Humaniora

Bahrun Naim dan Empuknya Pengajian SMA sebagai Tempat Menyemai Bibit Radikalisme

 

Oleh: Niken Satyawati

Nama residivis kasus terorisme, Bahrun Naim disebut-sebut menjadi otak serangan di Sarinah, Kamis (14/1/2016). Bahrun Naim alias Abu Rayyan, oleh Kompas disebut mempunyai nama asli Singgih Tamtomo. Sedangkan oleh Detik disebut punya nama panjang Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo. Adapun seorang kawan saya di Solo menyatakan nama aslinya sebenarnya Singgih Bagiono. Entah mana yang benar.

Komentari Bom Sarinah, Sehatkah Jiwanya Jonru?

 

Oleh: Suci Handayani

Pascaperistiwa ledakan bom dan penembakan di kawasan Sarinah, Jl. MH Thamrin Jakarta, Kamis(14/1/2016),  Si Jonru alias Si Jonriah Ukuh Ginting kembali membuat sensasi. Beberapa saat setelah kejadian  ia membuat status di Facebook yang intinya justru meragukan kinerja polisi yang cepat dan trengginas dalam mengatasi peledakan dan penembakan. Tidak ada kalimat yang mengucapkan duka mendalam, kesedihan, apalagi mengutuk keras tindakan anarkis para pelaku.

Surat Cinta untuk ISIS

Oleh: Denny Siregar

15 Januari 2016

Wahai kalian kelompok ISIS, teroris, ekstrimis, Jihadis dan semua yang berakhiran is ...

Sungguh terlalu kalian menteror kami. Kalian pikir kami ini Perancis? Atau Turki? Atau Kenya? Sehingga kalian sok menjadi jagoan di negara ini? Apa kalian tidak tahu, bahwa teror kalian tidak berlaku di negara kami? Kenapa? Karena selama puluhan tahun, setiap waktu, kami selalu bersentuhan dengan yang namanya teror.

Surat Terbuka untuk Teroris

 

Oleh: Sitoresmi Prabuningrat

Maaf, tak mengucap salam karena aku tidak tahu apa agamamu dan apa yang kaupercayai.

Kitab apa yang kaubaca hingga kau merasa paling benar,

kitab mana yang mengajarkan membunuh orang di luar peperangan?

Pemimpin mana yang kau ikuti hingga langkah yang kau ambil melampaui ajaran para Nabi?

Ibu mana yang melahirkanmu hingga mati rasa belas kasihmu?

Kami Tidak Takut

 

Oleh: Denny Siregar

Apa yang kita khawatirkan terjadi. Api Suriah dibawa ke sini. Para jihadis ISIS yang sempat bergabung di Suriah dan para suporternya ingin menebarkan teror di Indonesia. Mirip dengan peristiwa di Paris, ada bom dan tembakan di beberapa tempat. Peristiwa pertama untuk mengalihkan sebelum masuk ke aksi berikutnya.

Kenapa Kusrin si Lulusan SD Perakit TV Perlu Dibela?

Oleh: Niken Satyawati

Sedih rasanya membaca berita di koran maupun media online tentang Kusrin, pria asal Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar yang dijatuhi hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun serta membayar denda Rp 2,5 juta. Pria yang hanya lulusan SD ini didakwa sengaja memproduksi barang yang tidak memenuhi SNI yang diberlakukan di bidang industri.

Kecanduan Hoax Agama

 

Oleh: Hasanudin Abdurakhman

Ada orang yang memposting berita di wall saya, tentang ilmuwan Yahudi yang katanya masuk Islam setelah menemukan fakta bahwa penetapan masa iddah punya latar belakang ilmiah. Dengan sekali klik di Google segera saya temukan bahwa berita ini hoax. Kemudian posting itu saya jadikan bahan olok-olok. Tak lama kemudian saya kena blokir.

Kapan ya Jonru Ditangkap?

 

Oleh: Reza a.k.a Fadli Zontor

Siapa sih pengguna internet di Indonesia atau netizen yang tidak mengenal nama Jonru? Bisa dipastikan hampir semua pengguna aktif media-media sosial Indonesia pernah mendengar nama itu. Nama Jonru itu identik dengan PKS, dan bahkan nama Jonru oleh sejumlah netizen diidentikkan dengan kata fitnah. Jonru adalah sinonim dengan fitnah, menurut mereka.

Pages