Humaniora

Bongkar Kedok Si Fitsa Hats

 

Oleh : Denny Siregar

Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Rabithah Alawiyah, menegaskan bahwa Novel Bamukmin bukan merupakan keturunan Rasulullah (sayyid). Artinya, Novel bukan habib yang secara bahasa artinya keturunan Rasul yang dicintai.

Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Sayyid Zen Umar bin Smith, mengatakan, Bamukmin merupakan salah satu suku yang memang berasal dari Yaman atau Hadramaut. Tetapi tidak mempunyai silsilah atau garis keturunan dari Rasulullah.

Beragama Itu dengan "Tafkir" bukan "Takfir"

 

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Seandainya umat Islam betul-betul diharamkan melakukan atau menggunakan produk-produk budaya non-Muslim, mungkin mereka akan mirip seperti suku San Kalahari atau Bushmen di pedalaman Afrika selatan, suku Gabra di Kenya, suku Inuit di Kanada, dlsb yang nyaris tidak terjamah globalisasi, industrialisasi, modernisasi dan teknologi modern.

Koloni Vampire

 
Oleh : Eko Kunthadi
 
Di Indonesia, pengguna medsos itu ada dua jenis : orang normal dan vampire. Mereka yang normal hidup dalam alam terang benderang. Informasi yang dipercayainya, yang jelas sumbernya dan yang masuk akal. 
 
Sementara kaum Vampire hidup di ruang gelap gulita. Mereka mempercayai informasi dari sumber abal-abal, jauh dari akal sehat. Dan yang paling kentara, penuh kebencian.
 

Pesan Tahun Baru: Hidup dengan Cerdas Rohani, Nurani, Jiwa dan Pikiran

 
Oleh : Erros Djarot
 
Selamat tinggal tahun 2016 yg penuh persoalan SARA yg sempat menyesakkan nafas dan dada bangsa kita! 
 
Selamat datang tahun baru 2017. Semoga di tahun ini para penyebar kebencian dan para agen perpecahan tidak lagi mendapatkan tempat di hati masyarakat bangsa kita..amin.
 

Tentang Jokowi

Oleh: De Fatah
 

Dahulu cerita jalan Tol menghubungkan semua kota di Sumatera dianggap dongeng tapi sekarang menjadi nyata dari Aceh sampai Lampung sedang dalam proses pekerjaan

Dahulu Tol laut diolok-olok oleh gerombolan congor nyinyir tapi sekarang menjadi nyata, Dahulu bagi saudara kita di Papua hanyalah mimpi memiliki jalan Trans Papua, sekarang sudah terwujud 4.325 kilometer jalan trans Papua sudah selesai tersambung, saking gembiranya mereka tidur tiduran dijalan jalan

Menjaga Indonesia Sebagai "Rumah Bersama"

Ilustrasi

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Di awal tahun baru ini, ijinkan saya menulis sebuah refleksi singkat mengenai "rumah" yang bernama "Indonesia". Saya tegaskan sekali lagi, Indonesia itu adalah "rumah bersama". Sejak awal, penghuni rumah ini sudah warna-warni, baik dari sisi etnis maupun agama. Sejak awal pula, bukan hanya kaum Muslim saja yang berkeringat memperjuangkan dan mempertaruhkan harta-jiwa-raga demi rumah Indonesia ini. Berbagai macam agama, ras, dan etnis turut memberi kontribusi pagi pendirian rumah ini.

Pages