Humaniora

Benarkah Ideologi Marx Berbahaya?

ilustrasi

Pemikiran Marx ini kemudian mendapat banyak tanggapan dan dikembangkan dalam banyak perspektif. Ini juga mengilhami gerakan-gerakan kaum buruh dalam tataran praksis.

Secara teoritis, pemikiran Mark juga banyak dikembangkan oleh penganut egaliterianisme dan pakar masyarakat komunal, menjadi inspirasi bagi pemikir kritis dari jaman ke jaman

Akibat Kurang Baca

Yang menarik dari gambar tersebut, terdapat dua buku yang mereka pegang bergambar muka Lenin dan Marx, keduanya karya Franz Magnis Suseno. Saya menduga dua buku itu mereka kategorikan buku kiri, yang menurut mereka harus dirazia, dimusnahkan. Jika benar anggapan saya itu, tentu dengan ini saya terpaksa membenarkan kata banyak orang, bahwa bangsa ini sedang mengalami darurat baca, bukan darurat bacaan. 

Sama Babi Takut, Sama Buku Cemberut

Setelah berhasil menutup restoran babi, kembali salah satu ormas dengan judul "Brigade Muslim" menyisir buku yang mereka anggap terlarang dan berhaluan marxisme dan komunisme. Gak tanggung-tanggung, mereka menyita buku di salah satu jaringan toko buku besar Gramedia.

Dan hebatnya, ormas-ormas ini berhasil melakukan aksinya tanpa perlawanan sedikitpun.

Celestine Wenardy, Sang Penerima Penghargaan Google Science Fair 2019

Metode interferometri dan teknologi termal yang digunakan Celestine dapat mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa pengambilan sampel darah. Hal ini menjadi penting karena menyadari fakta bahwa tidak sedikit masyarakat Indonesia, khususnya di pedalaman, yang segan dengan jarum suntik.

Takut Sama Babi

Apakah saya merasa jijik ? Tidak. Mereka makan, saya ngopi menemani.

Saya memang tidak makan babi. Dari semua perbuatan haram yang pernah saya lakukan waktu masa jahiliyah dulu, makan babi tidak masuk dalam hitungan. Bukan makan babi aja sih, makan kodok juga gak pernah. Mungkin karena doktrin sejak kecil dan saya tidak pernah mau bertanya kenapa. Ya gak suka gak suka aja.

Mari Pahami Proses Radikalisasi

ilustrasi

Yang kedua adalah adanya narasi-narasi yang membenarkan alienasi yang terjadi pada dirinya, khususnya narasi-narasi yang berbasis ideologi (agama). Bukan hanya narasi-narasi yang menyalahkan orang lain terhadap kehilangan 'moral compass' yang sedang dialami seseorang tersebut, tapi juga narasi-narasi yang membenarkan tindakan kekerasan terhadap pihak-pihak yang dirasa mengakibatkan proses alienasi tersebut.

Pages