Humaniora

Pidato Mark Zuckerberg yang Menakjubkan Saat Wisuda di Harvard

 
 
Saya bukanlah pembicara pada umumnya, tidak hanya karena saya drop out (DO), tapi karena kita adalah generasi yang sama. Kita berjalan di taman ini kurang dari satu dekade yang lalu, mempelajari gagasan-gagasan yang sama, dan tertidur di pelajaran Ec10 yang sama. Kita mengambil jalur yang berbeda untuk tiba di sini, terutama bila anda datang dari Quad (sebuah komplek kampus di Harvard). Tapi hari ini saya ingin berbagi soal apa yang telah saya pelajari tentang generasi kita dan dunia yang sedang kita bangun bersama-sama.
 

Tutorial Melawan Terorisme

 

Menggunakan aplikasi kebudayaan Arab itu hak mereka, meskipun itu bukan tradisi Islam Indonesia. Kewajiban masyarakat adalah waspada. Mau dibilang suudzon, paranoia, penakut, itu hak mereka. Tugas orang waras adalah melakukan pencegahan.

Dari segi ajaran, teroris menggunakan ayat-ayat perang untuk mendoktrin. Terorisme juga menggunakan kesenjangan dan kecemburuan sosial dengan dalih agama. Jika melihat video anak-anak berteriak, "Bunuh, bunuh, bunuh", ini adalah pembibitan terorisme.

Terorisme Bukan Mainan Bro!

 

Contoh skrinsut di bawah adalah kasus "belt bomb" IS di beberapa negara selama 2015-2016 yg menyasar aparat dan sipil. Ga selamanya serangan bunuh diri itu selalu berhasil. Dan berhasil pun belum tentu ada korban jiwa (selain pelaku). Sejauh ini korban jiwa bom Kp.Melayu udah 5 orang termasuk 2 yg diduga pelaku. 5 korban luka dr polisi dan 5 dr sipil, jd total ada 15 korban. Kurang?

Bom Kampung Melayu; Haruskah Keluarga Kita Jadi Korban untuk Bisa Berempati?

 

Saya turut mengalami bagaimana tegangnya dialog dalam grup WA tersebut, segala do’a keselamatan terucapkan ditengah komunikasi keadaan dilapangan dari saudara yang sedang mencari dan upaya-upaya lain yang dilakukan untuk mendapatkan sekedar kabar dari 2 orang tersebut. Ada saudara yang mendatangi kantor kepolisian setempat, rumah sakit , selain yang mencoba mendatangi lokasi kejadian. 

Maling Syar'i

 

“Itu ikhwan Ambon yang selesaikan, masih ada minus juz yang agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yang mahad Jambi.”

Wahai ukhti, betapa indahnya bahasa mereka. Yang sedang berkomunikasi adalah Yudi Widiana Adia, politisi dan anggota DPR dari PKS. Lawan bicaranya adalah Muhammad Kurniawan, anggota DPRD Bekasi, juga dari PKS. Partai Islam yang akan membawa mereka ke surga nantinya.

Kalis, Afi dan Shoma

 

Tulisan Kalis bukan tulisan opini biasa. Tulisan-tulisan Kalis bergaya kolom yang kontemplatif. Saat mojok.co belum kukut, tulisan Kalis adalah yang paling saya paling tunggu. Di media ini tulisan-tulisan Kalis bernuansa satire-sarkas, namun tetap renyah dikunyah. Harus diakui tak banyak penulis yang bisa mengolah kata-kata seperti Kalis melakukannya.

Muslim Intoleran yang Meninggalkan "Sholat Berjamaah"

Pernahkah anda lihat di masjid ada sweeping tentang harus memakai baju koko, harus pakai jubbah, harus yang setuju pakai qunut, harus yang setuju bacaan basmalah dipelankan, harus yang jidatnya hitam dan lain sebagainya. Tidak ada kan? Ini menunjukkan bahwa Islam itu moderat karena di Indonesia kelompok-kelompok dalam Islam luar biasa banyaknya. Yang formal saja jumlahnya puluhan apalagi yang tidak tercatat secara resmi bahkan masih banyak yang sembunyi-sembunyi.

Pages