Humaniora

Minum Air Kencing Onta Itu Tanda Kerakusan

Ilustrasi

Namun menurut saya, orang Wahabi meminum air kencing Unta itu bukan karena berdasarkan Hadits Kanjeng Nabi Saw atau karena ikut madzhab Hambali, akan tetapi karena memang mereka itu Rakus, kebetulan ada hadits yg menceritakan tentang Kanjeng Nabi Saw memerintahkan salah satu sahabatnya untuk meminum air kencing unta sebagai obat, jadi mereka merasa ada pembelaan. Padahal Kanjeng Nabi Saw memerintahkan salah satu sahabatnya untuk meminum air kencing Unta itu karena darurat.

NU Jatim Gagal Diobrak Abrik

Ilustrasi

Imam Besar Kerusuhan yg semula digadang-gadang bakal menjadi satu-satunya lubang untuk bisa masuknya tiga partai tersebut menembus Jawa Timur telah pergi tanpa ada kejelasan kapan dirinya pulang, tiga partai inipun makin poyang-paying tidak karuan ketika lamarannya ditolak oleh Putri Sang Guru Bangsa. Jelas saja sang putri itu menolak, karena ia dari kecil tidak terbiasa didik sebagai biang kerusuhan. Merasa dirinya khawatir tidak bisa menjadi biang Kerusuhan akhirnya ia menolak lamaran tsb.

Pesan Gus Dur dalam Pernyataan Yeni Wahid Saat Tolak Pinangan Gerindra

Ilustrasi
Lalu pilihan kata “punya tugas sejarah menjaga bangsa”, dapat diinterpretasikan sebagai tugas penting nan mulia. Bukankah Prabowo pernah jadi Danjen Kopassus? Bukankah dia Capres 3 kali? Bukankah sejak Gerindra berdiri, dia menjadi pengambil kebijakan penting di Partai berlambang kepala burung Garuda?  Berbicara tentang tugas menjaga bangsa kan mestinya tugas kita bersama, apalagi bagi Prabowo. Sebagai mantan tentara tentu tak perlu diajari bagaimana “menjaga bangsa”.
 

Pilkada 2018, Incaran Kaum Wahabi Kuasai Indonesia

Ilustrasi

Mereka mencoba memasukkan kader-kadernya untuk menjadi pemenang di setiap wilayah dan daerah, untuk menyatukan suara pada puncak pesta demokrasi bangsa ini yaitu Pilpres, untuk memuluskan visi dan misi mereka yaitu NKRI Bersyari'ah atau Khilafah dapat berdiri tegak, karena dari daerah, wilayah sampai pusat sudah dikuasai para kader-kadernya yang sudah mereka pasang sebelumnya.

Cara Netizen NU Lawan Radikalisme di Medsos

Ilustrasi

5. Copas dan Lempar. Saat Anda membaca tulisan bagus dari pegiat medsos seperti Denny Siregar, Kang Hasan, Prof. Sumanto dan lainnya. Kali ini tak cukup hanya kasih jempol dan klik share saja. Copas juga, lalu lempar di grup WA. Broadcast WA/BBM terbukti bisa mempengaruhi massa.

Menjawab Tuduhan Liberalnya Kyai Said, Gus Dur Bahkan NU

Ilustrasi

Muktamar 33 di Jombang yang oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) secara defacto dan de jurro menyatakan Kyai Said dan Kyai Ma’ruf Amin adalah Rois Aam dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’. AHWA kui sopo wae? ada Mbah Maimun Zubair Sarang, Kyai Ma’ruf Amin Jakarta, Kyai Nawawi Abdul Jalil Sidogiri Pasuruan, Kyai Mas Subadar Pasuruan, Tuan Guru Turmudzi NTB, Kyai Maktum Hanan Cirebon, Kyai Ali Akbar Maimun Medan, Kyai Dimyati Rois Jawa Tengah, dan Kyai Kholilurrahman Kalimantan.

Pages