Humaniora

Hati-Hati Perusuh Nyusup di Syukuran Pelantikan Presiden

ilustrasi

" Bukan cuma itu juga Win... Kemaren kan aku tanya biaya transportasi dan lain2 gimana... Kamu bilang ditanggung karna ada dananya... Nah kenapa dana itu bukannya dibeliin sembako aja... Bagi2in ke orang2 yang benar2 membutuhkan... Syukurannya berbagi dengan masyarakat yang ada di.pelosok2... Sorry ya kalo aku bilang acara2 syukuran kaya gitu yang menikmati ya kebanyakan orang2 yang dah banyak duitnya...

Caraku Mensyukuri Pelantikan Presiden 20 Oktober

ilustrasi

Ketiga...
Dari awal berjuang untuk memenangkan pak Jokowi aku dah komit berjuang sendiri dengan caraku sendiri tanpa mau ikut grup ini itu... Aku manusia merdeka yang males dengan aturan2 yang biasa diterapkan kalo kita berkelompok...
Jadi dari dulupun aku emang males unuk2an kesana kesini cuma kumpul2 ga jelas tanpa aksi nyata...
Kemenangan pak Jokowi lebih besar bukan oleh kelompok2 yang hanya kumpul2 ngadain acara ini itu...

Mengingatkan Ulang

4. Menebar Hoax di Medsos.
Dan akhirnya terjadilah Perang dan kehancuran serta ratusanribu Nyawa melayang di Suriah.

Empat ciri-ciri diatas sedang berlaku di NKRI sekarang ini.

Kita seharusnya lebih waspada komitmen untuk MENJAGA, MERAWAT, MELINDUNGI keutuhan PANCASILA dan BHINNEKA TUNGGAL IKA di NKRI yang kita cintai ini.

Salam Indonesia Hebat Bisa Sekarat!

Waspada Gerakan Thalabun Nushrah Indonesia

ilustrasi

Berbeda dengan PKI, HTI menggunakan justifikasi syar’i untuk membenarkan kegiatan kudetanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh anggota Hizbut Tahrir di Arab berikut ini: Thalabun Nushrah ini bukan sekedar aktivitas politik yang lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap sebuah hakekat, akan tetapi ia adalah hukum syariat yang ditunjukkan oleh nash-nash syariat. Thalabun Nushrah adalah metode syar’iy untuk menegakkan Daulah Islamiyyah. (Dr Mahmud A Karim Hasan, al-Taghyiir, hal. 53).

Rasisnya Sekolah Kita

ilustrasi

Saya baru benar-benar mengimani bagaimana buruknya perasaan ketika dirundung saat memasuki sekolah menengah pertama. Ayah saya memasukkan saya ke sekolah swasta, yang mayoritas anak pribumi bersekolah di sana. Di sekolah dasar saya adalah anak yang gembira. Saya bersekolah di yayasan kristen protestan yang berisi sebagian besar anak tionghoa, Ambon dan beberapa anak beragama Islam. Tapi saya tak ingat kami pernah saling mengejek perkara ras dan agama.

Saya Butuh Power Bank

ilustrasi

Pikiran seperti Rahmat ini saat ini sedang diindoktrinasikan oleh para penyebar ajaran khilafah kepada masyarakat Indonesia secara masif. Herannya Pemerintah seolah tidak mampu berbuat apapun untuk mencegahnya. Negara seolah tidak berdaya membendung ajaran khilafah yang dibungkus dengan radikalisme. Sahabat dan mentor saya Connie Rahakundini mengatakan kalau negara tidak berani berbuat tegas kepada kelompok ini, negara Indonesia akan bubar lebih cepat dari perkiraan kita. Saya terhenyak.

ASN Koq Mengeluh di Medsos

ilustrasi

Kalau ada bencana, biasakan tidak komentar jelek ke korban meski kita sangat membencinya. Ingat, gak semua orang suka ke sampean (dan saya) kan? Kalau pas njenengan yang kena musibah, trus ada yang komentar, "ah action aja", trus orangnya pergi gak mau nolong atau malah menertawakan ya rasakno dewe. Ngonentari orang kena musibah itu bukan kritik, tapi sudah masuk bermoral jelek. Agama itu mengajarkan kemanusiaan. Yo to?

Ini Prosesi Jadi Istri TNI

ilustrasi

Setelah seluruh perlengkapan administrasi terkumpul, baru bisa menikah di KUA atau Kantor Pencatatan Sipil bagi yang non-muslim.

Ribet banget yes, karena istri prajurit merupakan bagian dari kesatuan suaminya. Ada kartu tanda anggota pula bagi istri. Ini yang membuat apapun yang dilakukan istri, notabene dianggap perbuatan anggota juga dan menjadi tanggung jawab suami.

Pages