Humaniora

Apakah Dubes Saudi Perlu Diusir?

Ilustrasi

Nah, bagaimana dengan orang Indonesia? Sanggup? Masyarakat Indonesia masih sangat banyak yang mengira rezim Saud adalah representasi umat Islam. Kelompok-kelompok radikal yang selama ini terindikasi kuat berafiliasi dengan Saudi hampir pasti akan memanfaatkan situasi. Demo berjilid-jilid. Bahkan sangat mungkin mereka menyerukan angkat senjata melawan ‘rezim anti-Islam’. Dana, senjata? Gampang. Lagi-lagi, Suriah buktinya.

Papua, Antara Ambisi Sukarno, Kegilaan Suharto dan Rayuan Jokowi

Ilustrasi

Singkat cerita dari perjanjian New York 15 Agustus 1962 akan diadakan penentuan pendapat rakyat papua, tapi sialnya sebelum adanya penentuan pendapat rakyat papua ini presiden Sukarno tumbang duluan karena kejadian 1965 dan akhirnya dia digantikan oleh Suharto. Di tangan Suharto ini penentuan pendapat rakyat papua di lakukan dengan cara manipulasi, ancaman, bahkan intimidasi dan kekerasan.

Reuni 212, Reuni Para Pemfitnah

Ilustrasi

Seharusnya orang-orang seperti Tengku Zulkarnain, Rizieq Shihab, Amien Rais, Zulkifli Hasan atau yang lainnya tahu adab seperti ajaran Rasulullah. Namun ketika ada hinaan, ejekan, hingga fitnahan mereka semua sama saja. Jangankan memberhentikan, mereka justru malah membiarkan. Pun hinaan atau fitnahan yang dilontarkan disertai dengan ucapan takbir. Sungguh peristiwa yang sangat bertolak belakang dengan ajaran-ajaran nabi.

Kalau Sudah Begini, Siapa Yang Tanggung Dosanya?

Ilustrasi

Andai sejak awal gagasan demo ini tidak dicetuskan mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi, dan alangkah baiknya berjuang menegakkan Agama Islam sesuai dengan cara yang disunnahkan yakni menegakkan Tauhid dan beramal Sholeh, insyaallah banyak mendatangkan Mashlahat bagi umat ini, waalahua'lam.

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Benarkah Reuni 212 Menaikkan Keimanan?

Ilustrasi

Betapa ngoyonya sampai harus menggadaikan motor. Terus setelahnya kudu bekerja keras untuk nebus. Besok melek mata, besok dan besoknya besok lagi nyatanya presidennya masih Jokowi. Opo ndak nyesek Uda? Wih apa di benaknya sudah membayang surga dengan menuntun anak-anak ke Monas? Jadi teringat para perempuan di Arab yang selalu memboyong anak-anaknya sholat subuh di Masjidil Haram dan An Nabawi. Ketika takbiratul ikram paduan suara tangis mereka menggema indah sekali.

Desember Bulan Gus Dur

Ilustrasi

Beliau adalah 'Bapak Tionghoa' yang selalu dihormati dan dicintai oleh seluruh umatnya di Indonesia, bahkan hingga dunia. Walau agamanya Islam dan seorang Kyai, tidak lantas membuat Gus Dur menyingkirkan begitu saja agama-agama lain yang tidak sama dengan yang diyakininya. Gus Dur merupakan sosok Kyai ramah tamah yang menjunjung tinggi agama, kemanusiaan, keadilan dan kesetaraan. Ia menerapkan toleransi dimana saja berada.

GP Ansor Ormas Sesat?

Ilustrasi

GP Ansor atau lebih lengkapnya Gerakan Pemuda Ansor merupakan salah satu Badan otonom yang mewadahi pergerakan kaum pemuda NU. Gerakan ini lahir tahun 1934 dengan nama Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Namun jauh sebelum itu, KH Abdul Wahab Chasbullah mendirikan organisasi bernama Syubbanul wathon atau yang berarti pemuda tanah air. Salah satu pemimpinnya adalah Abdullah Ubaid, yang menjadi inisiator berdirinya GP Ansor.

Reuni Para Pencinta Nabi SAW

Ilustrasi

Romo Kiai Taufiq, yang juga termasyhur sebagai Mursyid Thariqat Naqsabandi di Pekalongan, memancarkan raut kharisma yang mendamaikan siapa pun. Tutur kata kiai yang mengaji kepada mendiang Kiai Masduqie Lasem ini lembut. Perilakunya santun. Sangat tenang, sampai-sampai ketenangannya membekukan siapa pun yang berdiri di hadapannya, hingga tak kuasa untuk tidak membungkuk hormat. Namun, Kiai Taufiq pun tak segan untuk lebih merendah menyalami orang-orang.

Saat Kalimat Tauhid Hanya Kedok

Ilustrasi

Karena ambisi politik bakul obatpun di ulamakan
Karena ambisi politik tokoh negarawan hilang kenegarawanannya.

"Para preman itu akan menjadi gelandangan politik selamanya".
Yang berkata demikian jasadnya sudah terkubur dalam bumi, tapi kalian yang masih hidup di atas bumi justru memperjelas ucapan sang guru bangsa, bahwa negeri ini banyak premannya.

Pages