Humaniora

Bocornya Data Denny Siregar, Signal Bahaya NKRI

ilustrasi

Dua pihak yang harus juga turut bertanggungjawab atas kebocoran data diri dan keluarga aktivis sosmed Denny Siregar tentu saja Kominfo dan Telkomsel. Kedua belah pihak ini harus mampu menjelaskan ke publik mengapa data diri Denny Siregar bisa diunggah sebuah akun twitter opposite 6891. Karena dua institusi ini yang berposisi sebagai regulator dan aplikator dalam data diri konsumen telekomunikasi.

Mengharumkan Islam

ilustrasi

Pengusaha properti yang kerjaannya jualan rumah ikut-ikutan. Strategi penawaran mereka ikut berubah. Kalau dulu iklan perumahan yang ditawarkan adalah lokasi yang bebas banjir, dekat akses tol, tidak macet, udara bersih dan bla bla. Tapi kini cara macam itu sudah terlalu kuno dan kurang gebrakan.

Ketika Suami Berhutang

ilustrasi

"Nggak kok, Mah. Ini semata karena memang banyak pengeluaran bersamaan. Mungkin akibat pandemi sehingga semua orang juga susah. Hutang itu nggak terlalu banyak. Insya Allah, sudah saya perhitungkan darimana untuk bayarnya. Mamah nggak usah khawatir. Saya nggak akan minta duit gaji untuk bayar hutang. Saya masih kuat bekerja. Jika semua honor sudah dibayar, insya Allah lunas. Malah mungkin ada sisanya" terang suami sambil menepuk-nepuk pundak istrinya.

NU Melindungi Kelompok Lain

ilustrasi

Musuh utama PKI adalah Masyumi karena dianggap kebaratbaratan. Karena itu, ketika Masyumi dilarang, maka PKI paling diuntungkan sebab satu lawan sudah berhasil disingkirkan dalam merebut kekuasaan nasional. PKI tidak menyangka bahwa NU jauh lebih kuat ketimbang Masyumi dalam menghadapi PKI.

Fenomena Ustadz Dadakan

ilustrasi

Sugik Nur ngaku tidak bisa ngaji. Bekas penjual pembalut wanita. Apa yang diharapkan dari orang macam ini? Ceramahnya mulai dari sumpah pocong. Tak laku di daerahnya pindah kemana-kemana. Adanya medsos dia manfaatkan cari peluang dengan ceramah yang isinya mengejek-ejek dan kebencian. Akhirnya dia divonis bersalah. Semoga segera masuk penjara. Padahal menjadi sales pembalut wanita lebih mulia daripada ngaku ustadz, apalagi ngaku Gus, tapi isi ceramahnya hanya menyebarkan keburukan.

Pages