Humaniora

Semua Akan Baik-Baik Saja

ilustrasi

Semoga wabah corona ini menyadarkan kita akan pentingnya memprogram kembali tubuh kita saat kita berkelimpahan, mempunyai manajemen keuangan yang baik seperti menyediakan dana darurat minimal setahun agar jika pandemik seperti ini datang lagi, kita tidak khawatir bagaimana caranya bertahan hidup di tengah krisis.

Tujuan

ilustrasi

Fokus pada pekerjaan bukan berarti saya lupa untuk mencari pendamping hidup. Banyak juga kisah pahitnya.

Hingga pada akhirnya tanggal 2 november 2019 saya berkenalan dengan seseorang melalui game online, 29 november 2019 saya beranikan diri menyatakan cinta saya, 5 januari 2020 kami bertunangan dan 2 februari 2020 kami menikah dan sejak itulah hidup saya jadi jauh lebih bahagia. Alhamdulillah.

Pakar Agama

ilustrasi

Kalo cuma bikin tulisan, saya pikir kadrun juga bisa sih

Kadang saya bertanya dalam hati, kenapa ya orang-orang seperti ini tidak sekalian membuka ruang diskusi secara publik untuk membahas topik-topik yg mereka angkat?

Berita dari Jerman

ilustrasi

Seperti galibnya Orang Jawa, meski Bapaknya suka 'Joncak-jancuk', dua tetap 'ugêmi' tepo-sliro. Menempatkan dirinya sebagai orang lain. Dia ndak ikut-ikutan mborong bahan makanan.

Mungkin dia teringat orang2 tua yang selalu terlambat ikut antrean. Atau para teman Indo-nya yang lagi kesulitan. Ada banyak anak-anak 'kita' disana, disamping kuliah, terpaksa membanting tulang bekerja. Untuk bayar kos dan untuk makan.

Social Distancing, Melandaikan Kurva Bahaya

Tidak percaya ? Coba pertimbangkan kasus ini, ketika virus H1N1 mulai menyebar di Meksiko, pemerintah menutup sekolah dan merekomendasikan jarak sosial. The National Institute of Health menyebutkan bahwa langkah-langkah ini bisa memotong tingkat penularan sebesar 37 persen dan membantu rumah sakit menangani volume pasien sedikit lebih mudah. Tidak meyakinkan? Ini contoh lain di Amerika, Kota St.

Jangan Asal "Lockdown" Kampung

Tapi apakah semua orang seperti itu? Di kampung mertua saya, tak sedikit yang hidup dari berkeliling menjual ini-itu. Ada yang jualan es krim, bakso, siomay dll. Mereka hidup kekurangan. Ketika kampung-kampung diportal, mereka jadi tidak bisa bekerja. Mereka todak punya menghasilan. Tidak ada yang bisa dimakan. Anak-anak mereka akan menangis karena tidak punya susu.

Ajakan Nyanyi Bareng untuk Melawan Corona

Untuk menyemangati spiritualitas sosial (bukan spirit sosialitas) para sahabat baik itu, saya mengajak Anda membuat social-video (iki apa neh), ikut menjadi penyanyi di video-clipp yang sedang dipersiapkan. Saya telah menulis syairnya, dan Donas teman saya yang musisi yahud itu, telah membuatnya menjadi lagu yang keren. Teman kita Jepank, arranger handal di Solo, yang belum lama lalu menggarap musik Katon Bagaskara, akan membantu kita. 

Pages