Humaniora

Prabowo Pemimpin Paling Ikhlas

Ilustrasi

Jokowi selalu diframing memusuhi Umat Islam dan antek aseng oleh hatersnya. Ndilalah Australia berencana memindahkan Kantor Kedutaannya di Israel ke Jerussalem. Lha kok Prabowo malah "mendukung" rencana itu dan sebaliknya Jokowi menentangnya. Disitulah pembedanya dan bisa dilihat jelas siapa yang konsisten membela Kemerdekaan Palestina. Padahal Prabowo juga salah satu figur sentral "Bela Islam". Nah, itu juga letak keikhlasannya.

911 Dan 212

Ilustrasi

Kemudian, pada saat Reuni 212 kemarin. Himbauan yang sama muncul dari Kedutaan Besar Saudi Arabia untuk Indonesia. Bahwa warga Saudi dihimbau untuk tidak mendekati sekitar area aksi. Ada nuansa kekhawatiran dari himbauan tersebut. Tapi untungnya, aksi kemarin berlangsung super damai dan tidak terjadi hal yang dikhawatirkan. Jika hal tersebut (chaos) benar-benar terjadi, maka bisa dipastikan tidak ada korban warga negara Saudi.

Apakah Dubes Saudi Perlu Diusir?

Ilustrasi

Nah, bagaimana dengan orang Indonesia? Sanggup? Masyarakat Indonesia masih sangat banyak yang mengira rezim Saud adalah representasi umat Islam. Kelompok-kelompok radikal yang selama ini terindikasi kuat berafiliasi dengan Saudi hampir pasti akan memanfaatkan situasi. Demo berjilid-jilid. Bahkan sangat mungkin mereka menyerukan angkat senjata melawan ‘rezim anti-Islam’. Dana, senjata? Gampang. Lagi-lagi, Suriah buktinya.

Papua, Antara Ambisi Sukarno, Kegilaan Suharto dan Rayuan Jokowi

Ilustrasi

Singkat cerita dari perjanjian New York 15 Agustus 1962 akan diadakan penentuan pendapat rakyat papua, tapi sialnya sebelum adanya penentuan pendapat rakyat papua ini presiden Sukarno tumbang duluan karena kejadian 1965 dan akhirnya dia digantikan oleh Suharto. Di tangan Suharto ini penentuan pendapat rakyat papua di lakukan dengan cara manipulasi, ancaman, bahkan intimidasi dan kekerasan.

Reuni 212, Reuni Para Pemfitnah

Ilustrasi

Seharusnya orang-orang seperti Tengku Zulkarnain, Rizieq Shihab, Amien Rais, Zulkifli Hasan atau yang lainnya tahu adab seperti ajaran Rasulullah. Namun ketika ada hinaan, ejekan, hingga fitnahan mereka semua sama saja. Jangankan memberhentikan, mereka justru malah membiarkan. Pun hinaan atau fitnahan yang dilontarkan disertai dengan ucapan takbir. Sungguh peristiwa yang sangat bertolak belakang dengan ajaran-ajaran nabi.

Kalau Sudah Begini, Siapa Yang Tanggung Dosanya?

Ilustrasi

Andai sejak awal gagasan demo ini tidak dicetuskan mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi, dan alangkah baiknya berjuang menegakkan Agama Islam sesuai dengan cara yang disunnahkan yakni menegakkan Tauhid dan beramal Sholeh, insyaallah banyak mendatangkan Mashlahat bagi umat ini, waalahua'lam.

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Benarkah Reuni 212 Menaikkan Keimanan?

Ilustrasi

Betapa ngoyonya sampai harus menggadaikan motor. Terus setelahnya kudu bekerja keras untuk nebus. Besok melek mata, besok dan besoknya besok lagi nyatanya presidennya masih Jokowi. Opo ndak nyesek Uda? Wih apa di benaknya sudah membayang surga dengan menuntun anak-anak ke Monas? Jadi teringat para perempuan di Arab yang selalu memboyong anak-anaknya sholat subuh di Masjidil Haram dan An Nabawi. Ketika takbiratul ikram paduan suara tangis mereka menggema indah sekali.

Desember Bulan Gus Dur

Ilustrasi

Beliau adalah 'Bapak Tionghoa' yang selalu dihormati dan dicintai oleh seluruh umatnya di Indonesia, bahkan hingga dunia. Walau agamanya Islam dan seorang Kyai, tidak lantas membuat Gus Dur menyingkirkan begitu saja agama-agama lain yang tidak sama dengan yang diyakininya. Gus Dur merupakan sosok Kyai ramah tamah yang menjunjung tinggi agama, kemanusiaan, keadilan dan kesetaraan. Ia menerapkan toleransi dimana saja berada.

Pages