Humaniora

Lembaga Quick Count Buka-Bukaan

ilustrasi

Ini seperti mengulang episode 2014 dimana Persepi berusaha menjaga integritas akademiknya. Mengingatkan: tahun 2014 ada 10 lembaga menyelenggarakan quick count dan exit poll. 7 diantaranya menyimpulkan Pak Jokowi memenangkan pilpres, dan 3 yang lain menyimpulkan bahwa Pak Prabowo yang menang. Dewan Etik Persepi ketika itu memutuskan untuk menyelenggarakan sidang etik memanggil 10 lembaga itu diaudit, dihadiri media secara terbuka di salah satu ruangan di Hotel Sari Pan Pacific.

Prabowo Hanya Yakin Menang Meski Faktanya Kalah

ilustrasi
Dalam 3 kali pers conference, tidak semua elit parpol koalisi Indonesia Adil dan Makmur hadir. Bahkan dalam dua konpers awal Cawaores Sandiaga tidak terlihat batang hidungnya. Dia disebut-sebut sedang sakit. Baru pada konpers Kanis, Sandiaga hanya nongol 15 menit tanpa berbicara apapun.  Bukan kah hal ini mengindikasikan bahwa ada beban psikologis yang diterima Sandi? 
 

Kemana Kelompok Intoleran Berlabuh Paska Kekalahan Prabowo

ilustrasi

Saat ini, ada provokasi-provokasi yang dilakukan oleh kelompok teror dan elemen Daulah Islamiyah. Akan tetapi keberadaan mereka pun sudah tidak relevan dan penting lagi sekarang. Dengan demikian maka kemungkinan mereka untuk mengerahkan massa secara besar-besaran itu semakin kecil. Sel-sel teroris akan kembali ke taktik mereka semula, yaitu mencari celah untuk melaksanakan pola-pola serangan asimetris. Tetapi gerakan mereka sudah sangat dipersulit oleh aparat keamanan. Hal yang sama dengan kelompok Daulah Islamiyah.

Koalisi Perasuk Setan, Penebar Haram, Si Otak Licik

ilustrasi

Bersama dengan ormas-ormas radikal yang sudah kesetanan, mereka siap bergerak. Untuk mencapai tujuannya, Prabowo terlebih dahulu menciptakan kegaduhan opini. Begitu kegaduhan telah tercipta secara masiv dan sistematis, mereka dengan dipimpin Prabowo siap melakukan people power/kudeta atau pemberontakan.

Jokowi Menang Sebelum Pemilu

ilustrasi

Pengabdian, darma bakti yg tulus pak Jokowi ngrumat, mengurus umat kanjeng Nabi di Indonesia diterima oleh Rasulullah saw. Apalagi pak Jokowi sabar dalam waktu yang lama dari fitnahan dan caci maki umat Nabi yang sangat nakal, bringas dan tak bermoral.

Masihkah ada yg mau menghina org yg dimulyakan oleh Rasulullah saw ?
------------------

Pages