Gaya Hidup

Tertawalah Lihat Politikus Indonesia

Ilustrasi

Pengen ketawa, tapi kok takut dosa. Ya wis, mesem saja lah. Wong dalam politik itu hal absurd yang unik juga terjadi. Gus Dur memang perkasa menghadapi lawan-lawan politik dan ideologis yang sepadan, setangguh Real Madrid saat menghadapi raksasa di zona Champions Eropa. Tapi titik lemah para jawara memang terpeleset saat berhadapan dengan lawan yang tak dinyana.

Fiksi ILC

Ilustrasi

ILC menyadari bahwa masyarakat secara realitasnya itu sangat gemar info/berita yang update, booming dan juga kontroversi. Sehingga, ILC dengan ragam kontroversinya baik itu dari narasumber atau bahkan sang hostnya (Karni Ilyas) yang dinilai berat sebelah bagi para Kecebong, adalah bagian mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri sekaligus mengais rejeki dari bisnis entertainment dengan kemasan politik didalamnya.

Kematian Sengkuni

Ilustrasi

Pada hari terakhir Baratayuda, Sangkuni bertempur melawan Bima. Kulitnya yang kebal karena pengaruh minyak tala bahkan sempat membuat Bima sulit mengalahkan Sengkuni. Penasihat Pandawa selain Kresna, yaitu Semar muncul memberi tahu Bima bahwa kelemahan Sangkuni berada di bagian dubur, karena bagian tersebut dulunya pasti tidak terkena pengaruh minyak tala. Bima pun maju kembali. Sangkuni ditangkap dan disobek duburnya menggunakan Kuku Pancanaka yang tumbuh di ujung jari Bima.

Dakwah-Dakwah Islam

Ilustrasi

4. Mura’ah Waqi’ al-Mad’uwwin, yaitu seorang da’i harus menjadi tokoh yang aktual dan kongkrit. Dakwahnya tidak bertentangan dengan kondisi faktualnya, bahwa jika bangsa dan negaranya membutuhkan dukungannya dari segi dakwah, maka dakwahnya harus mengarah ke sana, bukan malah menjadi beban bagi bangsa dan negaranya. Tidak ada ajaran Islam yang menganjurkan ummatnya untuk membuat situasi negaranya tak kondusif apalagi tak aman.

Jadi Ulama Mana Yang Kau Bela?

Ilustrasi

Kini Kiai Ma'ruf melakukan tindakan yang sama. #Sukmawati kepepet, dia butuh perlindungan. Butuh sosok yang dianggap bisa melegitimasi penerimaan permohonan maafnya kepada umat Islam. Kiai Ma'ruf pun menjadi bemper. Tidak apa-apa, itu adalah resiko yang dihadapi beliau sebagai seorang penyeimbang, dan saya yakin beliau memahami posisinya.

Pages