Humaniora

Pribumi dan Prilangit

 

Anies pernah mengklaim gerakan kakeknya, para Arab banyak berjasa untuk bangsa Indonesia, bahkan lebih dulu dibanding Sumpah Pemuda (1928). Anies dengan santun berbohong. PAI (Partai Arab Indonesia) didirikan kakeknya, AR Baswedan, pada tahun 1934. Bagaimana mungkin mendahului Sumpah Pemuda? Dan mengklaim satu-satu pergerakan yang memelopori gerakan Indonesai Merdeka?

Sara dan Rasis di Pelantikan Gubernur Jakarta

Ilustrasi

Bagaimana akan didukung seluruh rakyat jika mereka sendiri menistakan keberagaman rakyat Jakarta.

Apa kategorisasi muslim dan pribumi masih pantas diteriakkan oleh pendukung seorang Gubernur terpilih? Apa mereka hanya akan memungut pajak dan retribusi dari segolongan rakyat saja? Apa mereka akan melayani segolongan yang satu dan menistakan golongan lainnya?

Setara Institute : Pidato Anies adalah Rasisme

Ilustrasi

3. Pernyataan Anies bukan hanya keluar dari nalar etis seorang pemimpin provinsi melting pot yang plural, tetapi juga membangun segregasi baru atas dasar ras. Kebencian atas ras adalah mula dari suatu praktik genocida seperti di Myanmar. Genocida tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga dalam bentuk penegasian ras dan etnis lain dalam membangun Jakarta.

Istilah Pribumi, Anies Baswedan Dan Ancaman Disintegrasi Bangsa

Ilustrasi

malah bikin ribut, memecah belah masyarakat dengan isu yang tendensius.

Ini persis peribahasa Madura: akotak tak atellor (berkotek-kotek tapi tidak kerja), cuma bikin ribut thok! Ahok yang sudah banyak kerja cuma karena terlalu banyak ngomong, akhirnya kena jerat omongannya sendiri. Loh ini belum kerja sudah bikin ribut. Mau bayangkan 5 tahun ke depan seperti ini?

Kenapa Masih Heran dengan Anies Baswedan?

 

Anies Baswedan berbahaya karena dia paham sekali daya ledak yang bisa ditimbulkan dari pernyataan-pernyataan rasisnya. Daya ledak tersebut akan dipelihara karena hanya dengan itulah dia mampu mengontrol kekuasaannya. Apakah itu akan merusak tenun kebangsaan yang pernah dikemukakannya adalah soal lain yang mungkin akan dipikirkan atau mungkin juga tidak.

Jadilah Pemimpin yang Otentik

 

Sebaliknya, pemimpin yang tidak otentik akan tampil seolah-olah mereka mencintai rakyat kecil dengan makan di warteg atau berdiri di samping bak dorongan sampah. Namun hasilnya konyol. Semua orang tahu itu adalah pura-pura. Untungnya (atau sialnya), selalu saja ada orang, bahkan banyak, yang lebih suka memilih pemimpin yang pura-pura asal satu agama.

Move On

Ilustrasi

Anehnya, ada sekelompok orang yg nyuruh pencinta Ahok-Djarot move on, tapi mereka tidak bisa move on dari seseorang yg belum pernah memimpin, belum pernah berbuat kebaikan utk masyarakat bahkan belum pernah jadi pejabat pelayan publik. Dengan segala janji, mereka memaksa org lain bahwa orang itu layak jadi pemimpin. Kalau sekedar janji mah, semua tukang kecap mengatakan kecapnya no 1.

Mental Pecundang (Tanggapan Analisis Harsubeno Arif)

Ilustrasi

"PLAYING VICTIM"
Jadi sangat disayangkan Hersu menulis artikel yang terkesan "playing victim" yang mencoba memposisikan Anis dan Sandi adalah pihak yang teraniaya dan akan terus menerus di ganjal. Komentar dia ini nampaknya paralel dengan PKS yang menyalahkan Djarot jika program DP rumah nol persen gagal dilaksanakan.

Pages