Humaniora

Menggebuk Islam Radikal

 

Tidak banyak yang paham bagaimana sebuah virus berbahaya menumpang dalam agama Islam dan menyebarkan kerusakan di seluruh dunia. Bahkan ketika ISIS sudah memamerkan kekejamannya, masih banyak yg belum mampu membedakan mana ustad yang radikal dan yang bukan..

Banyak orang terjebak aksesoris yang dipakai seseorang. Jika dia bersorban, bergamis, megang tasbeh dan mulutnya sering melontarkan bahasa2 arab, maka gelar ustad pun disandangkan kepadanya.

Rumah Ibadah dan Anak-Anak

 

Jika anak anak disuruh diam, dibentak apalagi dicubit di rumah ibadah karena mereka tidak bersikap manis mendengar kultum sang uztad pujaan, maka itu sama saja kita mengajak hewan peliharaan nonton di bioskop cinemaxx. Dia mengerti kagak, bikin repot kita dan bisa menggangu penonton yang lain

Tujuannya baik, tempat dan acaranya juga baik tapi tidak sesuai porsi si anak. Menyayangi hewan peliharaan baik, mengajaknya bermain baik tapi tidak sesuai dengan dunia mereka

Panjang Umur, Pak Presiden!

Pak Jokowi,

Kami sadar dan mahfum, bahwa memimpin Indonesia bukan hal yang mudah. Apalagi, Bapak adalah rakyat biasa dan masyarakat sipil, bukan berlatar belakang militer. Kami tahu bahwa banyak yang tidak suka pada Bapak, di antaranya mungkin dari kalangan yang berlatar belakang militer konservatif. Mereka masih tidak rela dipimpin oleh sipil karena merasa lebih superior.

Terima Kasih, Jokowi.. Terima Kasih, Firza

 

Bukan hanya harga yang relatif stabil, pasokan barang juga lancar. Kitabbahkan tidak mendengar ada barang yang hilang dari pasar. Jadi, syukurlah, Ramadhan ini kita lewati dengan wajah para emak yang lebih sumringah. Suasana puasa di rumah relatif lebih syahdu.

Yang kedua, tiap Ramadhan kita selalu disibukan dengan isu sweeping para pedagang makanan, tempat hiburan dan sejenisnya . Ramadhan ini terasa lebih adem.

Akal Ustad Felix Siauw

 

Bukan...bukan karena beliau muallaf saya menilainya bukan rujukan yang pas tentang Islam. Tapi karena beberapa "fatwa"-nya saya liat justru gak mencerminkan Islam yang saya percayai, yakni Islam ramah, damai-mendamaikan, humanis dan rasional.

Sebagai Muslim jujur saya senang jika ada yang masuk Islam. Tapi saya jadi sedih jika ada muallaf yang suka menjelek-jelekkan agama lamanya, mempreteli aib Kitab Suci agama lamanya, atau menelanjangi akidah-teologis agama lamanya.

Mubahalah

 

Akar dari semua kubu-kubuan itu tetap saja: po-li-tik! Bukan sama sekali urusan agama. Karena akarnya politik, maka sejatinya gak perlu ada persoalan apa pun yang tumbuh dari akar itu yang perlu di-mubāhalah-kan.

Dalam hal ini, yang kita perlukan bukan mubāhalah. Melainkan: siap beda pendapat, sadar semua pihak setara-sederajat, bersedia mendengar argumen dan penjelasan lawan, serta lapang menerima kekalahan jika fakta menunjukkan pendapat kita keliru.

Di Balik Kemenangan Owi-Butet di Indonesia Open 2017

 

Saat maghrib tiba, saya melihat Tontowi salat sendirian di sudut ruangan, dengan kaos merah yang akan dipakainya di lapangan. Sementara di meja besar dua meter darinya, Butet membuka iPad dan tekun menyimak video pertemuan lamanya dengan calon lawannya itu. 

Halusinasi Denny Siregar

 

Separuh dari calon pembesuk terbang dari luar kota. Saya mengusulkan titik kumpul di Margocity Mall, Depok. Sebagai mall yang paling dekat dengan Kelapa Dua. Jumat jam 13.00,

Sial. Sehari sebelum jadwal, tiba-tiba saya disergap perkerjaan yang susah untuk dihindari. Mau ditunda, klien meminta selesai sebelum libur panjang. Jika dituruti saya kehilangan kesempatan menjenguk Ahok.

Pages