Humaniora

Jangan Biarkan Kelompok Intoleran Merajalela

Islam menjadi agama mayoritas di negeri ini adalah kenyataan sejarah. Namun sikap kebangsaan dan kebhinekaan seharusnya ditunjukkan oleh kita, kaum mayoritas. Menjadi mayoritas bukan berarti bisa semena-mena berbuat apa saja kepada saudara sebangsa yang kebetulan berbeda agama. Kaum mayoritas seharusnya menjadi payung pelindung bagi kaum minoritas. Tidak ada alasan sedikitpun kaum mayoritas harus merasa terancam dengan keberadaan kaum minoritas.

Perlawanan yang Indah

ilustrasi

Tak apa tuan, kata tak kan merubah fakta dan hakikat diri, hati nurani akan mampu menelusuri arti. Aku tak risau dengan arang yang tuan tabui, cukup bagi diri jika sang buah hati melihatku seperti bidadari, yang selalu memeluknya dengan kasih sejati dan memandang tuan seperti raja yang harus dipatuhi dan dihormati, bagiku disitulah kemenangan sejati.

Gerung Mengaku Faham Pancasila

ilustrasi

Kecuali diajarkan nabi atau pengganti nabi berkapabilitas. Masalah terjadi ketika orang-orang baru belajar sudah duduk jadi pembuat fatwa. Memakrifati hakikat adalah belajar dari mulai bayi sampai mati, itu kewajiban seorang muslim. Agar Tuhan yang disembah adalah yang telah dimakrifati, sekecil apapun kadar makrifat yang dimiliki masing-masing penyembah. Manusia yang makrifat Ilahinya paling sempurna para nabi.

Kamuflase

ilustrasi

Partai Demokrat buat penampilan seperti lawan partai Republik di Amerika, kamuflase ketahuan suara langsung turun. Banyak cerita bahwa yang tampak kelihatan tidak identik dengan realitas yang sebenarnya.
Yang tidak waspada lah yang akan jadi korban. Cebong dan Kampret telah jadi korban drama kolosal politik. Berkeringat di lapangan sampai dipenjara dan bonyok ujungnya nonton bos makan bersama. Jangan tertipu kamuflase.

In God We Trust

"Kata-katanya bagus," ujar Valdo, penyerang tersubur dengan 8 goal, selama kompetisi sepakbola Asia Tenggara itu (kompasdotcom, 8/12). Ya. Dan kata-kata bagus itu tak ada dalam uang kertas rupiah kita. Melainkan di kertas uang dollar Amerika. Apakah dengan itu tingkat korupsi di AS lebih kecil dibanding di Indonesia? Atau sebaliknya? Karena banyak koruptor Indonesia lebih senang dollar AS. Kalau dalam mata uang Uni Emirat Arab? Mungkin takut dosa, apalagi ada tulisan Arab. Dikiranya kutipan ayat. 

Pages