Humaniora

Makna Nasionalisme Ala TGB

Ilustrasi

Dalam suatu kesempatan Tuan Guru baru - baru ini mengatakan bahwa Nasionalisme dan Islam dapat berjalan beriringan. tidaklah sama Nasionalisme yang didapat di jazirah arab sana dengan nasionalisme yang muncul dari spirit syuhada dan Ulama di tanah air kita. Nasionalisme di tanah arab adalah diberikan oleh para penjajah. dengan tujuan memecah belah jazirah arab.

Rahasia Kenapa Kodok Perlu Dijaga Keberadaannya

Ilustrasi

Menurut guru besar saya di bidang pertanian organik, suara kodok dapat merangsang membukanya mulut daun atau stomata. Tahukah Anda? Dengan terbukanya mulut daun, maka terjadilah transfer air dan mineral yang diserap akar ke seluruh bagian tanaman. Hal ini diiringi dengan terjadinya fotosintesa yaitu proses pembuatan makanan dengan bantuan sinar matahari, karbondioksida dan air. Karbondioksida yang dihisap stomata kemudian diubah dan dilepas kembali menjadi oksigen.

Belajar Keimanan dan Kebangsaan dari Djarot Saiful Hidayat

Menurutnya, identitas keislaman tidak pernah bertolak belakang dengan paham kebangsaan. Hal itu diakui sendiri olehnya bahwa iman islamnya tak pernah luntur sedikitpun meski dirinya mencintai Indonesia.

Bahkan, politisi PDIP itu sangat percaya dengan ungkapan dalam bahasa Arab yang menyebutkan bahwa, "hubbul wathon minal iman", atau cinta pada tanah air adalah bagian dari iman.

Muslim Cyber Army dan Kesamaan dengan Pemalsu Hadist

Hal ini menjadikan saya membuat kesimpulan bahwa akun-akun yang mengklaim dirinya sebagai pembela Islam dengan menyebarkan kebohongan-kebohongan, ternyata di sisi lain mereka juga pembela calon-calon tertentu. Inilah yang mungkin disebut Cherian George dalam buku Pelintiran Kebencian sebagai bagian dari ternak politik.

Tentang Kritik Ya Lal Wathon saat Sa’i, Umar bin Khattan pun Berdendang Saat Haji

Motivasi penulisan kitab ini adalah permintaan guru pengarang, Abdullah Asy-Syathiri yang sangat dihormatinya. Tujuan penulisannya adalah untuk memudahkan para santri yang ingin memahami mazhab Asy-Syafi’i dan juga memudahkan para guru yang mengajarkannya, sehingga tidak perlu mengarang “modul” sendiri yang membutuhkan kerja keras.

Mengapa Hoax Laku di Kalangan Terdidik

 

Saat ini media penyebar hoax/hasut memanfaatkan internet dan internet ini justru sangat mudah diakses oleh kalangan menengah atas. Kalangan yg otomatis punya akses ke tingkat pendidikan yg lebih tinggi. Sebaliknya, di kalangan menengah bawah yg relatif lebih sulit menempuh pendidikan tinggi, internet masih merupakan barang "mewah".

Pages