Humaniora

Ulama Orisinil vs Ulama Oplosan

 

'Ulama Orisinil' yg saya maksud adalah mereka yang sejak remaja (bahkan sejak kecil) menghabiskan waktunya untuk mendalami ilmu agama (Tafsir, Hadits, Fiqih, Ulumul Quran, dll). Bahkan merantau ke universitas di Timur Tengah dan negeri-negeri lainnya dimana sumber ilmu orisinil itu berasal. Bertahun-tahun lamanya. Ada yg belasan, bahkan hingga puluhan tahun.

Tangisan Atut di Sidang Tipikor

Tak lama kemudian, hatinya mulai terusik. Itu coklat haram yang belum dibayarnya. Dikembalikan pun susah karena dia sudah jauh dari vending machine tadi, di tempat yang jarang dikunjunginya. Coklat itu tak dia makan-makan, tak juga dibuangnya. Akhirnya coklat itu dimakan oleh anggota keluarganya, yang tak tahu asal-usul coklat itu. Kenalan saya memutuskan beristighfar dan bersedekah, dengan jumlah berlipat ganda dari harga coklat. Dia tak tahu apakah itu cukup untuk mengampuni dosanya mencuri, tapi dia percaya Allah Maha Pengampun.

Hati-hati Memondokkan Anak! Inilah Daftar Pesantren Wahabi yang Perlu Dihindari

Peserta yang kena jaring razia mereka, akan didoktrin sesuai pemahaman mereka yang suka mengafirkan. Berikut hasil penelitian santri Nahdliyin terhadap mereka.

Pesantren wahabi yang beredar di Indonesia:

 

    Ma’had Imam Bukhori – Solo

Pelapor yang Terlapor

 

Lalu Kaesang dilaporkan ke polisi, dengan sangkaan penodaan terhadap agama. Logikanya orang yang melaporkan adalah mereka yang tersinggung dengan video Kaesang. Siapa yang pantas tersinggung? Siapa lagi kalau bukan mereka yang menebarkan kebencian.

Kan, komentar dalam video Kaesang memang mengkritik orang-orang seperti itu.

Ketika “Dasar Ndeso” Dianggap Lebih Kasar Ketimbang Cacian “Kutil Babi dan Anjing"

Saya tidak ada tujuan yang bermaksud menghina, namun saya melihat ada gangguan pada diri MH, sehingga ia bisa melaporkan ucapan Kaesang, yang pada umumnya tidak menodai agama apapun ataupun mengucapkan ujaran kebencian apapun.

Kaesang Ndeso

 

Jangan sampai juga Kaesang tereak ndeso ke Fahri Hamzah yang tiba-tiba sering muncul di media massa dan komentar ngalor ngidul tanpa tema. Wah, bisa ditembak kamu, Sang..

Coba Kaesang diam saja sambil nonton tipi yang setiap menit nyanyiin Mars Perindo dan terus menerus membaca running teks yang berjalan dibawah acara, "Hari Tanoe sedang ini... Ketum Perindo sedang itu" setiap detik selama 360 hari. Pasti gak ada yang marah. Soalnya ndak ndeso...

Belajar dari Terjemahan

 

Itu sama saja belajar silat hanya dari buku stensilan, tampilannya sih oke pake baju silat, ikat kepala atau bawa golok segala, tapi gerakan jurusnya ngaco. Kagak ada tujuan dari gerakannya cuma ciat ciat aja mulutnya gede, di tampol Pak Polisi langsung mabur.

Nanti jika ada ayat yang menyebut "celakalah orang-orang yang sholat", mereka langsung kagak sholat.

Pages