Humaniora

NU Harus Kuasai Media

Ilustrasi

Kenapa harus kuasai media? 
Media saat ini seperti facebook, youtube dan twitter, banyak digunakan untuk penyebaran ideologi menyesatkan dan sarana saling beradu. Dan ini sangat berpengaruh kepada generasi muda. Tugas NU tidak ringan, menuntun generasi bangsa supaya tak mudah tersipu dengan gerakan radikal, ekstrim dan terorisme yang mana ajakan mereka 'semanis madu namun sebahaya racun'. 
.

Obrolan (Imajiner) Bersama Bang Rhoma tentang Politik Indonesia

Ilustrasi

"Ya sudah, coba ganti nuansa. Yang biasanya postingan anda selama ini bernuansa ujaran kebencian, hoax, dan fitnah, coba anda hentikan dan ganti dengan seruan perdamaian, stop saling hujat dan pertikaian, utamakan Keutuhan Bangsa dan sebagainya."

"Berarti saya mendadak harus jadi bijaksana? Saya yang memulai dan saya yang harus mengakhiri?"

(Terus) Dibohongi Pakai Prabowo

Ilustrasi

Kalau sudah begini, apakah masih ragu kalau Prabowo adalah bagian dari "Timses" Jokowi? Dan berkali-kali juga saya katakan, bahwa kalian sedang Dibohongi "pakai" Prabowo. Pedih kan Pret? Sepedih seorang Jomblo yang pedekate hampir lima tahun tapi pujaannya malah jadian sama orang yang sangat kamu benci. Makanya jangan terlalu serius dan tegang apalagi sampai ngajak perang kawan sendiri. Jika masih ngeyel, sebaiknya kamu sediakan obat pereda pusing dan sesak napas pasca 17 April 2019 nanti.

Kebencian pada Jokowi

 

Saya mengenal beberapa orang yang membenci Jokowi dalam tingkat yang mengerikan. Mengapa? Karena seolah sisa hidupnya didedikasikannya untuk memuntahkan segala bentuk kebenciannya pada Jokowi dalam media sosialnya mau pun dalam kehidupan sehari-harinya. Meski pun ia tidak pernah bertemu apalagi mengenal Jokowi secara langsung tapi kebenciannya bisa melewati ubun-ubunnya.

Siapa Saja Yang Pernah Dibenci Prabowo?

Ilustrasi

Yang juga sempat memantik reaksi besar yaitu pernyataannya mengenai tampang Boyolali yang tidak biasa masuk hotel mewah. Akibatnya orang-orang kelahiran Boyolali memprotes keras bahkan terjadi demo besar-besaran di kota susu itu. Tak lama dari pernyataan tentang tampang Boyolali, Prabowo lagi-lagi membuat blunder dengan tidak menghargai profesi ojek. Baginya, lulusan SMA yang hanya jadi tukang ojek tidak memiliki masa depan cerah. Sesat fikir soal ini adalah, bahwa tukang ojek sulit kaya tapi bahwa kehidupan sehari-hari masih bisa mereka dapatkan.

Pages