Humaniora

Tak Perlu Pro-Kontra Secara Berlebihan

Ada beberapa contoh kelompok pro & kontra yang berlebihan ini di masyarakat, baik pro & kontra terhadap asing maupun pro & kontra terhadap lokal ("pribumi" / "native"). Menariknya, mungkin karena memiliki kepentingan yang berbeda, kelompok yang pro/kontra terhadap asing itu ambigu alias mencla-mencle dan tidak konsisten dalam mendefinisikan kata "asing" itu. 

Agama

Ilustrasi

Bertutur kata kita memakai bahasa sendiri...., karena pada dasarnya kita dilahirkan di tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi sebenarnya..., sudah seharusnya memang takdir kita untuk memeluk Agama Lokal.

Lompatan China

Ilustrasi

Selanjutnya..., China harus tampil menjadi komunitas baru..., komunitas yang ulet untuk menjadi pemenang dalam berproduksi dengan cara modern..., dan unggul dalam perdagangan International.

Ketika negara lain sibuk berkonsumsi..., China sibuk berproduksi...; walau harus menjual dengan laba rendah.

Lelaki Pertamaku

Ilustrasi

Bagi orang tua, melihat anak sendiri sakit, kecewa bahkan menderita adalah penderitaan yang sangat berat. Saya tidak tahu itu.

Lalu saya tiba di suatu masa di mana saya merasa berhak menentukan pilihan-pilihan saya. Bahwa saya tidak pernah minta diadopsi oleh beliau. Bahkan bahwa beliau tidak berhak menaruh impian beliau atas saya. Saya harus hidup persis seperti apa yang saya inginkan.

Sastra dan Pujangga

Ilustrasi

Rumput yang bergoyang tentu tidak bisa diajak bicara, apalagi disuruh menjawab pertanyaan kenapa bencana banyak terjadi. Hanya orang gila saja yang berkonsultasi masalah bencana alam dengan rumput-rumput yang bergoyang. Setidaknya, yang sudah agak lama tidak minum obat.

Preman Hijrah

Studio XXI bermaksud membangun bioskop si PGC. Tapi ada yang protes. Mereka memprotes bawa-bawa agama. "Menolak pendirian bioskop, karena disana ada masjid!," tulis sebuah spanduk. Bangke.

Membenturkan bioskop dengan masjid emang efektif. Buat narik simpati orang mabuk agama terpercik emosinya.

Apalagi di spanduk tertulis juga umpatan rasis, "Usir China dari Cililitan."

Sebetulnya mereka memprotes apaan sih? 

Fase Baru Bisnis Ponzi dan Investasi Bodong: Dibungkus Syariah

Ada salah satu anggota keluarga kami yang terjebak dalam skema Ponzi ini. Berkali-kali kami ingatkan bahwa bisnis yang too good to be true itu patut diwaspadai. Akhirnya, warisan tanah senilai lebih dari semilyar yang ia dapatkan langsung lenyap, habis ia taruh di beberapa tempat yang ternyata antara Ponzi dan investasi bodong. Sekarang ia jadi beban keluarga yang lain.

Saya menilai ada dua jenis masyarakat yang tergiur dalam money game semacam ini.

Pages