Humaniora

Gubuk Kakek Pardi dan PKM Tanah Abang

Ilustrasi

Saat ini Frekuensi Publik dipenuhi pemberitaan yang serba heboh dan mengejutkan. Satu hal besar menurut saya sedang terjadi di negeri ini, entah apa. Tapi rentetan kehebohan ini seperti disengaja. Kita dibuat terlena, ikut larut menghujat, mengkritik, memaki dan geram pada kehebohan demi kehebohan yang muncul.

Kayu Bakar Wahabi

 

Jika tercipta aliansi syiah di Irak dan Iran, minoritas syiah di kawasan Teluk termasuk di Arab Saudi akan menjadi gerakan separatis yg berpotensi menghancurkan sistem kerajaan disana. Karena itu pengaruh Iran harus dibendung lewat berbagai cara. Tidak hanya oleh Saudi tapi juga AS dan Israel yang punya kepentingan di kawasan timteng.

Rais=Rasis

 

Kita mau diajak guoblok cuma dgn mendengarkan bacot nyocot melawan fakta didepan mata, seperti orang buta melawan gelap, ini sama saja seperti Gusdur menjawab tuduhan dia suka jalan2, padahal buatnya Paris dan Jakarta sama saja, dia tidak melihat apa2. Perjalanannya adalah menjalankan perdamaian, karena stlh reformasi Indonesia rawan konflik dan memicu kawasan Asia menjadi bola api yg bisa terbakar kapan saja.

Mempertanyakan Sandi Tentang Permintaan Solusi PKL Tanah Abang

Ilustrasi

Kan udh gw bilang berkali2, minimal ente dan Anies bisa mempertahankan yg ada, jika lebih baik lagi dari yg sebelumnya lebih bagus, itu yg kami harapkan. 
Kan Anda berdua nafsu banget ingin jadi pemimpin di Jakarta karena merasa memiliki kemampuan lebih baik dari pemimpin sebelumnya, sok skrng tunjukan jika memang Anda mampu mengelola Jakarta ke arah yg lebih baik.

Jokowi, Presiden Berakhlak

Ilustrasi

Sementara kalian...?
Hanya suka bicara dan hanya bisa bicara, kasak-kusuk sebar fitnah, kebencian dan kebohongan. Sindir sana sindir sini, ceramah sinis membodohi rakyat. Semuanya hanya untuk mengganggu sang presiden yang tak pernah berhenti bergerak untuk rakyatnya itu. Kalian terus mencaci maki. Dan dia, nyaris tak pernah membalas semua cacian kalian. Dia membalas semua cacian dan fitnah itu dengan bergerak, berkelebat, membuka jalan kehidupan rakyatnya.

Sewindu KH Abdurrahman Wahid

Ilustrasi

Gus Dur adalah satu-satunya Presiden dari sejarah Indonesia sebagai Presiden dengan predikat sebagai Ulama. Gus Dur mengajarkan kepada kita betapa pentingnya harga diri sebagai pemimpin untuk memakmurkan bangsanya. Gus Dur itu bagaikan Bambu. Lentur terhadap sesama manusia. Bahkan Gus Dur bisa memanusiakan manusia tanpa memandang ras,suku, dan agama. Siapapun kaum minoritas dan yang tertindas yang datang kepada Gus Dur, beliau siap pasang badan.

Gus Dur dan Keluarga Nitisastro

 
Baru-baru ini terbit buku berjudul "Widjojo Nitisastro, Panditaning Para Raja, dalam kenangan putri tercinta, Widjajalaksmi Kusumaningsih." Sebagaimana judulnya, buku ini berisi kenangan putri Widjojo akan ayahndanya. Dalam Bab 3: "Gus Dur, Eyang Kakung Nitisastro, Jombang, dan Saya," si putri bercerita hubungan keluarga mereka dan keluarga Gus Dur.

Pages