Humaniora

Kita Mudah Diadu Domba

ilustrasi

Jadi gampang saja mengadu domba kita: puji tokoh sebelah, puji ormas sebelah. Sudahlah otomatis kita jadi panas. 
Ditambah dikit... kritik tokoh dan ormas kita bandingkan dengam tokoh dan ormas sebelah, maka langsung kebencian kita pada tokoh dan ormas sebelah langsung memuncak.

Banjir yang Surut dalam Tiga Jam

ilustrasi

Pemkot juga membentuk Satgas Pematusan yang beranggotakan 1.300 orang dan bertugas baik saat musim penghujan maupun musim kemarau.

Saat musim hujan tiba, mereka diwajibkan untuk standby di rumah-rumah pompa, sementara pada musim kemarau, mereka bertugas melakukan normalisasi dan membersihkan gorong-gorong di pemukiman yang tidak bisa dijangkau alat berat.

Tepuk Pramuka dan Pemabuk Agama

ilustrasi

Mengapa saya harus membuat analisa ini. Karena tidak semua orang berfikir tentang kemaslahatan secara universal sampai pada titik nadzir pendidikan anaknya dikira sudah baik menunjukkan keislaman dengan pakaian lslam dengan jargon Islam namun isinya intoleran bahkan benturan dengan kerahmatan Islam. Ini hanya mengingatkan sesama apalagi kita yang dilahirkan dari kesejukan dan keteduhan doktrinasi Ulama dan Guru Guru kita. Tak ada maksud dan tujuan lain.

Framing Media

Kenapa mereka mudah teepapar hoax dan provokasi adalah karena tidak memiliki kecakapan khusus untuk menilai berita di media. Mereka tidak paham soal media sehingga apa yang muncul dari media ditelan mentah-mentah dan dianggap sebagai suatu kebenaran. Saya berharap masyarakat banyak yang belajar soal media agar tidak menjadi korban provokasi media.

Toleran, Buah Perjalanan Panjang Mengaji

Baru ketika SMA saya kalau keluar rumah mulai pakai baju lebih rapat dengan kerudung segi empat yang dilipat jadi segitiga kemudian dikasih peniti. kelau ke sekolah, saya pakai jaket dan berkerudung. Kemudian di sekolah tetap patuh dengan aturan seragam sekolah. Bajunya lengan pendek dan rok selutut. Baru di akhir kelas 2 saya full pakai kerudung di sekolah dan di luar sekolah, sampai sekarang. Namun bukan itu yang mau saya sampaikan.

Tak Perlu Pro-Kontra Secara Berlebihan

Ada beberapa contoh kelompok pro & kontra yang berlebihan ini di masyarakat, baik pro & kontra terhadap asing maupun pro & kontra terhadap lokal ("pribumi" / "native"). Menariknya, mungkin karena memiliki kepentingan yang berbeda, kelompok yang pro/kontra terhadap asing itu ambigu alias mencla-mencle dan tidak konsisten dalam mendefinisikan kata "asing" itu. 

Agama

Ilustrasi

Bertutur kata kita memakai bahasa sendiri...., karena pada dasarnya kita dilahirkan di tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi sebenarnya..., sudah seharusnya memang takdir kita untuk memeluk Agama Lokal.

Pages