Humaniora

Tak Ada Buku yang "Paling"

Oleh: M Husnaini
 

Susah, sesungguhnya, jika saya diminta menyebutkan buku yang paling bagus atau paling inspiratif. Kata “paling” cukup menyulitkan saya dalam menjatuhkan pilihan. Sebab, semua buku, setidaknya menurut saya, adalah saling melengkapi. Kekurangan seorang penulis segera dilengkapi penulis lain. Kelemahan sebuah buku lekas ditutupi buku lain.

Islam yang Tekstual dan Kontekstual

Oleh: Nadirsyah Hosen
 

Memahami Islam tidak cukup hanya lewat teks, tapi juga harus memahami konteks. Keduanya harus dipahami dan tidak bisa ditinggalkan. Kalau anda melulu melihat teks maka anda akan terpaku dengan teks dan memutar kembali jarum sejarah ke jaman onta. Kalau anda hanya berpegang pada konteks dan melupakan teks maka anda akan seperti anak panah yang lepas dari busurnya.

Beriman Secara Sosial

Oleh : Yusran Darmawan

Dua tanda hitam terlihat jelas di dahi lelaki berusia 40-an tahun itu. Jenggot panjang juga tumbuh di dagunya. Di dalam kereta rel listrik rute Bogor - Jakarta, saya berdiri tak jauh di hadapannya. Sambil bersandar di kursi kereta, lelaki itu terus-terusan berbicara melalui HP dengan suara keras. Kalimatnya dipenuhi kosa kata yang diambil dari kitab suci. Ia sangat religius.

Golkar ..Rapat Belakang

Oleh : Denny Siregar

Saya tidak tahu apa yang harus saya bahas dari Munaslub Partai Golkar ?

Orangnya itu2 saja, perilakunya jg gitu2 saja dan hasrat mereka ya ga ada perubahan, semua semata demi kekuasaan, jabatan dan - yang pasti - uang. Apa yang bisa diharapkan dari seorang calon pemimpin yang harus nyetor sekian miliar rupiah ke partai supaya bisa menjadi ketua ?

Islam dan "Hantu" Komunis Ateis

Ilustrasi

Apa sebetulnya yang dikhawatirkan dari “makhluk” bernama komunis itu sehingga spanduk dan poster antikomunis dipajang di mana-mana? Diskusi-diskusi tentang sosialisme-komunisme dibubarkan, buku-buku yang ditulis para tokoh dan pemikir sosialis-komunis diberangus, anak-anak sekolah diwanti-wanti untuk tidak membaca ajaran komunisme, para khatib Jumat dan ulama bergemuruh menyerang komunis, laskar-laskar antikomunis juga dibentuk dengan gagahnya, dan lain sebagainya?

Warga Indonesia di Korea Selatan Antusias Ketemu Jokowi

FB Joko Widodo

Oleh Alif Kholifah

Presiden Republik Indonesia Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Menurut Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, kunjungan Jokowi ke Korea Selatan memiliki arti penting bagi Indonesia, baik secara ekonomi maupun budaya. Secara ekonomi, Korea Selatan merupakan mitra strategis. "Yaitu sebagai mitra perdagangan keenam untuk ekspor dan keempat untuk impor serta termasuk negara yang berinvestasi terbesar kelima pada 2015," kata Ari.  

Gini Cara Mendiknas Tunjukkan Keteladanan

Ilustrasi

Oleh Zaenal Abidin el Jambey

Di tengah persepsi negatif kepada pejabat di negeri ini. Setetes embun seolah Allah teteskan untuk menyegarkan dahaga kejujuran di negeri ini.Ya, publik dibuat heboh dengan tidak lulusnya putra menteri Pendidikan PakAnies Baswedan dalam ujian SNMPTN tahun 2016 ini. Sebagian orang mungkin akan menganggap itu sebagai hal yang memalukan, anaknya menteri kok ndak lulus.

Jokowi Memang Gila

Oleh: Denny Siregar
 

Sejak awal pilpres 2014, saya sudah sangat yakin bahwa pilpres ini termasuk pemilu berbahaya yang pernah diadakan di Indonesia.

Pilpres 2014 adalah pertarungan terbuka yang melibatkan lobbi2 internasional dari dua kubu beaar negara2 yang bertikai di Suriah. Prabowo dengan adiknya Hasyim berada di kubu gabungan antara negara arab dan Amerika beaerta Eropa. Sedangkan Jokowi mengarahkan pandangannya ke arah China, Iran dan Rusia.

Pages