Humaniora

Menyikapi Hidup

ilustrasi

7. Ketika anda terlalu banyak melihat ke bawah, anda tak akan kemana-mana.

8. Ketika anda menatap ke depan, anda akan tahu apa yang harus dikerjakan.

9. Ketika anda banyak melihat ke sekitar, anda akan tahu betapa banyak orang berharap.

Indonesia Penuh Kejutan

ilustrasi

Kejutan lain datang dari sosok tegas Pangdam Jaya Dudung Abdurachman, yang ternyata selama ini keraguan masyarakat terhadap aparat TNI-POLRI berubah menjadikan semangat baru dan punya keyakinan bahwa kita sebagai rakyat bisa kembali merasakan kedamaian. Atas apa yang sudah ditunjukkan oleh Pangdam.

De Sakralisasi Sang Dewa

ilustrasi

Kok "ndilalah nya" ( bahasa Jerman) trigger nya adalah keberanian seorang Nikita, yang oleh sementara masyarakat dipandang minus. Di picu oleh konfliknya di medsos dengan seorang pemuja RS, dan di perbesar apinya oleh RS sendiri diacara peringatan Maulid Nabi, yang malah jadi blunder dan momentum yang membangkitkan kemuakan masyarakat luas. Masyarakat Islam waras menjadi muak ketika sebuah acara suci kok seenaknya diisi dengan ucapan ucapan kotor dan kebencian.

Kasihan VS Kasihan

ilustrasi

Sahabatku tidak benci pada mereka, cuma kasihan. Kasihan anak-anak bangsa ini dijadikan mainan bahkan oleh dia yang datang dari tanah gurun yang budayanya saja kalah dengan budaya kita. Menurut sahabatku, tidak ada value positif yang sebenarnya diajarkan selain diajak membenci, diajak merasa paling benar, diajak memusuhi kelompok lain yang tidak sejalan, diajari playing victim, diajari menyalahkan pihak lain.

Asal Mangap Aja

ilustrasi

Fadli Zon ini sepertinya asal mangap aja. Tidakkah dia mengetahui betapa berat perjuangan bung Karno dan bung Hatta memerdekakan bangsa ini? Tidakkah Fadli ini mengetahui nazarnya bung Hatta 'tidak akan menikah, sebelum Indonesia Merdeka?' Bukankah nazar tersebut adalah pengorbanan yang tidak ternilai? Koq tega-teganya dia membanding-bandingkannya dengan si Rijik?

Musuh Negara

ilustrasi

Tak dilarang memang kita berteriak kencang di media, bertindak sebagai pejuang keadilan mandiri, atau memamerkan kekuatan masa untuk menunjukkan pengaruhnya, tapi jika suatu saat lisan atau jari tak terjaga karena euforia, terus mencaci maki tiada henti, apalagi menebar provokasi kebencian dimana-mana, maka bukan tak mungkin kita akan menjadi salah satu "musuh negara".
.

Persekusi Pada Pelaku Maksiat, Adalah Maksiat Itu Sendiri

ilustrasi

Yang lebih penting lagi, pengurus dan angggota organisasi Islam, mengubah cara pandang terhadap pelaku maksiat. Mengubah cara pandang bukan berarti mengubah suatu kemaksiatan menjadi ketaatan, bukan juga berarti membenarkan kemaksiatan yang dilakukan. Tetapi melihat sisi lain dari pelaku maksiat. Bisa jadi maksiat itu menjadi jalan tobat dan taat pelakunya.

Antara Akal dan Iman

ilustrasi

Satu kelompok lain berprinsip..., bahwa iman tanpa akal itu salah.

Mengetahui Tuhan dan kewajiban mengetahui Tuhan..., harus melalui akal.

Kelompok yang menggunakan akal..., disebut dengan kaum sipilis (Sekularisme.., Pluralisme...., Liberalisme dan Sosialisme)..., kaum moderat.

Berlari-Lari Anjing Ala Jokowi

ilustrasi

Pertanyaan yang perlu pertama kali dilontarkan, saat Jokowi rempong menghadapi ulah Genk HRS itu di hari2 ini. Dimana suara PDI-Perjuangan. Sunyi senyap! Tak sedikit pun bereaksi, apalagi melakukan pembelaan. Sementara DPR yang dikuasai partai pengusungnya terus menerus justru membuat UU baru yang membelenggu gerak presidennya. Dan hanya menguntungkan dirinya sendiri menjelang 2024 itu.

Pages