Humaniora

HTI Bukan Ormas, Hanya Gerombolan

Pembubaran Ormas bukan hal mudah. Harus melalui proses pengadilan dan tetek bengek syarat-syaratnya. Karena itu sebelum menjadi ormas lebih baik di stempel saja sebagai gerombolan terlarang. Jika kecolongan ada ormas seperti HTI yang sudah berbadan hukum, jalan termudahnya ormas itu dibekukan saja. Seperti pembekuan ormas FPI tahun 2002 akibat peristiwa Monas. Sayangnya pembekuannya hanya sebentar, hanya meredakan suasana panas disaat itu

Topeng Monyet

Pertunjukan ini sudah dilarang namun rupanya sang majikan tahu punya peluang karena Jakarta akan punya komandan baru yang lemah lembut dan tidak galak.

Sang majikan kini senang bisa kembali dapat uang dengan menyiksa binatang seraya berharap tidak ada lagi yang menghalang.

Sang majikan bisa jadi tersenyum dan tertawa bengis karena mungkin membayangkan bahwa sang monyet bukan satu-satunya makhluk yang diperlakukan kejam.

20 Tahun yang Mengubah Turki, Akankah Terjadi di Indonesia?

Tahun 1997 adalah kali terakhir kudeta militer yg berhasil menjatuhkan pemerintahan, melengserkan perdana menteri Islamis Necmettin Erbakan dari Partai Kesejahteraan (yg satu ideologis dengan erdogan) dan mengakhiri kekuasaan pemerintahan yg dikuasai partai Islam. Sudah 20 tahun berlalu. Mengapa di tahun 2017 ini tidak ada perlawanan seperti 1997?

Sisi Baik dan Sisi Buruk Para Tokoh

Namun buku sejarah juga bercerita bagaimana sumbangsihnya yang luar biasa terhadap Islam. Rasulullah mengirimnya ke Oman dan berhasil mengislamkan pemimpin di sana. Khalifah Abu Bakar mengirimnya ke Palestina dan setelah merebut kota suci itu dari Byzantium lalu menjadi Emir di sana. Khalifah Umar mengirimnya membebaskan Mesir dan menjadikannya Gubernur. Masjid Amru bin 'Ash yang saya ziarahi tahun 2012 itu merupakan lokasi tempat beliau berkemah di kota Fustat, Mesir, dan itu adalah Masjid pertama yang berdiri di Afrika.

Ahok, Kartini, dan Kebangkitan Perempuan dalam Politik

Tanpa Ahok, mungkin saya tidak akan bisa terinspirasi sejauh ini. Momen magang bersamanya adalah momen ketika saya memutuskan bahwa politik adalah sebuah keharusan. Sejak selesai magang dengannya, saya bukan hanya menulis tapi juga mendirikan LSM Perempuan Politik bersama teman-teman magang saya untuk membangkitkan kesadaran perempuan terhadap politik. Semuanya karena terinspirasi oleh Ahok.

Hidup Yang Terpotong Seperti Sekuel Film

Bisa jadi yang sekarang menang dalam sebuah kontestasi, pada pertarungan berikutnya mengalami kekalahan. Lalu lawannya yang dulu kalah dan sekarang menang akan menggunakan lagi argumen yang sama : kebanaran akhirnya menang. Mereka yang tadinya benar, kini menjadi salah. Mereka yang tadinya salah, kini menjadi benar. Hanya karena menang dalam pertandingan. Absurd, bukan?

Penistaan? Penistaan Nenek Lo!

Penistaan itu kata kerja. Artinya ada yang dinistakan dalam hal ini Al Qur'an. Penodaan itu artinya mencemarkan. Dalam hal ini ulama. Yang dimaksudkan Ahok berdasarkan pengalamannya, itu Ulama Su, Ulama Doku yang banyak berkeliaran menjelang Pilkada. Jaksa menyimpulkan dalam kategori penodaan. Berdasarkan keterangan saksi yang memberatkan termasuk kesaksian Rizieq, Ketua MUI dan para saksi kardus

Terimakasih Ahok, Terimakasih Djarot..

Terimakasih sudah menaikkan derajat orang miskin

Yang selalu diperebutkan demi suara saat pemilihan pemimpin

Yang tinggal di pinggir kali dan menjadi sasaran mencari uang lewat penelitian lembaga yang katanya perduli

Tetapi mereka sesungguhnya penjual kemiskinan yang hakiki

 

Terimakasih sudah menempatkan mereka di tempat yang layak

Dengan kulkas dan kompor gas

Dan tempat tidur yang jarang mereka lihat

 

Bukan ayah dan ibunya yang berterimakasih kelak

Pages