Humaniora

Sewindu KH Abdurrahman Wahid

Ilustrasi

Gus Dur adalah satu-satunya Presiden dari sejarah Indonesia sebagai Presiden dengan predikat sebagai Ulama. Gus Dur mengajarkan kepada kita betapa pentingnya harga diri sebagai pemimpin untuk memakmurkan bangsanya. Gus Dur itu bagaikan Bambu. Lentur terhadap sesama manusia. Bahkan Gus Dur bisa memanusiakan manusia tanpa memandang ras,suku, dan agama. Siapapun kaum minoritas dan yang tertindas yang datang kepada Gus Dur, beliau siap pasang badan.

Gus Dur dan Keluarga Nitisastro

 
Baru-baru ini terbit buku berjudul "Widjojo Nitisastro, Panditaning Para Raja, dalam kenangan putri tercinta, Widjajalaksmi Kusumaningsih." Sebagaimana judulnya, buku ini berisi kenangan putri Widjojo akan ayahndanya. Dalam Bab 3: "Gus Dur, Eyang Kakung Nitisastro, Jombang, dan Saya," si putri bercerita hubungan keluarga mereka dan keluarga Gus Dur.

Islam Itu Sederhana, Bukan Merumitkan

Ilustrasi

Saat ini banyak cara sengaja dibuat serumit mungkin utk mengenal Sang Maha, hingga seringkali terlepas dari substansi syariat sendiri.

Seperti pameo, "Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah"

Hingga pada akhirnya manusia dikalahkan oleh perasaan keterbelengguannya sendiri, dan malah menjauh dari Tuhan, hingga lagi² hanya menjadi pecundang.

Ingatlah Rasulullah sendiri mengatakan...

إن الدين يُسر ولن يُشاد الدين أحد إلا غلبه

Agama itu mudah, siapa bertindak ekstrim maka bersiaplah kalah !

Nah gimana donk ? 

Dakwah Lemah Lembut Abu Bakr Al-Shiddiq

Ilustrasi

Abu Bakr memiliki enam orang anak, yakni tiga laki-laki dan tiga perempuan, dari empat isteri: 
1- Qatilah binti 'Abd al-Uzza melahirkan 'Abdullah dan Asma'. 
2- Ummu Rumah Da'd binti 'Amir melahirkan 'Abd al-Rahman dan 'Aisyah.
3- Asma' binti 'Umais melahirkan Muhammad.
4- Habibah binti Kharijah bin Zaid al-Anshariyyah melahirkan Ummu Kultsum setelah beliau wafat.

Mulut Penyelamat Atau Perusak

Ilustrasi

Sebaliknya jika mulutmu hanya menjadi penebar fitnah, kebencian, dan kebohongan... mungkin akal budi mu sudah tak berfungsi lagi. Dan... entah terhubung dengan apakah mulutmu...

Latihlah akal dan budimu, untuk senantiasa berpikir dan berkesadaran. Sehingga akan selalu menghasilkan perkataan yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

4 Hasil Debat Di Medsos Bagi Seorang Muslim

Ilustrasi

Ada kalanya pula kita memang tidak mampu menjadikan dia taslim atas pendapat kita, akan tetapi ukhuwah dan persahabatan tetap terjalin dengan baik.

Menurut hemat saya, terutama akhir-akhir ini, yang ketiga ini lebih baik daripada yang kedua. Umat Islam lebih membutuhkan ukhuwwah ketimbang kepentingan pribadi yang bernafsu agar semua umat seperti diri kita.

Pages