Humaniora

Membela Marwah Kyai-Kyai Nahdlatul Ulama

Ilustrasi

Sebagai seorang ulama yang tidak saja alim, tetapi juga arif dan wara', saya yakin KH. Ma'ruf Amin tidak akan melibatkan massa dan para santrinya dalam masalah ini. Beliau pasti akan mencegah ummat melakukan gerakan massa untuk membelanya atas nama apapun. Karena tidakan seperti ini tidak saja mengganggu dan merusak hukum yang telah menjadi kesepakatan bersama, tetapi juga beresiko menimbulkan kemudharatan yang lebih besar.

Budaya Memaafkan

Setelah sidang selesai ,beliau cepat memaklumi bahwa apa yang terjadi pada sidang bukanlah cermin dari pribadi masing masing orang yang terlibat. Itu hanya panggung drama peradilan dunia. Bukan tempat menemukan kebenaran hakiki tapi sebagai upaya mendekati keadilan yang mungkin bisa dicapai. Mengapa mungkin? karena tidak ada lain, harus menerima dengan ikhlas. Makanya tidak sampai membuat beliau baper dengan segala sikap yang tidak mengenakan dirinya selama sidang.

Imajinasi Jihad di Jalan Allah

Atau jangan-jangan mau ikut perang di Irak dan Suriah bergabung dengan gerombolan preman ISIS dan komplotannya? Hanya orang pikun dan rabun atau mereka yang "mabuk agama" saja yang menganggap perang di Irak atau Suriah itu sebagai "jihad di jalan Allah". Anggapan berperang di Irak atau Suriah sebagai "jihad di jalan Allah" itu hanyalah imajinasi belaka yang mungkin lantaran kebanyakan baca komik dan main game.

Wat De Pak, AAG!

Dibalik kesantunan kata katanya dia menggiring opini untuk membenturkan NU dan Ahok pasca kesaksian persidangan K.H Ma'ruf Amin. Ketidakmampuan AAG melakukan tabayun terhadap dirinya karena sudah menilai dirinya sempurna adalah bukti bahwa akalnya sudah melemah dan kebanggaan dirinya meninggi, secara tidak langsung dia menarik ulama kedalam proxy war media sosial, media sosial adalah rimba belantara setiap orang bisa mencaci dan memaki segila-gilanya dan AA Jin mencoba mematiknya

Apa Maksud Ustadz Arifin Ilham Pose Bawa Pedang?

Arifin Ilham

Yang ada dan terjadi saat ini adalah perang oleh sejumlah kelompok kepentingan (dari mana saja dan ideologi apa saja) yang "ereksi" alias "ngaceng" ingin menguasai aset-aset politik, ekonomi, teritori / geografi, dlsb. Karena sudah "ereksi", mereka pun membabi buta memerangi dan membunuh siapa saja yang dianggap sebagai penghalang niat busuk mereka, sebuah tragedi yang hanya mengakibatkan penderitaan bagi rakyat biasa--apakah itu Sunni, Syiah, Arab, Kurdi, dlsb, yang kini terlunta-lunta hidup dalam kelaparan dan keterbatasan di berbagai tempat pengungsian.

Jihad Membendung Hoax Yang Meresahkan

Mengonsumsi berita juga perlu kita perhatikan. Asupan informasi yang baik tentu dapat membuat pikiran kita positif, pun sebaliknya dengan berita negatif dan provokatif, apalagi berita bohong atau informasi palsu (hoax). Berita hoax belakangan ini cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, tak hanya berita isu berskala lokal atau nasional, hoax bisa menyerang seluruh aspek kehidupan manusia. Isu agama, ekonomi, politik, kesehatan, dan isu lainnya tidak luput dari sasaran empuk pembuat hoax.

Mem-PKI-kan...

Inspirasinya adalah petani bernama Mang Aen.. yg ditindas tapi tidak mati, 
yg dijajah tapi tetap tabah, 
yg dipaksa lapar tapi tetap sabar, 
yg dibuat sempit tapi tetap berbagi, 
yg kurus kering tubuhnya tapi keras kerjanya, 
yg kasar raut wajahnya tapi lembut tutur katanya, 
yg bicara tak pernah banyak tapi dimengerti,
Yang senang gurau karena itulah modal amal mengajak bahagia yg masih tersisa..

Memahami Sejarah NU (Edisi Spesial Memperingati Harlah NU)

Kiyai Tholhah ini adalah kakek dari Kiyai Syarif Wonopringgo, Pekalongan. Muridnya yang lain, Kiyai Syarifudin bin Kiyai Zaenal Abidin bin Kiyai Muhammad Tholhah. Beliau diberi umur panjang, usianya seratus tahun lebih. Adik seperguruan beliau diantaranya Kiyai Ahmad Kholil Bangkalan. Kiyai Kholil lahir pada tahun 1227 H. Dan diantaranya murid-murid Syekh Ahmad Sambas yaitu Syekh Abdul Qodir al-Bantani, yang menurunkan anak murid, yaitu Syekh Abdul Aziz Cibeber dan Kiyai Asnawi Banten.

Pages