya kapir beneran. Disini orang kapirnya dikit, lagian kagak lagi perang.

Kecantikan Hati

ilustrasi

Umi menjawab saya baru bermimpi bertemu Rasulullah & sang habib pun membenarkan bahwasanya itu memang Rasulullah SAW..
Rahasia kecantikan beliau katanya saya itu malah sering ke sawah & jarang ke salon..
.

Bertanya Jadi Curhat

ilustrasi

Dan yang paling sering adalah urusan ribut sama orang lain, yang demi Allah, saya tidak kenal satu pun orangnya. Bahkan yang curhat pun tidak saya kenal juga. Ini siapa sih, kenal juga nggak, tiba-tiba curhat urusan rumah tangga.

Lu kira gue Uya Kuya?

ISIS Diajak Atau Dipulangkan?

ilustrasi

Ada “pejuang” HAM yang langsung komentar bahwa mereka harus dipulangkan. Padahal belum jelas siapa mereka itu, apakah WNI. Kalau masalah kemanusiaan secara umum, para “pejuang” HAM ini dengan alasan kemanusiaan bisa membantu material apa yang dibutuhkan mereka. Pun demikian, kalau alasan kemanusiaan, silakan bantu para pencari suaka yang ada di Indonesia. Terbetik dalam benak saya, kalau pencari suaka yang ada di Indonesia itu mengaku sudah menjadi WNI kira-kira bagaimana jawaban para “pejuang” HAM?

Berjilbab Tapi Telanjang

ilustrasi

Kerusakan ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275).

Puncaknya adalah era sosial media, ketika selfie terfasilitasi dengan segala kecanggihan kamera zaman ini.

Slow Living Ala Li Ziqi

ilustrasi

Li Ziqi menurut saya adalah seorang tokoh slow living paling penting di dunia saat ini. Slow living adalah kombinasi segala hal baik yang akan banyak menyelamatkan dunia di masa datang. Ia menghargai setiap detil proses, dan menendang jauh gaya hidup serba instant. Gaya hidup kembali ke alam yang di luar sangat membumi, tapi sekaligus sangat berselera dan hari ini. Ia tampak kuno, tetapi justru super modern. Ia kembali tradisional, tetapi sesungguhnya sangat masa depan. Ia melambat tapi justru menyelamatkan.

Pages