Humaniora

Surat Terbuka untuk Kampret

Kami juga tahu kamu kecewa dengan pilihan pak Prabowo yang memilih Sandiaga, bukan ulama hasil rekomendasi Ijtima Ulama. Apalagi kampret 212 dan kampret HTI, mimpi kalian melihat Prabowo Sandiaga berjuang untuk NKRI bersyariah ataupun mendirikan khilafah sejujurnya makin jauh. Sandi akan sibuk mengembalikan investasi plus returnnya, bukan membuang waktu memikirkan khilafah seperti kalian.

Mengulik Santri Post-Islamisme: Gelar Janggal Sandiaga Uno

Apa lacur, politik jauh lebih rumit dari sekedar kalkulasi matematika yang paling sulit sekali pun. Pada saat-saat terakhir, Prabowo justru tidak memilih nama ulama yang diusulkan, sebaliknya Ia memilih Sandiaga Uno. Seorang pengusaha dengan latar belakang pendidikan sekuler dan kini sebenarnya baru seumur jagung menjadi wakil gubernur Jakarta. Tapi begitulah politik para elit di Indonesia yang masih diselimuti oleh situasi yang muram. Kekuasaan menjadi orientasi yang paling utama.

Dibohongi (Lagi) Pakai Prabowo

Ilustrasi

SBY sempat menawarkan "kompensasi" agar PAN dan PKS juga merekomendasikan AHY sebagai Cawapres Prabowo. Sedangkan Prabowo membaca hal ini sebagai langkah catur dari SBY untuk mengambil alih nahkoda koalisi karena "kompensasi" akan diberikan secara bertahap kepada PAN dan PKS hingga hari H pemilihan. Prabowo langsung meiakukan intercept atas strategi Cikeas dengan aksi borong melalui Sandi dengan kompensasi yang sama namun dengan format lebih baik dari yang ditawarkan Cikeas.

Logika Lucu Tentang Kyai Ma'ruf Amien Dipinang Jokowi

Ilustrasi

4. Dalam politik ada istilah di peralat dan tidaknya memang, tapi siapa yg di peralat. Semuanya memperalat orang yg di rasa menguntungkannya. Itu fakta, 212 di peralat prabowo, PKS dan PAN. PAN memperalat PKS, dan Prabowo. Ada yg memperalat ummat dan begitu seterusnya. Ini kalau kita gunakan kata 'Memperalat'.

Jangan Golput

Ilustrasi
Kita butuh pemimpin yang benar-benar punya hati untuk membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Jadi pilihan Jokowi terhadap Kyai Ma'ruf Amin, dan bukan Mahfud MD, mungkin menimbulkan kekecewaan, tetapi kepentingan negara harus diletakkan di atas kekecewaan pribadi dan solidaritas dengan Pak Mahfud. Ada posisi lain yang juga strategis yang bisa diberikan untuk Pak Mahfud sesuai dengan kapasitasnya, ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden. 
 

Kenapa KH Ma'ruf Amien, Kenapa Sandiaga Uno?

Ilustrasi

Fans kedua kubu bingung, kaget dan tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi. Pendukung kedua kubu merasa kecewa, sakit hati dan sempat muncul seruan mencabut dukungan baik di kubu Prabowo maupun Jokowi. Tapi itulah politik yang akan selalu berusaha berkompromi dan mengakomodasi berbagai kepentingan yang berbeda demi mencapai sebuah tujuan.

Pages