Humaniora

Jokowi Korban Serangan Gaya Komunis

ilustrasi

Gaya kampanye ala komunis ini secara sistematis telah mereka doktrinkan kepada pasukan di lapangan. Contoh terbaru adalah gaya kampanye brutal yang dilakukan oleh emak-emak anggota PEPES binaan Fadli Zon. Sasaran serangan mereka adalah kelompok masyarakat yang minim wawasan, dangkal dalam berpikir dan gampang diprovokasi dan diadu domba.

Legenda Kecil dari Cicurug

 
Dari kampung kelahiran Sani Rizki Fauzi itu, ratusan warga turun ke jalanan, mereka konvoi menggunakan sepeda motor. Warna-warni dan suara percikan kembang api membuat suasana gembira di Cicurug begitu istimewa.
 
Ida Kusumawati (47), ibunya Sani adalah mantan pemain bola 1987. Sayang, orang tuanya Ida tak merestui pilihannya. Maka lewat Sani, Ida mencurahkan segenap kemampuannya untuk membimbing anaknya dan memasukkannya ke sekolah bola di PSPB Cicurug.
 

Hanya Kampanye Hitam Yang Bisa Dilakukan Prabowo-Sandi

ilustrasi

Sebenarnya politisasi macam begitu tidak hanya terjadi di Jawa Barat melainkan menyebar ke banyak group whatsapp ke seluruh Indonesia. Namun banyak pihak mendiamkan postingan di group macam begitu. Narasi yang sama ditemukan di beberapa kabupaten di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera dan lain sebagainya. Mereka tetap saja menggoreng isu-isu yang menebar kebencian, membangun permusuhan, fitnah, adu domba dan lain sebagainya.

Membela Agama

ilustrasi

Coba pikir, jika ada orang yang membakar bendera HTI (yang diakui sebagai bendera tauhid oleh sebagian orang) dan ada yang mengecamnya maka kelompok manakah yang sedang ‘membela agama’? Jika ada pasukan yang mengobrak-abrik warung yang buka di bulan Ramadhan maka apakah pasukan tersebut sedang ‘membela agama’? Jika ada orang yang rela mengorbankan nyawanya dan bahkan satu keluarganya dengan mengebom gereja, apakah ia dan keluarganya tersebut sedang ‘membela agama’?

Pages