Humaniora

Hari Ini Untuk Indonesia Maju

ilustrasi

Aku bergerak membela dan memperjuangkan sesuatu yang kuyakini benar, tanpa merasa paling benar. Tanpa merendahkan siapapun, tanpa menyerang siapapun, tanpa caci maki, hujatan, kebencian dan semisalnya. Aku mendukung dengan cinta, menyebarkan hal-hal yang baik saja, mengajak orang untuk fokus pada apa yang positif saja—seraya tidak merasa paling hebat, paling baik, apalagi paling suci. Aku bergerak memperjuangkan sebuah pilihan, sambil tak lupa menghargai pilihan orang lain.

Ibadah Jokowi Jadi Fitnah Keji Oleh Mardhani

ilustrasi
Kembali pada soal Mardhani, entah ini fitnah ke berapa kali yang dia lakukan dan ditujukan pada  Presiden. Tweet itu makin menegaskan bahwa PKS yang mengklaim sebagai partai Islam hanyalah pepesan kosong. Membawa agama dan mengaitkannya sebagai ruh perjuangan bagi PKS adalah tipu-tipu. 
 

Kepasrahan Diri Jokowi Dalam Baitullah

Gus Karim sendiri tidak menyangka bahwa dirinya akan diajak menemani Umroh Presiden sebab tidak ada pemberitahuan jauh-jauh hari. Sewaktu acara kampanye di Sriwedari Kota Solo, Gus Karim tidak faham ketika Presiden memberi kode telunjuk ke arah barat. Demi menghormati sang Presiden, pengasuh Pondok Pesantren Al Qur'any Mangkuyudan itu mengangguk meski tak faham maksudnya.

Akhlak Seorang Murid

Saya bangga memiliki pemimpin dengan akhlak seperti beliau. Walau beliau sudah berada di puncak tertinggi kesuksesan dan kekuasaan, Pak Jokowi tak melupakan guru ngajinya. Orang yang mengajarinya alif-ba-ta ilmu agama, tuntunan dan hikmah kehidupan.

Ya Allah, izinkan hamba menjadi murid dengan akhlak seperti beliau. Yang suatu hari bisa memberi yang terbaik, berbagi pada guru-guru hamba, memberangkatkan mereka umrah bahkan haji.

Pages