Humaniora

Jubah, Jenggot dan Bahasa itu Hanya Budaya Saja

 

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Bahasa, jubah dan berjenggot itu bagian dari budaya Arab dan Timur Tengah sejak zaman bahoela jauh sebelum Islam lahir pada abad ke-7 M. Karena itu jangan heran jika anda melihat komunitas Kristen Arab juga berjubah, meskipun tentu saja ada yang tidak, sebagaimana Arab Muslim: ada yang berjubah, juga ada yang tidak. Suka-suka mereka.

Kepada Anak- anakku Mahasiswa..

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Tahun 1998 kakak kalian tampil heroik menjatuhkan Soeharto. Mengapa ? Yang mereka jatuhkan adalah rezim korup, dan tak ada hukum yang bisa menghentikan KKN. Sejarah revolusi yang sukses di manapun karena rezim terlalu kuat tanpa hukum yang membatasi mereka. Dan itu terjadi begitu saja tanpa ada arsitek. Memang dari kekacauan itu lahirlah tokoh pemimpin yang mempersatukan semua agar kembali membangun dari puing puing kehancuran.

Surat untuk Pak Riziek

Oleh: VH Gadjahmada
 

Bapak Habib Riziek yth,

Seandainya Bapak tidak segera memenuhi panggilan aparat kepolisian, dan Bapak malah memberikan penjelasan kepada lembaga-lembaga lain, perihal permasalahan yang Bapak hadapi, maka ijinkan saya menilai beberapa hal sebagai berikut :

1. Bapak tidak menjalankan kewajiban sebagai warganegara yang baik, seperti yang selama ini selalu Bapak dengung-dengungkan. Warga negara yang baik akan selalu patuh dan mengikuti proses hukum yang berlaku kepadanya.

Gerakan Anti Hoax dalam Tradisi Ulama Ahli Hadis

Oleh : Laelatul Badriyah

Beberapa minggu lalu, saya mengerjakan tugas makalah studi Hadis. Berbeda dengan teman-teman yang lain yang membahas tentang teori-teori hadis, saya mendapatkan tugas untuk mengaplikasikan teori-teori hadis tersebut dalam satu hadis pendidikan. Saya harus melihat hadis itu shahih atau tidak, kemudian diriwayatkan oleh siapa saja hadis tersebut, lalu melihat asbabul wurud-nya (sebab-sebab turunnya), dan terakhir memaknai hadis tersebut sesuai dengan konteks saat ini.

Pesan Mbah Dien...

Oleh: Enha
 

Wajahnya memang tampak sepuh, tapi menatapnya sunggguh sangat mendamaikan. KH. Nahdhuddin Royandi Abbas adalah seorang pengasuh pesantren Buntet yg kini tinggal di London, United Kingdom. Saya bersyukur bisa kembali berjumpa dengan beliau, saat menjumpai beliau di Indonesia Islamic Center, London dalam acara peringatan Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan masyarakat Indonesia di Inggris.

Pages