Humaniora

Adakah yang Lebih Indah dari Paduan Owi-Butet?

Berikut status-status netizen tentang laga dan kemenangan Owi dan Butet kemarin.

Tomi Lebang: Partai final tunggal putri turnamen bulutangkis superseries Indonesia Open 2017 sedang berlangsung di Jakarta Convention Centre, petang kemarin, ketika waktu berbuka puasa tiba. Saya beranjak ke belakang, ke ruang pemain Indonesia.

Gus Mus dan Quraish Shihab, Ulama Hebat yang Dituduh Liberal Karena Tak Pernah Demo

Gus Mus mengatakan, bahwa para sufi terkadang setelah mengucapkan Allahu Akbar langsung pingsan, karena mereka mengerti, bahwa kalimat takbir ialah kalimat suci yang mana kita harus merendahkan diri dan mengecilkan diri ketika mengucapkan takbir. Bukan petantang petenteng merasa paling benar, setiap orang disalahkan hanya karena berbeda, apalagi takbir untuk demo. Allah ko di ajak kampanye.

Dua Mutiara Ditengah Umat

 

Gus Mus mengatakan, bahwa para sufi terkadang setelah mengucapkan Allahu Akbar langsung pingsan, karena mereka mengerti, bahwa kalimat takbir ialah kalimat suci yang mana kita harus merendahkan diri dan mengecilkan diri ketika mengucapkan takbir. Bukan petantang petenteng merasa paling benar, setiap orang disalahkan hanya karena berbeda, apalagi takbir untuk demo. Allah ko di ajak kampanye.

Manusia-manusia Keren yang Menjaga Diri dari Barang Syubhat

 

Saya nyengir.

"Nganu Pak. Ini tadi uang di amplop pemberian teman saya untuk avisa, dua puluh ribu. Ya saya pinjam dulu buat beli bensin..."
Raut muka beliau serius. Tampak mendengus.
"Amis, Jal. Itu uang buat anakmu, kok kamu pakai buat beli bensin motormu. ITU BUKAN HAKMU. Amis, amis, Jal. Aku emoh numpak sepeda motormu iki. Nggak betah ambune."

Rumah

 

Suatu ketika, aku diutus ibu untuk mengunjungi salah seorang di desa yang jauh. Tipikal rumah desa yang ruang tamunya masih jadi satu dengan hewan ternak mereka. Aku berkunjung tanpa membawa buah tangan apapun. Tetapi, ketika pulang, mereka memaksaku membawa hasil panen dan macam-macam keripik.

"Pakde, ini kan kalau ditotal harganya mahal."

Menggebuk Islam Radikal

 

Tidak banyak yang paham bagaimana sebuah virus berbahaya menumpang dalam agama Islam dan menyebarkan kerusakan di seluruh dunia. Bahkan ketika ISIS sudah memamerkan kekejamannya, masih banyak yg belum mampu membedakan mana ustad yang radikal dan yang bukan..

Banyak orang terjebak aksesoris yang dipakai seseorang. Jika dia bersorban, bergamis, megang tasbeh dan mulutnya sering melontarkan bahasa2 arab, maka gelar ustad pun disandangkan kepadanya.

Rumah Ibadah dan Anak-Anak

 

Jika anak anak disuruh diam, dibentak apalagi dicubit di rumah ibadah karena mereka tidak bersikap manis mendengar kultum sang uztad pujaan, maka itu sama saja kita mengajak hewan peliharaan nonton di bioskop cinemaxx. Dia mengerti kagak, bikin repot kita dan bisa menggangu penonton yang lain

Tujuannya baik, tempat dan acaranya juga baik tapi tidak sesuai porsi si anak. Menyayangi hewan peliharaan baik, mengajaknya bermain baik tapi tidak sesuai dengan dunia mereka

Panjang Umur, Pak Presiden!

Pak Jokowi,

Kami sadar dan mahfum, bahwa memimpin Indonesia bukan hal yang mudah. Apalagi, Bapak adalah rakyat biasa dan masyarakat sipil, bukan berlatar belakang militer. Kami tahu bahwa banyak yang tidak suka pada Bapak, di antaranya mungkin dari kalangan yang berlatar belakang militer konservatif. Mereka masih tidak rela dipimpin oleh sipil karena merasa lebih superior.

Pages