Humaniora

Mengapa Saya Bela Ahok (Catatan Eks Santri Muallimin Muhammadiyah)

 
Di Madrasah Muallimin Muhammadiyah menjadi santri selama 6 tahun saya ditanamkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar (memerintahkan yang baik dan mencegah kemungkaran) merupakan doktrin narasi yang dipegang. Melihat kinerja Ahok, ia memiliki kesamaan dengan itu. Meskipun tidak mendapatkan dukungan, buya Syafi'i merupakan orang yang lantang membela kinerja Ahok dan meyakini ia tidak menista agama. 

Antara Ahok dan Momon

Maka, jika Ahok kalian tuduh telah melecehkan agama, maka Momon adalah "mbahnya atau dedengkotnya" melecehkan agama.

Ahok sudah berbuat banyak sekali untuk pembangunan dan kemajuan Jakarta serta menciptakan pemerintahan yang bersih dan tidak korup, semua demi kemakmuran warga Jakarta, tapi masih saja kalian tidak menghargainya. Sementara si Momon kerjaannya cuma bikin ribut dan bikin onar, malah dibiarkan meraja-lela.

"Habaib"

Menurut Muhammad Asad, penulis lebih dari 20 buku yang terbit di Timur Tengah dan yang puluhan tahun mengenal Habib Ali Alhabsyi Kwitang, bahwa majelis taklim Habib Ali dapat bertahan selama lebih dari satu abad karena inti ajaran Islam yang disuguhkannya berlandaskan tauhid, kemurnian iman, solidaritas sosial, serta akhlakul karimah. Dia juga menjelaskan bahwa ajaran dakwah Habib Ali berupa pelatihan kebersihan jiwa, tasauf mu’tabarah dan dialog antara makhluk dengan al-Khalik serta antara sesama mahluk.

Dosen Sosiologi FISIP-UI Bagi Pengalaman Interaksi dengan Kelompok Islam di Kampus

Sebagai maba tentu berkegiatan dengan senior menjadi kebutuhan, apalagi iklim kuliah beda dg era SMA. Dalam klmpk pengajian tsb, saya dikondisikan untuk: bisa hijrah pakai jubah (jilbab syar'i di era kini), meski saat itu saya sudah berjilbab; KTP dianggap thagut, bhkn diminta dibakar; Orangtua yang keislamannya diragukan tidak sah menikahkan anaknya sehingga sbaiknya imam mrk yg menikahkan; saya ditanya bersedia dicarikan jodoh n segera menikah lbh baik?

Pages