Humaniora

Toleransi dan Sikap Proporsional Menyikapi Terorisme

Ilustrasi

Buat secuil Muslim yang mengatakan ini, saya tegaskan Anda tidak sedang berjiwa besar, Anda hanya tidak paham agama sendiri. Anda bukan bagian dari solusi intoleransi, Anda hanya membuka kran kesalahpahaman terhadap penganut agama lain. Itu bisa menjadi sebab penghambat toleransi. Posisi Anda sama dengan otak Muslim radikal yang sering Anda kritik.

Rute Menjadi Teroris, Waspadalah

Ilustrasi

3. Dari sikap paling sesuai sunnah, ngerembet ke sikap lebih Islami dari yg lain. Kalau uda begini anda beda pilihan/pendapat dg mereka langsung dianggap sesat, kafir, bid'ah. 
Jangan heran kalau ulama besar sekaliber Quraish Shihab, KH Said Aqil, Gus Mus, dll dianggap kalah ilmu dg ustad² yg ngajinya seminggu sekali dg murobi yg ilmunya 1 tahun di atas dia. Sekalipun dia mualaf (orang yg baru kenal Islam beberapa tahun saja).

Masih Manusiakah Para Teroris?

Ilustrasi

1. Lebel mayat RS POL/V/001, korban: an. Briptu Fandi Setio Nugroho.
Luka: luka gorok pd leher tembus dari leher belakang s/d tenggorokan, luka lecet pada alis kiri, luka terbuka pada pipi kanan.

2. Lebel mayat RS POL/V/002, korban: an. Syukron Fadhli.
Luka: luka tembak pada kepala bagian kiri atas kuping tembus kepala sebelah kanan, luka lecet paha kanan.

Pages